
Pata tokoh pilih tanding saling pandang. Di antara mereka, belum ada yang bicara sampai sekarang pun. Semuanya bingung, namun bukan bingung menjawab. Tetapi bingung bagaimana caranya supaya semua anggota Organisasi Naga Terbang itu berani menampakkan dirinya.
Karena kalau keadaannya seperti ini terus, pihak pendekar Tionggoan bakal berada di posisi yang sangat-sangat tidak menguntungkan.
"Ehemm, kami mengakui bahwa kemampuan kalian memang hebat. Tapi kami bakal lebih mengakui lagi kalau sampai kalian berani menampakkan diri," ucap Pendekar Tanpa Nama secara tiba-tiba.
Suaranya tegas dan lantang. Apalagi dalam suara itu ditambahkan pula saluran tenaga dalam cukup tinggi.
"Kalau kami berani menampakkan diri, apa yang akan kalian inginkan?" kata suara tersebut.
"Kami bakal mengikuti kemauan kalian," jawab pemuda itu.
"Kami ingin semua orang yang ada di sini tunduk kepada Organisasi Naga Terbang,"
Semua orang langsung geram setelah mendengar ucapan tersebut. Otot-otot para tokoh semakin mengencang. Mereka sudah tidak sabar ingin mengahncur leburkan semua anggota Organisasi Naga Terbang.
Memangnya siapa yang tidak akan marah kalau musuh besarnya berucap demikan? Kalau kau adalah bagian mereka para pendekar Tionggoan, mungkin kau pun bakal merasakan hal yang sama.
Pendekar Tanpa Nama tidak langsung menjawab. Bagaimanapun juga dirinya sadar akan posisi. Cakra Buana adalah pendatang dari negeri yang jauh. Dia sama sekali tidak mempunyai hak untuk memutuskan sesuatu yang berhubungan dengan dunia persilatan Tionggoan.
Pendekar Tanpa Nama adalah orang luar. Kalau tidak terikat masalah yang secara tak sengaja menyeret dirinya ke dalam lumpur, mungkin sekarang pemuda itu sudah kembali ke tanah kelahirannya sejak beberapa waktu yang lalu.
Tapi apa lacur, dirinya malah terseret ke dalam masalah yang berkepanjangan ini.
Selain pasrah dan mengikuti alurnya, memangnya apalagi yang dapat dia lakukan?
Lari dari masalah?
Tidak, tidak mungkin Cakra Buana bakal melakukan perbuatan rendahan seperti itu.
Dia adalah seorang lelaki sejati. Dan setiap lelaki sejati, pasti tidak akan lari dari masalah yang menjeratnya. Serumit apapun, sebahaya apapun, seorang lelaki sejati pasti bakal menghadapi setiap masalahnya dengan segenap kemampuan.
Setiap pria yang menyebut dirinya sebagai lelaki sejati pasti lebih memilih mati dari pada harus lari dari masalah.
Seorang yang melarikan diri dari masalah hanyalah mereka yang pengecut.
Pengecut yang tiada duanya lagi.
__ADS_1
Karena sekian lama Cakra Buana terdiam, akhirnya Tiang Bengcu maju ke depan. Dia berhenti tepat di sampingnya.
"Baik, kami akan mengabulkan permintaanmu. Tapi dengan satu syarat," kata Tiang Bengcu dengan lantang.
Suara tertawa yang menyeramkan berkumandang. Suara itu mengalun bersama heningnya malam. Saking seramnya suara tawa tersebut, sampai-sampai kelelawar yang tadi berdecit dan binatang malam lainnya yang sebelumnya berbunyi riang, sekarang telah lenyap ditelan suara tawa itu.
"Asalkan syarat yang kau ajukan tidak melebihi batas, asalkan tidak kurang ajar, maka kami pasti akan mengabulkannya," ucap orang tersebut.
"Kami tidak meminta harta," tegas Tiang Bengcu.
"Sekalipun minta harta, berapa pun jumlahnya pasti akan segera kami berikan,"
Semua anggota Organisasi Naga Terbang adalah tokoh tanpa tanding. Ilmu yang mereka miliki sudah mencapai tahap sempurna.
Dalam dunia persilatan, selama kau mempunyai kekuatan di atas rata-rata, maka jika ingin mendapatkan harta bukanlah hal yang sulit. Bahkan teramat gampang.
Jangankan harta, kasarnya, jika ingin sebuah istana pun bisa kau peroleh dengan gampang.
Kalau seseorang sudah berada di posisi atas, memangnya hal apalagi yang tidak bisa dia dapatkan?
"Tapi bukan itu syarat yang bakal aku ajukan,"
"Aku ingin bertarung bersama kalian semua. Satu lawan satu. Kalau orang-orang kami yang menjadi perwakilan bisa dikalahkan, maka kami semua akan tunduk kepada kalian. Tapi kalau kami tidak kalah semuanya, maka jangan harap kami tunduk kepada kalian," ucap Naga Kebenaran Dari Nirwana itu dengan yakin.
Semua orang terkejut atas ucapan Tiang Bengcu. Terlebih lagi para tokoh pilih tanding yang ada di sekitarnya. Pasalnya mereka semua sudah mengetahui bagaimana tangguhnya calon musuh sekarang.
Dari suaranya saja sudah bisa ditebak sampai di mana tingginya kemampuan anggota Naga Terbang. Tapi kenapa sekarang Tiang Bengcu malah berkata demikian? Apakah dia mempunyai cara tersendiri untuk mengalahkan mereka? Atau hanya mengandalkan modal keyakinan saja?
Tiada seorangpun yang tahu akan hal tersebut. Hanya saja, empat datuk dunia persilatan terlihat sangat girang. Hal itu mungkin disebabkan karena mereka sudah tidak sabar ingin melumatkan seluruh anggota yang sangat rahasia itu.
Suara yang menyeramkan itu kembali tertawa. Tertawa yang sangat riang gembira.
"Hahaha … bagus, bagus. Ternyata kau pemuda yang pemberani, Bengcu yang dapat dibanggakan. Tapi apakah kau yakin?"
"Sangat yakin," jawabnya mantap.
"Tidak akan menyesal?"
__ADS_1
"Apapun yang terjadi, aku tidak akan menyesal,"
"Bagus. Kalau begitu baiklah, kami akan muncul sekarang juga,"
Wushh!!! Wushh!!!
Angin tiba-tiba berhembus sangat cepat. Debu mengepul tinggi menutupi pandangan mata semua orang yang hadir. Hawa kematian dan hawa pembunuhan yang sebelumnya menghilang, sekarang terasa kembali.
Setiap manusia di sana merasakan dua hawa yang menakutkan itu
Setelah debu menghilang, siapapun dapat melihat bahwa di hadapan para tokoh pilih tanding, kini telah berdiri tujuh orang asing berjubah hitam.
Semuanya memakai pakaian yang sama.
Mereka memakai jubah hitam, cadar hitam. Bahkan kerudung hitam. Tiada yang berbeda di antara mereka kecuali hanya satu orang.
Orang yang paling tengah mempunyai penampilan yang berbeda dari yang lainnya. Orang di tengah itu memakai pakaian berwarna merah muda. Diapun memakai cadar dengan warna sama yang menutupi sebagian wajahnya.
Bola matanya hitam bening. Sepasang alisnya rapi dan sedikit tebal.
Tubuhnya tinggi. Bentuknya padat sempurna. Rambut orang tersebut panjang semampai sebagian dibiarkan terurai. Sebagian lagi digelung sedikit.
Di tangan kananya terdapat sebuah kipas berwarna sama. Kipas yang cantik, kipas yang mempesona. Dadanya menyembul padat berisi.
Siapapun dapat melihat dengan jelas bahwa orang yang dimaksud merupakan seorang wanita.
Wanita cantik yang sanggup membuat jantung setiap pria berdetak keras.
Jika pada saat memakai cadar saja sudah sanggup menggetarkan setiap pria yang ditemui, lalu bagaimana kalau cadar itu dibuka?
Mungkin setiap pria yang hadir bakal merasa seluruh tubuhnya lemas.
Kalau tidak melihat secara langsing, siapapun tidak bakal ada yang percaya bahwa di dalam Organisasi Naga Terbang ternyata terdapat seorang wanita cantik. Lebih tepatnya dua orang, tapi yang satu lagi tiada yang tahu kecuali Cakra Buana sendiri.
Tujuh orang tersebut masih berdiri tanpa bersuara sedikitpun. Mulut mereka diam, hanya saja setiap pasang mata itu memperhatikan para tokoh pilih tanding satu persatu.
Tiang Bengcu dan yang lainnya terkejut. Mereka tidak menyangka bahwa tujuh orang itu ternyata membawa sebuah kekuatan tersendiri. Tanpa sadar, orang-orang tersebut merasa sedikit takut karena hawa yang dibawa para anggota Organisasi Naga Terbang.
__ADS_1
"Selamat datang dan selamat bertemu …" ucap Tiang Bengcu sambil menjura kepada mereka.