BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
SURADI INGKAR JANJI


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



Tak ada kesulitan lagi sekarang, karena Suradi sudah memutuskan bahwa dia yang akan berkunjung ke desa menengok cucunya, jadi Fitri atau Yanto tak perlu bingung dan merasa bersalah.



Alhamdulillah Fitri memang tidak rewel saat ditinggal kerja oleh Yanto, dia tidak mual atau pun muntah sehingga tidak merepotkan Ibu Gendis. Asupan gizi juga jadi tak terganggu karena semua yang dimakan tak keluar lagi.



Fitri juga tidak ngidam yang aneh-aneh. Yang dia mau dikehamilan ini dia selalu harus makan sayuran seperti memang kegemarannya sebelum haamil. Jadi tiap hari selalu ada saja olahan sayuran. Entah pecel, entah gado-gado, karedok, lalapan, salad atau rujak serut. Fitri tak mau rujak potong dia sukanya rujak serut. Kalau semua itu tak ada dia akan makan tumisan sayur tanpa nasi.



Yanto juga tidak mengalami mual, tapi ngidam tetap dia alami hanya tidak seperti saat lalu. Sekarang dia ingin sesuatu bisa didapatkan santai tidak grasa grusu seperti saat hamil Daffa. Contohnya waktu kepengin belut, dia sudah kepengen sejak satu hari sebelumnya tapi tak dia katakan. Esoknya baru dia cari. Sepertinya sang adik akan lebih tenang dari mas Daffa.



Sekarang pun begitu. Dia ingin sesuatu tapi tak langsung minta dicarikan atau dia lari beli sendiri.



“Yank, Mas boleh minta sesuatu enggak?” tanya Yanto pelan. Tak ingin merepotkan istrinya.



“Kenapa Mas?” jawab Fitri sambil menyiapkan juice untuk Yanto bawa kerja. Juice ini juga wajib dibawa Timah dan Herry ke sekolah setiap hari. Sama seperti dulu saat Yanto kerja di PO, sekarang pun tiap hari Fitri tak lupa membawakan Yanto juice beku, sehingga akan mencair bila tiba di tempat kerja atau saat siang hari. Yang penting suaminya selalu makan serat. Dia memang buat dalam jumlah banyak saat senggang. Besok pagi semua tinggal ambil juice apa yang mereka inginkan sesuai stock yang ada.



“Mas kepingin tumis kangkung pakai saus tiram dan banyakin telur puyuh nya atau kalau enggak pakai saus tiram ya pakai tauco deh. dan Mas mau kamu yang masak. Bisa enggak? Kamu capek enggak?” tanya Yanto malam ini.



“Besok aku cari ya saus tiram atau tauconya. Nanti aku bikinkan. Enggak capek kok kalau cuma itu,” balas Fitri sambil membereskan semua peralatan dan meminum satu gelas juice yang memang tak dia tuang ke botol.



“Biar Mas yang cuci semua alat kotornya,” Yanto mengambil alih tugas cuci piring. Dan Fitri bergegas ke kamar karena mendengar Daffa merengek.

__ADS_1



Fitri mengusap alis Yanto seperti kebiasaannya sejak awal mereka menikah. Fitri memang suka mengusap alis Yanto dengan jari ibu jarinya atau kadang juga dengan telunjuk dan Yanto kadang langsung tertidur merasakan usapan lembut di alisnya.



Entah mengapa sejak mereka tidur bersama Fitri suka melakukan hal itu.



“Kalau aku yang minta sama Mas boleh enggak?” sekarang balas Fitri yang meminta sesuatu.



“Kamu mau apa Yank?” tanya Yanto dia usap-usap lembut perut istrinya.



“Aku pengen gurame asam manis lagi. Mas beliin gurame ya besok pagi? sekalian Mas cari kangkung aja sama telur puyuh dan tauco atau saus tiram nya. Bagaimana?”



“Aku kasihan kalau ibu yang belanja sedang ibu, pasti enggak bolehin aku keluar pergi belanja,” kata Fitri.




“Pokoknya gitu ya, jadi Mas yang belanja pagi besok. Aku kepengen banget gurame asam manisnya itu. Mas jangan lupa beli saos tomatnya lho.”



“Bagusnya sebelum berangkat, catatin aja apa yang harus dibeli Yank, takutnya lupa,” jawab Yanto.



“Asyiiiiiik, nanti aku kasih catatan,” kata Fitri. Dia sangat senang karena akan makan gurame asam manis sesuai keinginannya.



“Mas ikan lele di pepes enak enggak ya Mas?” tanya Fitri. Dia belum tahu apakah ikan lele bisa dimasak pepes.


__ADS_1


“Enaklah asal yang ukuran besar, bukan yang umum di juaal di pasar,” jawab Yanto. Di pasar ukuran ikan lele memang seragam sedang. Jarang jual yang jumbo tak seperti bila beli di tambak.



“Kalau gitu beli ikan lele yang besar Mas terus dipotong 2 kan enak tuh buang kepala dan ekor. Jadi nanti satu bungkusnya tetap isi 1 ekor cuma sudah dipotong 2 agar mudah mbungkus pepesnya,” saran Fitri.



“Apalagi?” tanya Yanto.



“Beli kemangi juga enggak apa-apa. Kemangi di kebun habis deh aku petikin terus buat pepes dan lalap.”



“Seharusnya kalau kamu beli itu langsung kamu tancapin lagi nanti dia hidup,” Yanto terbiasa seperti itu jadi tahu.



“Aku juga selalu tancapin sih, ada beberapa yang hidup, ada yang enggak. Tapi kalau ada yang kebetulan sudah berbuah ya tetap aku sih semai juga bijinya,” kata Fitri.



“Terlebih kan ibu Erlina sekarang juga sering ke sini, jadi pasti aja lalapan cepat habis,” kata Fitri lagi.



Ternyata Suradi membohongi Fitri dan Yanto. Mereka tidak datang 2 minggu sekali seperti jadwal Fitri dan Yanto. Tapi mereka datang tiap minggu!



Kalau mereka datang hari Sabtu mereka akan menginap, tapi kadang mereka tidak menginap bila datangnya hari Minggu pagi sampai Minggu malam.



Yang pasti tiap minggu mereka pasti ke sini.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE yok.


__ADS_1


__ADS_2