
“Waktu kasusnya Tria dan Herry, aku sudah bilang, apa kamu kenal anak-anak kamu? Kalian dengan bangganya bilang selalu tahu masalah anak-anak! Ternyata apa? Kamu nggak tahu kan. Tria bikin kejutan itu kejadiannya di depan mata kamu lho,” kata Gultom saat Husein dan Riani datang meminta bantuannya.
“Sekarang kamu kasih persoalan Eka. Sudah aku bilang kalau pengedar itu sampai kapan pun sulit kita bela. Karena melawan petugas yang berlapis. Itu sebabnya waktu dua kali dia ditangkap paman-nya itu masih bisa membebaskan dia, karena dia waktu itu pengguna! Sangat berbeda.” jelas Gultom selanjutnya.
“Kalau pengguna, kita bisa bilang akan kita rehabilitasi sehingga bisa dibebaskan dan polisi biasanya kasih kesempatan,” lanjut Gultom yang tentu sangat marah pada Husein dan Riani.
“Sekarang kamu menekan Tria dan Satrio, tidak boleh keluar. Kamu pikir itu cara yang bagus dan benar?” tanya Gultom menekan kedua adik iparnya itu.
“Jelas-jelas anak kalian itu ngebantah karena tidak sesuai dengan jiwa mereka. Kamu lebih suka sama Eka yang menurut tak berontak. Kamu kenapa sih membedakan antara Eka dengan Tria dan Satrio?” tanya Riana kakak kandung Riani.
__ADS_1
“Aku tahu kok dari beberapa orang kamu membedakan atensi maupun kasih sayang pada Eka,” lanjut kata Riana pada adiknya.
“Aku nggak mengerti Mbak, apa yang membuat aku sama mas Husein membedakan. Menurut kami sih sama saja,” balas Riani lirih, Terbiasa dengan karakter suaminya yang dari Medan, Riana memang sekarang lebih lugas bila bicara.
“Kamu bilang sama saja? Kamu suka kan karena Eka itu anak yang manis, dan menurut versi kamu dan Husein. Dia tidak pernah membantah. Dia tidak pernah berontak. Tapi dia berontak di luar. Dia mengiyakan di depan kamu. Tapi kelakuannya di belakang malah sangat jauh berbeda. Karena itu fase berontaknya dia. Dia tak ingin kamu marahi sehingga bisa diberi kebebasan. Beda dengan Tria dan Satrio yang langsung membantah bila tak sesuai dengan hati nurani mereka.”
Eka memang terlahir sedikit lemah dari kedua adiknya. Itu disebabkan karena saat awal kehamilan Riani mencoba menggugurkan bayi tersebut. Karena Eka ada di perut sebelum Riani dan Husein menikah. Bahkan Gultom baru melamar Riana.
Sehingga sejak lahir, Riani selalu menjaga Eka dengan sedikit lebih hati-hati. Berbeda dengan saat Tria dan Satrio yang lahir sehat.
__ADS_1
“Kamu tahu siapa pamannya Eka yang dua kali membebaskan dia?” tanya Gultom.
Riani dan Husein tak berani menjawab. Mereka sudah tahu siapa sosok tersebut. Ternyata sudah 3 tahun putri mereka menjadi simpanan pria itu. Riani dan Husein juga tahu awal menjadi simpanan karena Eka butuh uang buat beli barang terlarang. Benar-benar di luar dugaan. Itu sebabnya Riani dan Husein mengekang Tria dan Satrio agar tidak jatuh seperti Eka. Padahal cara yang mereka tempuh itu salah. Anak-anak itu tidak bisa dilarang seperti anak kecil lagi.
“Kalau kamu melarang Tria dan Satrio karena kamu telah kecolongan oleh Eka kamu salah besar!” kata Gultom.
“Yang di depan kamu manis, menurut, tak pernah minta uang lebih ternyata semuanya adalah bertolak belakang. Karena dia memakai, juga pengedar. Dia juga pembohong besar. Aku sudah tahu kamu nggak bilang. Karena kamu malu kan bahwa Eka sudah jadi simpenan seorang lelaki hidung belang yang sudah punya dua istri dan tiga anak?”
“Ditambah satu simpanan yaitu Eka sejak 3 tahun lalu. Aku sudah tahu Eka sudah satu kali aborsi dan sekarang dia menjalankan KB agar tidak hamil lagi karena tentu tuannya nggak mau pakai alat kontrasepsi. Untuk lelaki mungkin rasa kepuasannya kurang sehingga Eka yang ikut KB. Kamu nggak mikir itu kan? Lalu sekarang kamu mikir biar Tria dan Satrio tidak seperti Eka kalian lalu langsung mengikat kedua anak kalian di rumah. Itu salah besar karena kesalahannya bukan ada pada mereka, tapi pada pola Didik kalian berdua,” ucap Riana.
__ADS_1