BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
KEJUTAN AMANG DAN BUDE


__ADS_3

Rupanya nasib Husein hari ini sedang buruk. Baru saja Tria angkat pan-tat dari kursi saat itulah Riana masuk. Jadi jelas, Riana datang bukan karena Satrio mengadu.


“Lho kamu kok ninggalin kursi lebih dulu sebelum papa dan mamamu?” tanya Riana melihat Tria berdiri sedang nasi di piring Riani dan Husein belum habis. Artinya makan malam belum usai. Tentu saja Riani dan Husein kaget. tak lama masuk Gultom.


“Eh mari makan Bude, Amang,” kata Riani langsung berdiri dan melambai pada pembantu rumah tangga untuk mengambil piring bagi tamu mereka. Riani memang memanggil amang dan bude untuk membasakan diri di depan anak-anaknya. Bila tak ada anak-anak tentu dia akan memanggil mbak dan abang.


“Aku malas duduk di sini Bude, Amang. Karena papaku tercinta itu cuma tahunya anaknya yang lagi hamil di penjara. Dia nggak peduli sama Satrio sampai Satrio dia bilang terlalu kere karena bawa bekal ke sekolah,” kata Tria dengan beraninya. Dia sudah terlalu sakit hati. Biarlah sekalian semua dia ungkapkan malam ini.


“Apa maksudmu Husein?” kata Gultom marah, belum juga dia duduk belum juga ditawari makan tapi Tria memang sudah terlalu kesal pada papanya.


“Tanya aja sama Papa tuh yang selalu memuja anak sulungnya yang lagi hamil di penjara. Pasti Amang nggak tahu kan? Pasti ditutup-tutupin tuh sama mama papanya. Kita dianggap sampah karena bawa bekal nasi ke sekolah tiap hari. Kita dibilang kere nggak mampu buat beli makanan enak, padahal dia dari tadi makanan kangkung hasil kebunnya Satrio,” sindir Tria pada Husein.

__ADS_1


Tria langsung berjalan masuk kamarnya, Husein dan Riani tak bisa berkutik lagi.


“Aku ke sini memang ingin menanyakan laporan dari anak buahku yang mengatakan bahwa Eka sedang hamil. Artinya dia kebobolan atau belum sempat pakai KB lagi sehingga hamil. Ini anak Eka ke berapa aku nggak tahu!” Ucap Gultom.


“Baguslah biar cucumu lahir di penjara karena yang di depan mata malah kamu buang seenaknya. Aku tak menyangka kamu malah memandang rendah Satrio dan Tria. Aku berharap media massa mengetahui kehamilan Eka agar kariermu hancur!” kata Gultom lagi.


“Kalau begitu mulai besok Satrio dan Tria tinggal saja di rumahku. Tak perlu tinggal di sini karena tidak dianggap oleh kalian. Ma bilang anak-anak suruh beres-beres barangnya sekarang juga,” perintah Gultom minta pada Riana untuk memberitahu kedua keponakannya.


“Kamu biarkan anak-anak aku itu hidup dalam penjara? Bagaimana mereka mau berprestasi kalau seperti itu. Tak apa mereka tinggal di rumahku walau Tria jadi jauh ke tempat usahanya tapi setidaknya itu membuat batin dia lebih tenang.”


“Lagian mereka ada motor kok. Nggak apa-apa jauh sedikit. Kalau  perlu mereka bawa mobil sendiri-sendiri ke sekolah. Mobil kalian kan hanya untuk Eka tidak seperti mobilku,” ucap Riana sambil berjalan menuju kamar kedua keponakannya.

__ADS_1


Kembali Riani dan Husein diam. Mereka tak berani melawan perinah Gultom. Mereka tak bisa mencegah Riani menghampiri anak-anak mereka.


Satrio kaget ketika pintu kamarnya diketuk dan ketika dia membuka pintu ternyata yang mengetuk adalah bude Riana.


“Amang bilang kalian tinggal di rumah amang saja. Beresin barang kalian secukupnya dulu yang penting baju dan pakaian-pakaian dan buku sekolah untuk dua atau tiga hari dulu. Yang berikutnya nanti kalian bisa ambil lagi,” kata Riana.


“Cepat dan nggak usah pakai lama, taruh barang di mobil amang. Kalian berangkat naik motor masing-masing pelan-pelan berdua,” ucap Riana lugas, tegas dan tanpa basa basi. Dia sudah terbiasa dengan sikap lelaki Medan yang seperti itu.


Pesan yang sama Riana berikan pada Tria dia minta segera membereskan barangnya terutama buku dan baju sekolah serta keperluan sekolah untuk dua atau tiga hari ke depan dan barang-barang itu disuruh ditaruh di mobilnya Gultom mereka diminta jalan berdua dengan motor pelan-pelan ke rumahnya Gultom.


Tentu saja Tria dan Satrio tidak menolak, mereka memang sudah ingin pergi sejak lama tapi tidak berani bicara pada Gultom. Mereka takut dimarahi oleh amangnya tersebut. Sekarang karena amangnya yang memerintah tentu saja mereka langsung cus tanpa menunda lagi.

__ADS_1


__ADS_2