
“Tria,” sapa seseorang. Tria langsung mengangkat wajahnya dari tumpukan buah strawberry yang akan di kemas oleh pegawai dari toko buah.
“Eh, hai. Apa khabar Kak?” kata Tria sopan pada lelaki yang membuatnya secara tak sengaja nyebur ke keluarganya Herry. Karena akhirnya dia bukan hanya bergaul dengan Herry tapi malah nyemplung dalam dekap hangat Fitri dan Timah.
“Bisa bicara sebentar?” pinta Totok.
“Oh bisa,” jawab Tria dengan tenang. Tak ada ragu atau takut.
“Dek, ini timbang ya,” pinta Tria pada Satrio.
“Tadi Mbak bilang katanya melon saja. Kenapa jadi ada strawberry juga ikut diangkut?” kata Satrio melihat Tria membeli strawberry.
“Ini tumben ada strawberry yang belum packingan. Biasanya kalau packing-an Mbak juga nggak terlalu suka karena biasanya bawahnya busuk. Kalau ini kan kita bisa pilih yang masih fresh sesuai dengan kemauan dan kebutuhan.
“Ini saja atau tambah yang lain?”
“Kamu mau tambah apa? Kita belum pernah coba juice kiwi sih, tapi nggak lah kiwi-nya. Melon saja sama apa gitu. Sudahlah melon saja sama strawberry cukup kayaknya. Sayang kalau terlalu banyak. Lagi pula botol kita kan juga cuma selusin kamu belinya,” jawab Tria.
“Nggak apa-apa Mbak. Nanti pulang sekalian kita beli. Jadi semakin banyak yang ada di freezer. Botol yang kosong di rumah tinggal 4 sih.”
__ADS_1
“Makanya harus beli lagi biar kita bisa bikin semakin banyak,” jawab Tria.
“Itu Kak Totok mau ngobrol sebentar. Aku temui dia dulu ya,” ucap Tria.
“Jangan kelamaan. Kita mau ke toko botol keburu dia tutup,” ucap Satrio sambil menuju tempat penimbangan buah yang dipilih sekalian membayar belanjaan.
“Siap Bos,” jawab Tria sambil berlalu.
“Ada apa ya Kak?”Tanya Tria.
“Aku mau minta maaf soal masalah tambaknya Herry. Karena gara-gara aku kamu terseret-seret menjadi liputan berita dan juga jadi saksi di persidangan.”
“Tapi kita bisa berteman kan?” tanya Totok.
“Kamu nggak najis kok. Kenapa jadi nggak bisa berteman? Bekas napi itu bukan hal yang terlalu perlu dibesar-besarkan. Asal ke depannya menjadi lebih baik kenapa nggak?” kata Tria.
“Santai saja Kak yang penting tidak saling mengganggu dan tak perlu lagi membahas hal-hal lain,” kata Tria. Karena dia tak mau terganggu oleh urusan apa pun selain pelajaran. Terlebih setelah diberi pengertian oleh Yanto bahwa mereka boleh berpacaran asal tidak salah langkah dan sepertinya Tria nggak kepengen sama Totok yang belum apa-apa saja sudah berbuat yang tidak baik. Tentu nanti rekam jejaknya juga akan tidak baik. Dia tidak mau merusak rekam jejak dirinya sendiri walau itu bukan kesalahannya tapi setidaknya kalau dia disangkut pautkan dengan sesuatu hal yang buruk tentu tidak mau.
“Terima kasih ya kalau masih mau berteman.”
__ADS_1
“Ya Kak. Sebenarnya bukan berteman dalam hal apa yang penting kita masih saling kenal itu saja.” kata Tria.
“Kalau begitu saya pamit dulu Kak. Saya masih harus belanja lagi.” tanpa menunggu jawaban, Tria langsung menghampiri Satrio yang membeli aneka buah dalam jumlah sedikit sekali. Yaitu masing-masih buah hanya satu piece. Pier, apel, anggur sedikit dan sepotong semangka juga satu buah alpukat matang entah apa yang Satrio ingin buat.
“Kenapa kamu beli buah satu biji begini?” tanya Tria.
“Aku jadi keinginan bikin salad seperti mas Yanto yang disuapi salad sama Mbak Fitri. Ayok kita bikin salad,” ucap Satrio.
“Ampuuuuuuuuuuuuuuuuun. Kamu tuh terobsesi sama Mbak Fitri ya.” ucap Tria.
“Kita beli mayonaise saja nggak usah pakai yang lain-lain lah. Nggak usah pakai mustard atau keju atau apa. Pakai mayo saja sudah enak kok,” jawab Satrio tak mengubris ledekan Tria.
“Ya tetaplah harus beli krim keju kalau buat aku. Aku sukanya krim keju,” jawab Tria.
“Ya sudah ayo. Pokoknya kita bikin salad buah saja yang penting kita makan sehat toh kita beli juga pakai duit sendiri,” Satrio berjalan menuju kasir.
“Oke siap. Ingat sampahnya jangan dibuang sembarangan nanti dimarahin pak Satrio. Sampahnya harus masuk ke lubang organiknya dia,” kata Tria menggoda adiknya.
Mereka langsung terkekeh karena memang seperti itulah yang sekarang mereka terapkan. Semua sampah langsung masuk ke keranjang organik sehingga langsung bisa dibuat POC atau pupuk organik cair.
__ADS_1