BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
KOMPETITOR PENYUKA KERUPUK


__ADS_3

“Mas Herry kayaknya terasinya belum ada deh,” kata Tria yang sudah terbiasa dan luwes menyebut Herry dengan sebutan mas.


“Mau aku yang ambil atau kamu ambil sendiri? Kamu kan tahu tempatnya,” kata Herry.


“Aku ngomong karena aku maunya Mas Herry yang ambil. Kalau aku yang ambil, aku bisa. Tapi kan aku lagi ulek bumbu,” kata Tria. Herry pun berjalan ke arah dapur untuk mengambil terasi yang dibutuhkan oleh Tria.


“Kalau belum cairkan pakai asam jawa, bisa pakai belimbing wuluh Mbak. Ulek saja satu atau dua pasti jadinya seger,” kata Timah memberi saran Tria.


“Wah iya, belimbing wuluhnya ambilin Harr,” kata Tria. Dia sudah malas berdiri kalau sudah duduk mengulek.


“Dua saja cukup?” tanya Harry.


“Ya cukup. Kalau yang besar satu saja. Tapi kalau yang masih sedang kamu ambil dua. Kalau kebanyakan sayang nanti tidak dipakai,” ucap Tria.


“Eh belimbing wuluh itu bisa dibikin manisan loh,” kata Harry setelah dia memetik dua buah belimbing wuluh berukuran sedang.


“Wah boleh juga tuh idenya. Kapan-kapan kita bikin yuk Mbak. Kita lihat dulu resepnya,” kata Timah.


“Iya Dek boleh. Kalau kita sudah dapat resepnya kita bilang sama ibu buanhnya jangan dikasih ke penjual semuanya tapi jangan distop juga. Jadi dikasih ke penjualnya disisakan untuk kita sebagian buat kita bikin bahan uji coba.”


“Memang belimbingnya dijual?” tanya Harry.

__ADS_1


“Enggak. Ibu suka kasihkan satu kresek buat pedagang di warung sayur. Dijual satu kresek dapat berapa sih? Kalau untuk pedagang ibu kasih gratis saja ke tukang sayur agar bisa bermanfaat daripada dibuang. Biasanya oleh tukang sayur digunakan untuk campuran sayur asem.”


“Akhirnya selesai juga,” cetus Timah. Dia selesai memarut maksudnya. Bukan selesai bikin rujaknya. Buah yang ada saat itu adalah bengkoang, timun, pepaya mengkal, kedondong serta nanas. Semuanya di serut kasar oleh Timah. Tadi yang ngupasin tentu Satrio dan Herry. Tria yang bikin bumbunya dan Harry bagian dokumentasi saja sejak tadi.


“Eh ingat jangan dibuang sembarangan,” kata Satrio saat Harry memasukkan kulit-kulit sembarangan ke kresek.


“Waduh maaf. Aku lupa. Ini ditaruh di mana?” tanya Harry.


“Ditaruh di ember yang biru itu, nanti akan dipilah yang mana yang untuk pupuk yang mana yang untuk pakan ternak.” kata Timah.


Tria mengaduk bumbu yang sudah dia buat dengan buah yang sudah diserut oleh Timah, sesudah itu baru dia siapkan di mangkok super kecil untuk masing-masing yang mau makan.


“Sepertinya dua ibu itu nggak mau, karena kan nggak suka pedas. Mbak Fitri saja, terus ayah juga nggak usah. Ayah bukan nggak suka pedas dia suka pedas tapi sudah tidak boleh,” ulas Timah.


“Jadi cuma satu mangkok besar ini buat Mbak Fitri?” tanya Tria memastikan.


“Iya satu mangkok besar itu buat Mbak Fitri saja. Paling nanti dia berdua sama mas Yanto.”


“Oke jangan sampai mereka tidak diambilkan lebih dahulu,” kata Tria.


“Harry ini rujakmu,” kata Tria. Satrio sudah mengambil lebih dulu.

__ADS_1


“Mas Herry kayaknya ini enak deh kalau pakai kerupuk,” pinta Tria.


“Wah kamu ini apa-apa kerupuk,” jawab Herry. Dia pun akhirnya mengambil kan kerupuk untuk Tria.


“Mas Herry pakai malas ambil kerupuk, padahal dia biangnya kerupuk. Apa enggak suka ada kompetitor penyuka kerupuk ya?” goda Timah.


“Tapi memang enak kan pakai kerupuk?” kata Harry. Dia pun mengambil kaleng kerupuk yang Herry bawa dan mereka makan rujak dengan kerupuk.



“Mantap ini,” kata Harry.


“Iya memang ini rasa asamnya juga enak, karena asli belimbing wuluh bikin segar, dan gula merahnya juga kerasa,” jawab Satrio.


“Kayaknya aku bergaul sama kalian lama-lama aku bisa jadi tim penilai masakan deh,” kata Harry lagi.


“Harus bisa lah. Cuma ngomong doang. Kamu kan nggak harus disuruh bikin seperti tadi aku, ngulek bumbu,” ejek Tria.


“Kamu hebat loh masih mau ngulek. Biasanya orang langsung pakai blender,” kata Harry.


“Ada beberapa bumbu yang enak pakai blender, tapi kalau sambel rujak dibikin pakai blender kayaknya nggak pas deh. Jadi lebih enak pakai ulekan,” kata Tria.

__ADS_1


__ADS_2