
"Aku Anjani, ini Adikku Anjasih, dan ini Kakakku Anggraeni, orang-orang biasa menyebut kami sebagai Tiga Iblis Cantik. Datang kemari ingin membunuhmu," jawab Anjani yang berada di pinggir sebelah kanan.
Pada saat dia berkata, mulutnya memberikan senyuman sinis. Sepertinya dia sangat memandang remeh Ling Ling.
"Kita tidak mempunyai permusuhan. Bahkan bertemu pun baru kali ini, tapi kenapa kalian bertekad ingin membunuhku?" tanya Dewi Bercadar Merah dengan tenang.
Walaupun dia tahu kalau Tiga Iblis Cantik ini mempunyai kemampuan di atas dua orang pria yang sudah dia bunuh sebelumnya, tapi sedikitpun Ling Ling tidak gentar.
Bahkan dia ingin tahu setinggi mana ilmu tiga wanita cantik berhati kejam tersebut.
"Ada alasan atau tidak ada alasan, semuanya tetap sama. Membunuh tetap membunuh. Terkadang ada hal di dunia ini yang dilakukan oleh seseorang hanya karena alasan ingin. Tidak kurang dan tidak lebih," jawab Anggraeni.
Ling Ling mengangguk. Di alam mayapada ini memang banyak hal-hal demikian. Tidak sedikit seseorang yang melakukan pekerjaan sulit dan beresiko hanya karena alasan dirinya ingin saja. Atau bisa juga dikatakan sedang iseng.
Sebagai contoh, si kaya rela mengeluarkan harta banyak untuk membangun sebuah candi. Setelah candi itu berdiri kokoh, lalu dia malah membiarkannya begitu saja.
Bukankah hal ini sangat konyol? Kalau untuk dibiarkan, lalu buat apa dia membuat candi tersebut?
"Aku tahu dan aku mengerti," jawab Dewi Bercadar Merah.
"Bagus, sepetinya kau tidak bodoh,"
"Aku memang bukan orang bodoh. Tapi banyak sekali orang-orang bodoh di sekitarku. Seperti kalian ini misalnya," katanya sambil mencibir.
"Lancang juga mulutmu. Sepertinya kau harus diberikan pelajaran agar tahu sedikit sopan santun …" bentak Anjasih bengis.
Dia tidak terima Tiga Iblis Cantik disebut bodoh oleh orang asing. Hinaan itu adalah salah satu hinaan yang paling dibenci oleh dirinya.
Dewi Bercadar Merah tidak menjawab. Dia hanya tersenyum mengejek sambil melakukan persiapan. Ling Ling tahu kalau malam ini bakal banyak sekali kejadian yang terjadi diluar dugaannya.
Perduli siapapun yang datang, yang jelas dia sudah tahu dalang dibalik semua ini.
__ADS_1
Bahkan dia juga yakin kalau dalang tersebut hadir pula di sekitarnya. Hanya saja dia sedang menunggu waktu yang tepat untuk menunjukkan dirinya.
Lalu siapakah dalang tersebut? Apa alasan dia ikut campur dalam proses penyembuhan Ratu Ayu? Apakah rencana dirinya sudah diketahui oleh musuh?
Ling Ling tidak mau memikirkan hal tersebut. Perduli siapapun orang itu, dia tetap tidak akan takut. Yang jelas untuk saat ini dia harus mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuannya. Sebab Dewi Bercadar Merah tahu kalau ketiga wanita cantik itu bukanlah lawan enteng.
Dia pun harus menyelesaikan pertarungan secepatnya. Lebih cepat lebih baik. Karena hatinya menduga kalau semua ini belumlah seberapa. Bukan tidak mungkin kalau malam ini akan berubah menjadi malam yang penuh dengan pertumpahan darah.
Wushh!!!
Tiga bayangan putih meluncur ke arahnya. Tiga Iblis Cantik telah melancarkan serangan pertama. Tiga buah selendang pusaka mendadak menjulur ke depan bagaikan tusukan pedang pusaka yang sangat tajam dan berbahaya.
Dewi Bercadar Merah segera menyalurkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya. Sekali bergerak, dia telah hilang dari pandangan mata.
Jurus Menghilang di Tengah Keramaian memang tiada duanya. Bayangannya mendadak lenyap tanpa jejak. Tiga buah selendang yang sudah meluncur tadi hanya mengenai tempat kosong.
Serangan pertama Tiga Iblis Cantik gagal total. Hal ini membuat mereka penasaran. Padahal ketiganya yakin kalau masing-masing dari mereka sudah mengerahkan kemampuannya hingga ke titik tertinggi.
"Awas di belakang …" teriak Anjani memberikan peringatan kepada dua orang saudaranya.
Wushh!!!
Ternyata benar, belum selesai perkataan Anjani, segulung angin keras telah menyambar tiba. Ketiganya melompat ke depan lalu menjejakkan kakinya di tengah udara dan langsung membalikkan badan.
Serangan susulan berikutnya kembali dilayangkan dalam waktu singkat. Tiga buah selendang pusaka itu menyatu seperti tiga naga yang sedang mengamuk. Angin badai menerbangkan atap penginapan. Pohon-pohon yang berada dalam jarak sepuluh tombak di sekitarnya bergoyang dengan kencang. Daunnya berguguran tertiup hembusan angin.
Blarr!!!
Ledakan terdengar lebih hebat. Saking hebatnya, bahkan penginapan itu terasa seperti mau runtuh. Tiga Iblis Cantik terdorong ke belakang sejauh tiga tombak.
Masing-masing tubuh mereka tergetar. Setetes darah segar terlihat di ujung mulutnya.
__ADS_1
Ketiga wanita cantik itu tidak pernah menyangka kalau gadis jelita yang tadi dipandang remeh olehnya ternyata mempunyai kemampuan yang sangat tinggi.
Baru sekarang mata mereka terbuka kalau dirinya telah salah menilai orang.
Sementara itu di dalam kamar penginapan, Pendekar Tanpa Nama hampir menyelesaikan tugasnya. Perjuangannya selama tiga hari tiga malam tanpa berhenti itu ternyata benar-benar membuahkan hasil baik.
Keadaan Ratu Ayu perlahan mulai normal seperti sedia kala. Tapi wanita agung itu masih memejamkan mata. Sekalipun benar keadaannya hampir pulih, namun dia pun masih memerlukan waktu untuk istirahat setidaknya satu atau dua hari.
Hal itu ditujukkan untuk mengembalikan tenaga luar dan tenaga dalamnya. Dalam penyembuhan itu pun Ratu Ayu harus mengkonsumsi berbagai macam ramuan agar mempercepat proses tersebut.
Menurut perhitungannya, setidaknya masih membutuhkan waktu sekitar satu jam lagi untuk menyelesaikan pengobatan Ratu Ayu.
Selama tiga hari tiga malam ini, Pendekar Tanpa Nama memang benar tidak bergerak sedikitpun. Jangankan bergerak, membuka matanya pun tidak sama sekali.
Namun bukan berarti dia tidak tahu apa yang terjadi di dunia luar. Bahkan pemuda itu tahu dan bisa mendengar apa saja yang sedang terjadi.
Hatinya diliputi berbagai macam perasaan. Antara marah bercampur gemas.
Marah karena ada banyak orang yang ingin mencoba membunuh kekasihnya dan ingin menggagalkan usahanya. Dan gemas karena dia tidak bisa memberikan bantuan apapun untuk menolongnya.
Dalam hatinya, diam-diam Pendekar Tanpa Nama bersumpah bahwa dia akan membunuh siapapun orang yang menggagalkan usahanya ini.
Di atas atap penginapan, pertarungan antara Dewi Bercadar Merah dan Tiga Iblis Cantik telah berlangsung semakin sengit. Puluhan jurus sudah mereka lalui. Semua jurus yang dikeluarkan adalah jurus-jurus kelas atas dan jarang terlihat di dunia persilatan.
Sian-li Bwee Hua bukanlah orang yang baru pertama kali menghadapi pertarungan hidup dan mati, dia sudah melewati ratusan pertempuran berat seperti itu. Semua jurus di Tanah Tionggoan telah dia saksikan semuanya. Tidak ada jurus yang belum disaksikan.
Hanya saja, jurus-jurus yang dikeluarkan oleh Tiga Iblis Cantik sekarang ini merupakan jurus asing. Jurus aneh namun sangat dahsyat. Belum pernah dia melihat jurus seperti sekarang ini.
Oleh sebab itulah Ling Ling merasa kesulitan. Tapi bukan berarti dia bakal kalah. Dirinya yakin bisa mengalahkan tiga musuh beratnya itu. Hanya saja, gadis tersebut sedang mencari cara agar semua lawannya mau turun dari atap.
Sebenarnya apa yang akan dilakukan olehnya?
__ADS_1