Pendekar Tanpa Nama

Pendekar Tanpa Nama
Mimpi Paling Buruk


__ADS_3

Darah telah berceceran di tanah. Jeroan kepalanya juga sama. Kepala si trisula pecah berantakan. Dia telah tewas. Tewas tanpa mengeluarkan suara keluhan sakit sedikitpun.


Dua Setan Tidak Mengenal Ampun tinggal hanya satu orang saja. Yaitu orang yang berpakaian kuning. Di tangannya tergenggam sebatang seruling giok.


Wajahnya melancarkan kemarahan yang teramat sangat. Kebenciannya kepada Pendekar Tanpa Nama telah memuncak. Amarahnya berkobar seperti lahar gunung berapi.


"Kau harus mampus …" bentak orang tersebut.


Baru saja ucapannya selesai, si seruling sudah tiba di hadapan Pendekar Tanpa Nama. Seruling gioknya melayangkan hantaman dan totokan dahsyat ke beberapa titik tubuh penting.


Sambaran anginnya terasa sangat keras dan membawa hawa yang sangat panas. Serangannya bertambah cepat beberapa kali lipat dari pada sebelumnya.


Pendekar Tanpa Nama sudah mengeluarkan segenap kemampuannya. Serangan seperti itu tidak akan berarti baginya. Dia hanya perlu memiringkan tubuhnya ke samping kanan dan samping kiri. Atau juga mundur satu dua langkah ke belakang.


Semua serangan ganas si seruling tidak ada satupun yang berhasil mengenai tubuhnya. Seolah dia hanya menyerang ke tempat kosong. Padahal dirinya sudah memperhitungkan segalanya dengan cermat.


Jika si seruling sudah mengeluarkan serangan seganas dan sedahsyat itu, maka orang yang mampu menghindarinya bisa dihitung dengan jari tangan. Tak disangka, justru pemuda yang ada di hadapannya masuk dalam hitungan tersebut.


Wushh!!!


Segulung angin menerjang. Suasana langsung tertutup oleh debu dan dedaunan kering.


Blarr!!!


"Ahhh …"


Satu bayangan melesat keluar. Darah memercik ke segala arah. Bau amisnya menyebar menyelimuti halaman luas tersebut.


Si seruling tewas. Kepalanya terlepas dari tempatnya. Seruling gioknya sendiri mencelat entah ke mana.


Tiga Biksu Iblis Neraka dan Kong We si Tuan tanah terbengong. Mereka masih tidak menyangka dengan semua kejadian yang berlangsung sangat cepat itu.


Apakah ini mimpi? Ataukah memang nyata? Siapa yang akan percaya bahwa Dua Setan Tidak Mengenal Ampun tewas hanya dalam waktu yang sangat singkat?


Hawa pembunuhan pekat segera terasa di sana. Amarah, kebencian, dan rasa semangat membakar seluruh tubuh Pendekar Tanpa Nama.


Dia melemparkan sebuah senyuman. Senyuman yang dingin dan tampak mengerikan.


"Siapa berikutnya?" tantang Cakra Buana.

__ADS_1


Suaranya datar. Wajahnya tampak sangat dingin. Sedingin sifat si dia kepadamu.


Tiga Biksu Iblis Neraka dan si Tuan tanah tidak langsung menjawab. Mereka berempat masih belum percaya sepenuhnya atas kematian Dua Setan Tidak Mengenal Ampun.


"Benar-benar jurus yang luar biasa," gumam salah seorang dari Tiga Biksu Iblis Neraka.


Meskipun ucapannya pelan, tapi telinga Pendekar Tanpa Nama sangatlah tajam. Sehingga meskipun orang lain tidak mampu mendengar, tetapi pemuda itu dapat mendengarnya dengan jelas.


"Terimakasih atas pujianmu. Sebentar lagi mungkin kau sendiri akan merasakan bagaimana luar biasanya jurusku," ucapnya masih dengan suara dan ekspresi wajah yang sama.


Orang yang tadi bergumam merasa terkejut. Dia menatap Pendekar Tanpa Nama dengan tatapan tidak percaya.


'Bagaimana dia bisa mendengar ucapanku?' batinnya bertanya-tanya.


Suasana mendadak hening. Angin berhembus membawa hawa kematian. Rembulan mulai bergeser ke sebalah barat. Rembulan lenyap dari cakrawala.


Wushh!!!


Tiga Biksu Iblis Neraka mendadak melesat sangat cepat ke arah Pendekar Tanpa Nama. Mereka merupakan ahli dalam hal bertarung dengan tangan kosong.


Tiga gulungan angin menerjang pemuda itu. Masing-masing dari mereka melancarkan kebutan tangannya.


Datangnya tiga serangan itu sangat tiba-tiba sekali.


Pendekar Tanpa Nama tersenyum dingin. Dia juga mengibaskan tangan kanannya. Sekali kibasan tangan, semua serangan lawan telah menghilang tanpa jejak.


Plakk!!!


Entah bagaimana caranya, tapi Tiga Biksu Iblis Neraka mendadak terpental dua langkah ke belakang. Dada mereka terasa sesak. Untuk bernafas pun rasanya sangat sulit.


Dalam benaknya masing-masing bertanya-tanya bagaimana pemuda itu melancarkan serangan tanpa diketahui, sayangnya sejauh apapun mereka memikirkan hal tersebut, hasilnya tetap akan sia-sia.


Karena hal itu tidak akan ada yang mengetahuinya kecuali Pendekar Tanpa Nama sendiri.


Wuttt!!!


Bayangan merah berkelebat. Tiga serangan tapak dilancarkan oleh Pendekar Tanpa Nama. Tiga Biksu Iblis Neraka tersentak kaget.


Mereka segera menangkis serangan dadakan itu. Tangannya diangkat ke atas.

__ADS_1


Plakk!!!


Benturan tangan terjadi. Tiga lawan Pendekar Tanpa Nama merasa masing-masing tangannya tergetar hebat.


Belum habis rasa sakit yang mereka rasakan, serangan berikutnya telah datang kembali.


Tiga Biksu Iblis Neraka bertarung lebih serius lagi. Jurus-jurus simpanan miliknya langsung dikeluarkan dengan segenap kemampuannya.


Tiga pertarungan sengit berlangsung di depan mata Kong We si Tuan tanah. Orang itu bukanlah orang sembarangan, dia juga termasuk ke dalam jajaran tokoh yang hampir mencapai tingkatan pilih tanding.


Sehingga meskipun pertarungan Pendekar Tanpa Nama melawan Tiga Biksu Iblis Neraka berjalan sangat cepat, tapi Kong We masih bisa melihat dengan jelas.


Berbagai macam sinar menyelimuti tubuh empat tokoh tersebut. Benturan pukulan dan tendangan terdengar meramaikan malam yang mulai sepi sunyi.


Belasan jurus telah berlangsung. Semakin lama jalannya pertarungan, semakin hebat juga hawa pembunuhan yang terasa di sana.


Wushh!!! Blarrr!!!


Satu bayangan terlempar jauh ke belakang. Satu lawan Pendekar Tanpa Nama tewas dengan dada hancur.


Disusul kemudian dengan seorang lawan lainnya. Orang itu juga sama, dia langsung tewas begitu terlempar karena jurus dahsyat Pendekar Tanpa Nama.


Tinggal satu orang yang masih tersisa. Dia bertahan lebih lama sedikit dari dua rekannya. Sepertinya orang itu mempunyai kemampuan yang sedikit lebih tinggi. Tapi sayangnya masih jauh untuk mengimbangi kekuatan Pendekar Tanpa Nama.


Gelegar!!!


Ledakan yang sangat keras mendadak terdengar. Darah berhambura. Potongan tubuh juga terlempar ke segala arah. Tubuh lawan terakhir Pendekar Tanpa Nama tidak karuan.


Tiga Biksu Iblis Neraka tewas mengenaskan. Bahkan kematian mereka lebih parah dari pada Dua Setan Tidak Mengenal Ampun.


Kong We si Tuan tanah semakin membelalakkan matanya. Nafasnya terasa berhenti untuk sesaat. Dia tercekat, kejadian malam ini benar-benar seperti mimpi paling buruk dalam hidupnya.


Seumur hidup, baru kali ini dia merasakan hal seperti sekarang. Dadanya berdebar keras. Jantungnya juga berpacu sangat cepat seperti telah berlari menempuh jarak yang sangat jauh.


Pendekar Tanpa Nama berdiri mematung di tengah genangan darah Tiga Biksu Iblis Neraka. Bajunya berkibar tertiup angin. Dia tidak terlihat seperti manusia lagi. Di mata si Tuan tanah, pemuda itu justru seperti Malaikat Pencabut Nyawa.


Rasa takut segera menjalar ke seluruh tubuh Kong We. Seberani-beraninya manusia, jika dia hadir di sini sekarang, sudah pasti perasaannya tidak akan jauh berbeda dengan si Tuan tanah sekarang


Sekarang, nama besar Dua Setan Tidak Mengenal Ampun dan Tiga Biksu Iblis Neraka akan terkubur. Mereka tidak akan terdengar lagi di dunia persilatan. Sebab sekarang, lima tokoh terkenal itu telah tewas di tangan seorang pemuda berjuluk Pendekar Tanpa Nama.

__ADS_1


__ADS_2