BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
BARU PEMBUKAAN ENAM


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Hati-hati ya Nang. Enggak usah ngebut,” kata ibu Gendis ketika sesudah selesai salat magrib Yanto dan Fitri bersiap berangkat ke puskesmas. Tas untuk pakaian Yanto maupun Fitri sudah siap di mobil. Begitu pun semua peralatan bayi ketika pulang nanti.



Suradi, Erlina serta bu Yati sudah datang. rupanya Erlina menyuruh bu Yati yang akan membantu Gendis menjaga Daffa. Bukan untuk sementara tapi seterusnya. Itu sebabnya bu Erlina tak membawa mbol Darmi atau mbok Parmi.



“Ya sudah ayo kita berangkat,” kata Suradi. Suradi dan Erlina akan menemani Fitri untuk melahirkan. Tadi Yanto sudah lapor pada Puskesmas tempat Fitri biasa kontrol karena di sana sudah ada tempat bersalin 24 jam nya.



“Beneran di situ aman?” tanya Suradi. Dia masih ingin anaknya melahirkan di rumah sakit besar di kota. Bukan sekadar di puskesmas desa.



“Aman kok Yah, sekarang di mana-mana pun melahirkan sama kecuali harus operasi memang dibawa ke kota. Kalau melahirkan normal enggak ada kelainan umumnya dokter bisa menangani dan ambulans juga siap kalau sewaktu-waktu dibutuhkan untuk dibawa ke kota. Tapi Insya Allah kehamilan ini kan sejak awal enggak ada kendala seperti waktu Daffa yang pernah sungsang,” jawab Fitri menenangkan ayahnya.



“Ya sudah kalau begitu, bismillah,” kata Suradi. Mereka pun langsung berangkat dengan 2 mobil. Karena nanti kalau mobil Suradi pulang, Yanto enggak ada kendaraan buat wira-wiri di rumah sakit bila sekarang hanya pakai 1 mobil saja.


__ADS_1


“Ibu doain aku ya,” pinta Fitri saat dia akan berangkat ke rumah sakit.



“Iya.” kata Gendis mengecup kening dan ubun-ubun atau puncak kepala menantunya, dia pun membacakan doa dan menciumnya ubun-ubun Fitri lagi.



“Bismillah yo Nang. Insya Allah selamat,” kata Gendis saat Yanto mencium punggung tangannya.



“Mbakyu, saya berangkat dulu ya, bismillah,” pamit Erlina pada besan yang sekarang sudah dia anggap kakaknya sendiri.



“Ya Jeng. Hati-hati, titip anak wedok ya,” kata Gendis.




Fitri bisa bicara seperti itu karena biasanya melahirkan di bidan atau Rumah Sakit kecil itu dua hari juga sudah pulang bila lahir normal.



Daffa tak mengerti dia hanya tersenyum saja ketika mamanya dan papanya menciumnya. Saat Fitri memutuskan tinggal di desa Yanto sudah menambah dua kamar sebagai kamar mertuanya juga kamar untuk tamu. Dan Yanto juga menambah dua kamar berukuran lebih kecil di belakang sebagai persiapan bila ada tamu dadakan seperti saat pelaksanaan pengajian kemarin. Saat ini satu kamar di belakang resmi digunakan mbok Yati.


__ADS_1


“Papa pergi sebentar ya Nang, jemput adik bayi. Nanti Papa pulang bawa adek buat Daffa. Sekarang jangan rewel sama eyang Endis dan mbok Yati ya,” pesan Yanto pada Daffa.



“Wah Ibu hebat ini, sampai pembukaan 6 baru datang ke sini. Biasanya orang di pembukaan 1 aja sudah ribut teriak-teriak minta ditolongin,” kata bu bidan yang menangani pemeriksaan awal Fitri.



Sejak awal Fitri dan Yanto minta ditangani oleh dokter untuk kelahirannya, sehingga sejak tadi Yanto memang sudah lapor pada Puskesmas melalui telepon.



“Dokternya sedang mengarah ke sini Pak santai wae nggak usah ketakutan. Dokter Insya Allah datang tepat waktu kok, terlebih ini baru pembukaan 6,” jelas bu bidan.



“Iya Bu, saya mengerti kok,” jawab Yanto.



Yanto dan Fitri sudah mengerti proses bagaimana seorang dokter tak perlu buru-buru dari pembukaan satu sudah stand by di samping pasiennya, masih banyak waktu yang bisa dia berikan pada pasien lain sambil menunggu pembukaan lengkap.



“Rumah Sakit tempat dokter praktek tidak jauh, jadi sebentar lagi beliau sampai,” kata bu bidan menenangkan pasiennya.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING yok.

__ADS_1



__ADS_2