BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
SIAPA TAMU ITU?


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Kamu sudah beli?” tanya Suradi pada menantu satu-satunya itu.



“Aku beli dan langsung antar ke tempat masak Yah. Tidak beli di tempat tukang masaknya. Rasanya lebih puas kalau aku yang beli sendiri dan aku serahkan di jasa masak untuk aqiqah,” jawab Yanto. Rupanya yang ditanya Suradi adalah soal kambing untuk aqiqah pertamanya.



Di mana mana ada biro jasa yang sudah menyediakan dengan kambing sekaligus masak. Tapi Yanto lebih afdol bila dia yang beli kambingnya lalu hanya minta jasa masaknya saja.



“Lalu pesanan jenis masakannya bagaimana?” tanya Suradi.



“Aku pesan sesuai dengan catatan dari ibu Yah. Ibu memberi catatan masakannya apa aja dan untuk berapa porsi selain yang untuk di atur di box. Ibu bilang satu kambing akan dijadikan untuk isi box dan yang satu kambing itu yang akan dimakan saat prasmanan oleh para tamu di rumah,” jelas Yanto.



“Ya wis kalau seperti itu. Kita ini kan enggak ngerti masalah dapur. Biar para ibu aja yang atur urusan seperti itu tinimbang kita kesalahan,” jawab Suradi.


__ADS_1


“Iya Yah, aku juga manut aja urusan menu masakan. Tak berani ngutak utik nek itu,” balas Yanto.



“Kapan acaranya?”



“Hari Sabtu siang Yah. Nunggu adik-adik datang.” balas Yanto.



Suradi tak keberatan bila hari Sabtu nanti akan ada pengajian aqiqah bagi cucu pertamanya.



“Mama, minum dulu su5unya. Ini juga dimsum seafood buat asupan proteinmu,” Yanto mengantarkan su5u panas dan sepiring kecil dimsum dengan saos yang juga masih hangat. Daffa menyusu sangat kuat dan bolak balik Fitri mengeluh kelaparan.




“Tadi simbok bikin pepes untuk malam dan besok akan buatkan kamu siomay ikan,” Yanto memberitahu menu makan malam mereka nanti. Semua selalu penuh protein. Dan untuk seratnya Yanto minta disiapkan juice. Kadang dia yang buat tanpa minta bantuan para pembantu rumah tangga di rumah itu.



Yanto menyiapkan pembalut, baju dalaman juga baju ganti untuk Fitri. Dia masih melarang Fitri banyak bergerak. Semua dia yang siapkan termasuk handuk dan segala macam jamu selapan yang diminum dan ditapelkan di tubuh istrinya. Ibu dan mertuanya mewanti-wanti Fitri agar tak lepas dari jamu selapan ( jamu sehabis melahirkan sejak hari pertama hingga 40 hari ) warisan nenek moyang Solo.


__ADS_1


“Air hangatnya sudah siap Yank, kamu mandi dulu ya,” Yanto memberitahu istrinya yang tubuhnya masih gemuk sehabis melahirkan. Dia tak jadi masalah, yang penting anak dan istrinya sehat.



“Mas Yanto, itu ada tamu dari Bogor,” seorang pembantu memberitahu Yanto saat pintu kamar yang tadi dia ketuk sudah dibukakan oleh Yanto. Fitri masih di kamar mandi.



“Tamu dari Bogor? Laki atau perempuan?” tanya Yanto bingung.



“Laki dan perempuan muda mas,” ucap sang pembantu.



“Bikinkan minum dulu saja, saya sedang menunggu mbak Fitri selesai mandi dan sehabis itu saya akan salat Ashar dulu,” jawab Yanto masih kebingungan memikirkan siapa orang Bogor yang datang. Sedang selama ini dia tak punya kenalan orang Bogor selain perempuan busuk itu beserta ibu dan sepupunya sebagai ayah bayi yang dijebak sebagai pengikat dirinya.



Yanto tak mau menemui tamu seorang diri. Dia akan menyelesaikan salat dulu dan nanti akan menemui bersama dengan Suradi sebagai saksi. Dia tak mau lagi terlibat kesulitan walau belum tahu siapa kan tamunya kali ini.



Ada reader eyank yang bisa menduga siapa tamu itu dan apa maunya? Kasih komen manis dan secangkir kopi buat eyank ya.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul REVENGE FOR MY EX HUSBAND yok.

__ADS_1



__ADS_2