Pendekar Tanpa Nama

Pendekar Tanpa Nama
Pedang Biru


__ADS_3

Trangg!!! Trangg!!! Trangg!!!


Tiga kali suara nyaring terdengar hampir secara bersamaan. Tiga senjata pusaka lawan telah patah menjadi dua bagian.


Tiga korbannya tidak akan ada yang menyangka jika senjata mereka mampu ditebas patah oleh Pendekar Tanpa Nama. Kalau tidak mengalaminya sendiri, orang-orang itu pasti tidak akan ada yang percaya.


Pedang Naga dan Harimau ternyata benar-benar sebuah pusaka yang mengerikan. Ketajamannya seolah tiada duanya. Kekuatan baja yang menjadi bahan dasarnya seolah tiada bandingannya.


Tiga korbannya tersentak setengah mati. Detik berikutnya, mereka benar-benar telah mati.


Entah kapan, tiga nyawa kembali melayang oleh Pendekar Tanpa Nama. Semua pembunuh yang berlangsung terjadi dalam sekejap mata. Tiada seorangpun yang dapat membayangkan bagaimana mengerikannya jurus Pendekar Tanpa Nama.


Enam nyawa manusia telah dicabut oleh Cakra Buana. Tinggal sembilan nyawa yang masih tersisa. Menurut pandangan dirinya, di antara sembilan lawan yang masih menyerang, ada tiga lawan yang paling tangguh.


Tiga orang tersebut harus dia perhitungkan dengan matang. Serangan ketiganya benar-benar berbeda dari yang lainnya. Tiga orang itu yang paling berbahaya, sebab hanya mereka yang mampu bergerak sangat cepat.


Tiga batang senjata pusaka berbeda kembali melayang ke arahnya. Serangan tersebut dilakukan secara serempak. Ketajaman pedang pusaka lawan tidak bisa dipandang sebelah mata, kekuatan senjatanya juga tidak boleh di pandang remeh, hanya saja, baik ketajaman maupun kekuatan, semuanya masih berada di bawah Pedang Naga dan Harimau.


Trangg!!! Clangg!!!


Suara benda keras berjatuhan terdengar tiga kali memecahkan keheningan malam. Tiga batang pusaka kembali ditebas oleh Pedang Naga dan Harimau.


Sebelum pemiliknya tahu apa yang sudah terjadi, pedang pusaka milik Pendekar Tanpa Nama telah menembus ujung tenggorokan mereka.


Darah kembali keluar dari tubuh lawannya. Setiap orang yang menjadi korban keganasan pemuda itu, semuanya membawa rasa penasaran dan rasa ngeri ke alam baka.


Darah sudah mengalir membahasi .edan pertarungan tersebut. Semilir angin menerbangkan bau amis yang mampu membuat perut terasa mual.


Si Setan Tombak Halilintar sejak tadi sudah turun tangan. Dia juga sudah mengeluarkan serangan sangat yang dimiliki. Sayangnya semua usaha itu gagal total.


Kecepatan serangannya masih kalah dengan kecepatan Pendekar Tanpa Nama saat bergerak. Dua rekannya juga mengalami hal yang serupa. Mereka tidak mampu menembus benteng pertahanan Cakra Buana.


Tiga tokoh terkenal di dunia persilatan Tionggoan yang selalu ditakuti karena keganasan serangannya itu, sekarang justru terlihat seperti anak kecil.


Seolah mereka tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka seperti tidak mampu berbuat sesuatu yang berarti di hadapan Pendekar Tanpa Nama.

__ADS_1


Trangg!!! Wush!!!


Benturan nyaring terdengar untuk yang kesekian kalinya. Dua tokoh yang menjadi lawan Cakra Buana terdorong mundur sejauh lima langkah.


Sekarang pemuda itu masih bertarung sengit melawan Setan Tombak Halilintar.


Meskipun Pendekar Tanpa Nama sudah mengeluarkan Jurus Pedang Kilat Tak Berbentuk, ternyata tokoh tua itu masih mampu untuk menghindarinya.


Sekalipun si Setan Tombak Halilintar tidak mampu melihat serangan Cakra Buana dengan jelas, tapi dia masih sanggup untuk menghindar.


Alasannya hanya satu, orang tua yang terkenal dengan kekejamannya itu mempunyai kepekaan terhadap ancaman maut yang sangat tinggi. Bahkan kepekaannya melebihi para tokoh lainnya.


Wushh!!! Trakk!!!


Dua senjata pusaka kelas atas berbenturan. Tombak milik Setan Tombak Halilintar menempel dengan Pedang Naga dan Harimau milik Pendekar Tanpa Nama.


Pertarungan terhenti sesaat. Kedua senjata itu terus menempel tanpa mau dipisahkan satu sama lain.


Wushh!!!


Pertarungan hebat itu belum dilanjut kembali. Tiga lawan Pendekar Tanpa Nama masih berdiri mematung. Belum ada yang bergerak lagi di antara mereka.


Ketiga tokoh tersebut sedang terkejut setengah mati. Mereka baru melihat seorang pendekar muda seperti Pendekar Tanpa Nama ini.


Dalam hatinya masing-masing, ketiganya sangat menyesal karena seorang pendekar muda dengan bakat bagus malah menjadi musuhnya. Coba kalau dia sealiran dengan mereka, mungkin harapan untuk melenyapkan aliran putih akan terwujud.


Sayangnya, kenyataan berkata lain. Pendekar muda dengan kecerdasan di atas rata-rata itu ternyata musuh terberat mereka untuk saat ini.


Mau tidak mau mereka harus membunuhnya sekarang. Karena kalau tidak sekarang, mau kapan lagi? Suatu saat nanti mungkin dirinya akan menjadi lebih berbahaya lagi. Kelak, pendekar muda itu bukan tidak mungkin akan menjadi musuh tersulit yang pernah ada.


"Kemampuan yang hebat. Baru sekarang aku menemukan lawan yang sanggup menangkis semua jurusku, padahal aku sudah mengeluarkan delapan bagian tenaga dalam," kata Setan Tombak Halilintar memuji Pendekar Tanpa Nama dengan tulus.


Dia memang baru mengalami kejadian seperti ini. Seumur hidupnya, Setan Tombak Halilintar tidak akan bisa melupakan kejadian yang sekarang berlangsung.


"Terimkasih atas pujianmu. Tapi aku tidak butuh, yang aku butuhkan bukan pujian darimu, yang aku butuhkan hanyalah nyawamu," jawab Pendekar Tanpa Nama dengan dingin.

__ADS_1


Suaranya tegas. Nada bicaranya juga tegas. Dalam perkataan tersebut, terdapat sebuah kekuatan yang seolah-olah mampu menarik apapun di sekitarnya.


"Bocah ingusan, hadapi aku dulu …" bentak seorang tokoh yang merupakan rekan di Setan Tombak Halilintar.


Orang itu menggunakan pedang. Kemampuannya dalam bermain pedang tidak bisa dianggap enteng, meskipun belum setinggi kemampuan Pendekar Pedang Tanpa Bayangan, tapi kemampuan orang tersebut juga sudah diakui oleh semua kalangan.


Dia mendapat julukan Pedang Biru, karena memang sarung pedangnya berwarna biru.


Wushh!!!


Pedang Biru melesat secepat rajawali menyambar mangsa. Baru saja berkedip, serangannya telah tiba di depan mata. Satu tusukan hebat langsung dia lancarkan mengincar jantung Pendekar Tanpa Nama.


Si Pedang Biru sangat yakin kalau serangannya pasti akan berhasil. Sebab dalam serangan kali ini, dia telah mengeluarkan seluruh kekuatannya. Jurus hebat itu dinamakan Tusukan Maut.


Karena pada dasarnya jurus tersebut memang membawa maut. Membawa kabar kematian. Selama pengembaraan dalam dunia persilatan, si Pedang Biru tidak pernah gagal jika sudah mengeluarkan jurus Tusukan Maut yang sudah mencapai tahap kesempurnaan tersebut.


Trang!!! Clangg!!!


Pedang milik si Pedang Biru telah patah menjadi tiga bagian. Entah kapan Pendekar Tanpa Nama mematahkan senjatanya. Namun yang pasti saat ini, pedang pusaka yang selalu dia banggakan itu telah benar-benar patah.


Pedang tersebut kutung hingga hampir ke pangkal pedang. Yang tersisa tinggal gagangnya saja.


Sebelum si Pedang Biru melakukan gerakan lainnya, ujung pedang milik Pendekar Tanpa Nama telah menusuk tepat di jantungnya.


Si Pedang Biru tersentak sesaat. Sepasang matanya melotot tajam ke arah Pendekar Tanpa Nama. Gagang pedang yang sebelumnya dia genggam, kini terjatuh bersamaan dengan nyawanya melayang.


Dua rekannya ingin membantu, sayangnya mereka tidak mampu. Sebab gerakan Pendekar Tanpa Nama terlampau cepat, selain itu, gerakan tersebut juga diluar dugaan.


###


Maaf ya baru sempat up hehe. Maklum lah, pasti pada ngerti wkwk.


Oh iya, minal aidzin walfaidzin ya, mohon maaf kalau author punya salah baik yang disengaja ataupun tidak disengaja. Semoga kita semua diberikan kesehatan, semoga semua ibadah kita diterima di sisi Tuhan … aamiin.


Semoga juga kalian tetap setia mengikuti kisah ini hihi …

__ADS_1


__ADS_2