
“Boleh … boleh, aku mau belajar dari anak kecil itu. Walau aku tidak enak karena beberapa temanku ada yang ngatain aku. Mereka bilang aku mendekati kamu dan Timah karena aku naksir Timah. Itu sebabnya aku tidak pernah mau ngobrol dengan Timah berdua. Takut kamu salah duga dan mempercayai rumors itu. Itu yang aku hindari,” Harry memberitahu alasannya selama ini menghindar dari Timah.
“Oh begitu! Makanya kamu tak pernah mau bicara langsung dengan Timah.”
“Iya. Ada beberapa temanku yang mengatakan aku memang sengaja cari celah order agar bisa bicara dengan Timah. Padahal tanpa cari order itu pun aku bisa saja bicara dengan Timah. Misalnya pura-pura main ke rumahmu atau bagaimana. Tapi kan omongan orang di luar tidak seperti itu. Aku takut kamu salah duga saja.
“Seharusnya hal seperti ini kamu katakan, jadi aku tidak mendengar dari orang lain lebih dulu. Untung aku memang belum mendengar sih. Baik aku akan antisipasi hal tersebut. Kalau orang-orang bicara seperti itu aku jadi sudah tahu. Pantesan aku bingung kenapa kamu tak mau langsung bicara dengan Timah saja kan di iklan ada nomornya dia.”
“Iya aku tak enak. Persahabatan kita itu bukan sehari dua Her. Dari SMP kita bersahabat. Aku tak ingin ada kesalahpahaman antara kita,” ucap Harry tulus.
“Kalau kita terbuka seperti ini tentu tak akan salah paham. Semua itu memang harus diutarakan. Sama juga seperti yang Totok dulu lakukan. Kalau dia tanya-tanya dulu, tidak main langsung percaya saja rumors bahwa aku pacaran dengan Tria, tentu dia tidak akan mungkin masuk penjara. Karena dia gelap mata ya sudah, jadi seperti itu. Padahal dulu aku dan Tria tak pernah ngobrol akrab. Baru 2 bulan ini aku dan dia bisa ngobrol santai. Yaitu setelah aku mulai ikut di timnya dia. sebelumnya walaupun dia suka ke rumah aku atau sering ngobrol dengan adikku, aku juga nggak pernah bicara dengan Tria. Karena takut pandangan orang mengira aku beneran pacaran dengannya.”
__ADS_1
“Kalau kamu pacaran dengan dia juga nggak apa-apa kan?” kata Harry.
“Iya nggak apa-apa, kalau untuk berikutnya. Tapi waktu kejadian itu kan belum atau mungkin tidak ada hubungan pacaran. Aku nggak tahu untuk ke depannya. Aku nggak tahu. Kita tidak bisa bilang aku nggak akan mungkin pernah pacaran dengan dia. Atau aku tidak mau pacaran dengan dia,” kata Herry. Karena dia tahu sekarang saja sudah berbalik dia menyukai Tria dan sering cemburu terhadap Andre.
Herry cemburu seperti saat membaca pesan tadi di grup bahwa Tria akan mengantarkan Andre ke bengkel dulu untuk mengambil motornya baru dia pulang ke kandang.
“Eh nanti kita mau makan mie di kandang. Aku bawa kerupuk, Satrio bawa mienya kalau nggak salah. Terus tadi Timah mau bawa sirup, Tria mau bawa bakso. Kamu mau bawa apa? Sebenarnya nggak ada kewajiban cuma takut kamu minder saja nggak bawa apa-apa,” ucap Herry.
“Aku bawa saus sambel saja. Biasanya kalian suka rasa atau merek apa?” tanya Harry.
“Wah kalau begitu aku bawa apa dong? Katanya kalian sudah pakai cabe rawit,” Harry jadi ragu bawa saos sambal botolan.
__ADS_1
“Kamu bawa cemilan saja. Bisa untuk dimakan nanti atau pun besok-besok. Misalnya kamu bawa keripik atau apalah terserah kamu. Tapi kalau nggak bawa, nggak apa-apa. Cuma aku takut kamu minder saja sih. Padahal nggak ada kewajiban kok. Kita memang dari kita untuk kita sih.”
“Nanti saat kamu beli kerupuk aku lihat yang di sana ada apa. Jadi aku ikut beli di sana saja. Kan kita barengan,” putus Harry daripada bingung.
“Ya seperti itu saja. Jangan jadi beban atau kewajiban. Karena kan lebih-lebih kamu hanya datang sesekali bukan anggota tim.”
“Aku akan belajar dari Timah. Semoga saja aku bisa ikut tim kalian,” harap Harry.
“Kalau untuk siswa didik kami menerima setiap saat dan siapa pun dengan keahlian apa pun. Tapi kalau untuk tim itu mungkin pertimbangannya banyak dan berbeda. Kita harus lihat visi dan misi personal tersebut. Andre yang anak IPA kelas 3 itu juga tidak diterima di tim karena Satrio menilai dia tidak punya kegigihan yang terus-menerus. Kalau hanya moody, Satrio tidak mau. Jadi kalau untuk yang tim memang benar-benar diteliti. Bisa lulus atau tidak tergantung dari Satrio dan Timah.”
“Oh begitu? Jadi memang ada tes tak tertulisnya?”
__ADS_1
“Mereka akan melihat sikap kita. Kalau hanya yang hangat-hangat ta-hi ayam pasti nggak akan mereka terima.”
“Aku senang banget bergaul dengan orang-orang seperti kalian.” ucap Harry.