
“Sudahlah, saran aku sih kalian tuh saling buka diri saja. Nggak usah malu begitu. Apa yang kalian pikirin kalau seperti sama-sama tidak mau mengungkapkan perasaan seperti sekarang?” kata Andre tenang. Dia tepuk pundak Herry yang jadi terbatuk karena kaget.
“Kakak sudah ah nggak usah dibahas lagi. Nanti jadi nggak enak istilahnya aku tak bisa menjaga amanat kalau dia sudah bilang hanya ingin berteman dan aku sudah menyetujuinya.” kata Tria tak enak Andre membuka rahasia di depan Herry.
“Nggak apa-apa. Kakak kan mau yang terbaik buat kamu. Nggak apa-apa kalau buat bikin semangat berangkat sekolah karena berharap bertemu pacar. Iya kan Herr?”
Kembali Herry tersedak.
“Saran aku sih gitu saja. Nanti lah kalau kalian berdua bicara saja. Nggak mungkin kan ada aku? Sekarang ini tambahin punya Kakak,” kata Andre menyodorkan mangkuk kosong pada Tria.
__ADS_1
“Kakak tuh belum makan nasi lo. Nanti malah sakit perut makan asinan banyak-banyak,” protes Tria.
“Tadi sama Satrio dan Harry pagi-pagi kami makan bubur ayam kok, sebelum masuk ke arena futsal. Tenang saja,” jawab Andre.
Mendengar itu Tria menambahkan asinan untuk yang kedua di mangkoknya Andre. Tak dia sangka asinannya malah dimakan full team plus Andre dan Harry.
‘Berarti selama ini aku tidak bertepuk sebelah tangan? Tapi hanya kecurigaan dan ketakutan yang membuat aku tak berani mengungkapkan. Dan pastinya karena aku malu sebab sudah lebih dulu melarang dia mengekangku dengan attensi dan kecemburuan wajar seorang pacar?’ Herry hanya termenung.
“Kenapa Mas?” tanya Timah. Dia masih sibuk dengan data kotoran kelinci saat ini. Dia hitung berapa karung stock dan berapa yang terjual/
__ADS_1
“Itu tadi kak Andre katanya sudah pesan makanan untuk makan siang kita. Nanti mbak Timah yang terima, dia lagi sibuk urus email soal pertandingan futsal,” Pujo memberitahu pesan Andre.
“Kan di depan sudah ada Mas Satrio eh Mas Herry ups maksudku di depan ada Mas Herry atau Mbak Tria. Kenapa aku harus ke depan?” kata Timah yang malas diputus pekerjaannya, dia lihat Satrio dan Herry ada si belakang juga dekat bak pembuatan POC.
“Kak Andre bilang pokoknya Mbak Timah yang ngurusin. Soal di depan ada Mbak Tria sama Mas Herry itu saya enggak mengerti, kak Andre bilang Mbak Timah saja yang terima,” ucap Pujo.
Timah pun mulai membereskan berkas yang sedang dia tangani. Dia memberi tanda menggunakan pensil sampai di mana yang dia sudah koreksi atau teliti. Kemudian Timah mencuci tangan bersiap menerima makan siang yang Andre pesan secara online.
Benar saja begitu Timah sampai pintu depan, datang kurir dari ojek online yang mengantarkan pesanan makanan dari Andre atas nama Timah. Rupanya Andre sudah antisipasi penerimanya adalah Timah.
__ADS_1
Ada 6 nasi dengan ayam geprek lengkap dengan sambal dan lalapannya dan ada satu ayam panggang utuh bumbu kecap yang Andre pesan. Sehingga nanti selain ayam geprek yang ada di paket ada tambahan ayam bakar utuh untuk menu makan siang mereka kali itu. Karena sudah dibayar Timah hanya tinggal menerimanya saja dan memanggil semuanya untuk bersiap makan siang.