Dua Pangeran Satu Cinta

Dua Pangeran Satu Cinta
Public Secret


__ADS_3

"Salam bahagia untuk Pangeran dan Putri. Perkenalkan, namaku Ara. Aku bertugas mendampingi tamu kehormatan istana selama beberapa hari, sebelum acara pertunjukan busana dimulai. Dan izinkan aku membagikan peralatan tulis ini kepada Pangeran dan Putri."


Ara membagikan satu papan alas, lima lembar kertas dan juga satu pena kepada masing-masing pangeran dan putri kerajaan. Ia dibantu asistennya yang mana merupakan seorang pasukan khusus di istana.


"Baiklah. Para Pangeran dan Putri bisa menuliskan nama dan asal kerajaan di atas lembar kertas itu. Silakan."


Ara tersenyum, ia menunggu para pangeran dan putri menuliskan nama dan asal kerajaan mereka. Tak lama, mereka pun selesai.


"Terima kasih. Kini saatnya aku akan memperkenalkan istana ini kepada kalian. Mari."


Ara meminta kepada para pangeran dan putri untuk berdiri lalu mengikutinya. Ia kemudian menjelaskan bagian-bagian apa saja yang ada di dalam istana. Pekerjaan ini tentunya akan sangat melelahkan, tapi Ara membawanya dengan gembira. Sehingga perjalanan jauh mengelilingi istana pun tidak terlalu terasa olehnya.


Istana ini terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama berisi tempat tinggal para penghuninya. Terdapat seratus kamar ukuran besar yang ada di lantai satu, berukuran sekitar 5x10 meter. Kamar lengkap dengan fasilitasnya. Sedang di lantai dua, dikhususkan untuk ruang bekerja.


Lantai dua istana terdiri dari lima puluh ruangan besar. Yang mana ada satu ruangan khusus sebagai perpustakaan istana. Seluruh menteri dan para pejabat bekerja di lantai dua ini, tak terkecuali Rain dan juga Cloud. Ruangan mereka terletak di pertengahan lantai dua istana. Sedang lantai tiga, dikhususkan hanya untuk raja dan ratu.


Siapapun yang menjadi raja dan ratu Angkasa, akan menempati lantai tiga istana. Di lantai ini terdiri dari dua puluh lima ruangan super besar yang hanya dikhususkan untuk raja dan ratu. Namun, untuk sampai ke sini harus melewati pasukan khusus yang berjaga di tangga utama.


Rain menempatkan banyak pasukan khusus di setiap tangga menuju lantai atas. Dua tangga berdampingan itu dijaga ketat oleh para pasukan khusus yang diperintah langsung ayahnya. Contoh saja lantai pertama, ada sepuluh pasukan khusus yang berjaga. Lima di tangga kanan dan lima di tangga kiri. Sehingga jika ada hal yang mencurigakan, harus berhadapan dulu dengan pasukan ini.


Sesampainya di lantai dua jika ingin menuju ke lantai tiga, juga harus berhadapan dengan enam pasukan khusus. Tiga di tangga kanan dan tiga di tangga kiri. Begitu juga jika sudah sampai di lantai tiga, tempat di mana kediaman raja dan ratu berada. Harus melewati sepuluh pasukan khusus yang berjaga. Lima di kanan dan lima di kiri.


Pasukan khusus istana adalah pasukan yang memang dibentuk secara terpisah dari pasukan lain. Tugasnya tidak hanya melindungi raja dan ratu, tapi juga bertindak sebagai mata-mata sang raja. Mereka yang terpilih adalah orang-orang kepercayaan raja.


Tidak mudah untuk menjadi seorang pasukan khusus. Mereka harus melewati malam panjang dengan berbagai macam ujian kesetiaan kepada negeri. Dan mereka diperintah langsung oleh raja. Ya, hanya Sky yang dapat memerintahkan para pasukan khusus. Rain sekalipun tidak dapat memberi perintah kepada mereka, hanya bisa menempatkan saja.


Akhirnya, selesai juga.


Ara tampak kelelahan setelah mengajak para pangeran dan putri berkeliling istana. Keringat mulai bermunculan di keningnya. Dan kini ia sedang duduk beristirahat di taman belakang istana.


"Astaga, gaunku sampai basah."

__ADS_1


Gaun hitamnya tertembus keringatnya sendiri. Seketika ia merasa menjadi kurang percaya diri. Ia khawatir jika aroma tubuhnya akan mengganggu para pangeran dan putri lainnya.


"Aku kembali saja."


Segera ia langkahkan kaki menuju kediaman Rain untuk berganti pakaian. Kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh dari taman belakang istana.


Biarkan para putri dan pangeran bersantai dulu di halaman belakang istana. Sementara aku mengganti gaun ini.


Ara tidak menyadari jika sedari tadi ada yang tengah memperhatikannya. Ia terlalu fokus dengan pekerjaan sehingga tidak merasakan jika ada seorang pangeran yang selalu memandanginya dalam setiap kesempatan. Dialah Zu, pangeran dari Negeri Asia.


Dia mau ke mana, ya? Kenapa dia pergi tanpa pamit?


Sejak pertemuan tanpa sengaja di belokan koridor istana itu, Zu merasa pernah mengenal Ara sebelumnya. Namun, ia belum tahu persis di mana perkenalan itu terjadi. Ia masih berpikir dan mencari-cari jawabannya.


Ada hasrat yang muncul dari benaknya untuk mengenal gadis itu lebih jauh lagi. Tapi ia merasa kurang sopan jika berani melakukan hal itu. Terlebih saat ini ia berada di istana kerajaan lain.


"Hei, Kak! Kau sepertinya sangat tertarik pada gadis itu."


Zu menyebut seorang pangeran yang datang bernama Shu. Dan ternyata Shu adalah adik dari Zu sendiri. Keduanya terlahir dari ibu yang sama.


"Minumlah, hari ini melelahkan. Harusnya tadi kita menggunakan kereta untuk berkeliling istana," keluh Shu.


Zu diam saja, ia tidak banyak bicara. Ia masih memikirkan gadis itu.


"Kak, setelah acara ini selesai, aku harap tidak pernah diajak mengunjungi negeri lain lagi." Shu menuturkan.


"Kau keberatan?" tanya Zu seraya meminum air pemberian adiknya.


"Menurutku sangat membosankan. Tidak ada yang menarik," jawab Shu dengan ketusnya.


"Cobalah untuk berbaur dengan pangeran yang lain, Shu. Jangan terlalu menutup diri." Zu menasehati adiknya.

__ADS_1


"Aku malas, Kak. Tidak ada gunanya. Lagipula aku tidak akan menjadi raja sepertimu."


Shu meluruskan kakinya di atas rerumputan halaman belakang istana yang bersih dan kering. Keduanya tengah berteduh di bawah rindangnya pohon mangga.


"Tidak baik seperti itu. Suatu saat kita akan membutuhkan orang lain. Pergilah berbaur!"


Zu meminta adiknya untuk bergabung bersama pangeran lain yang sedang mengobrol santai. Ia tidak ingin adiknya itu terlalu mencolok perhatian dengan menjauh dari kumpulan para pangeran.


Shu sangat berbeda dengan Zu. Ia merupakan putra bungsu kerajaan Asia yang sangat tidak ingin disibukkan dengan hal-hal yang berbau kerajaan. Ia terpaksa ikut bersama kakaknya, datang ke istana Angkasa karena sang ayah tidak lagi dapat berpergian jauh.


Ini membosankan. Aku terpaksa melakukannya.


Shu akhirnya bergabung bersama kumpulan para pangeran. Ia duduk melingkar di antara yang lain. Sedang para putri kerajaan, duduk bersama di gazebo belakang istana. Mereka beristirahat sebelum makan siang tiba.


Udara sejuk dan suara burung-burung yang bersiulan, menemani siang ini. Cuaca cerah juga mendukung aktivitas di luar istana. Tampak para prajurit yang sedang beristirahat di titik jaganya masing-masing.


"Sebentar lagi kita akan melihat pernikahan pangeran Angkasa," cetus salah satu prajurit.


"Menurutmu siapa yang akan bersanding di pelaminan nantinya?" tanya prajurit yang lain.


"Entahlah, tapi aku harap pangeran Rain."


"Apa alasanmu menginginkan dia yang menikah terlebih dulu?" tanya prajurit yang lainnya.


"Kau tahu, semenjak nona Ara ada, pangeran Rain berubah sikap menjadi lebih lunak. Tidak seperti sebelum-sebelumnya, salah sedikit main hukum. Sekarang tidak, kan?"


"Ya, kau benar. Nona Ara bisa melunakkan besi baja yang keras sekalipun."


"Hahahaha. Awas ada yang mengadukannya, kau akan sial nanti."


Para prajurit yang bertugas tampak bersuka cita menyambut hari keputusan raja. Bukan hal asing bagi mereka jika mengetahui hal ini. Seluruh penghuni istana sudah tahu akan kisah cinta segitiga yang terjadi di antara kedua pangerannya dan gadis pemilik nama pohon surga itu.

__ADS_1


__ADS_2