
Ketiga tokoh tanpa tanding itu tergetar mundur dua sampai tiga langkah ke belakang. Darah dalam dirinya bergolak hebat. Pendekar Tanpa Nama, Prabu Katapangan dan Ratu Ayu langsung menyalurkan hawa murni ke seluruh tubuh.
Mereka harus bertindak cepat. Sebab kalau tidak seperti itu, maka organ dalamnya akan lebih terguncang lagi. Kalau sampai hal itu terjadi, bukan mustahil jika masing-masing dari mereka akan mengalami luka parah.
Malah bukan saja masing-masing pemilik tubuhnya, masing-masing pusaka yang berada di genggaman tangannya juga terlihat bergetar. Di antara pusaka mereka bertiga, hanya Pedang Naga dan Harimau saja yang tampak tidak memberikan reaksi apapun.
Senjata pusaka warisan dari Pendekar Tanpa Nama itu justru malah menyala terang. Hawa kematian yang dikeluarkan olehnya semakin cemerlang. Pamornya sudah hampir mencapai ke titik tertinggi.
Sementara itu, di sisi lain, Selir Anjani terlihat memberikan senyuman sinis dan mengejeknya kepada Pendekar Tanpa Nama beserta lainnya. Pusaka Tri Tunggal Maha Dewa dan Kujang Dewa Batara masih digenggam erat di tangan kanan dan kirinya.
Bukan saja kedua pusaka maha sakti itu tetap diam, malah tubuh Selir Anjani juga tidak tergetar ataupun terdorong mundur seperti yang lainnya. Tubuh indah itu tetap di posisinya semula. Masih berdiri dengan tenang dan santai.
"Hahaha … apakah hanya seperti ini saja kemampuan kalian? Hemm, kalau cuma begini, jangan harap bisa membunuhku. Yang ada justru sebaliknya, akulah yang bakal membunuh kalian," teriaknya lantang.
Selesai dia berkata sombong seperti barusan, Selir Anjani lantas tertawa sangat lantang. Suaranya menggetarkan jantung setiap prajurit yang hadir. Dari suara itu saja, semua orang sudah bisa menebak kalau wanita itu, pada saat ini telah mengeluarkan seluruh kekuatan yang dimilikinya.
Penguasa Kegelapan adalah seorang gembong iblis. Dia merajai dunia hitam di Tanah Pasundan. Di negeri ini, rasanya belum ada satupun manusia yang sanggup mengalahkannya.
Tak nyana, dengan bodohnya orang tua itu rela menyerahkan seluruh kekuatan dan tenaga dalam hasil latihannya puluhan tahun hanya didasari karena alasan cinta.
Dalam hal ini, apakah Penguasa Kegelapan termasuk ke dalam jajaran orang bodoh?
Tentu jawabannya adalah tidak.
Kekuatan cinta itu sangat besar. Lebih besar dari apapun. Karena cinta, yang pintar bisa jadi bodoh, yang kuat bisa jadi lemah dan yang gembira bisa jadi terpuruk. Bahkan bukan tidak mungkin pula jika yang terjadi malah sebaliknya.
Di dunia ini, berapa banyak orang yang lemah tiba-tiba jadi kuat hanya karena cinta? Berapa banyak pula orang yang kuat hanya gara-gara sesuatu bernama cinta?
__ADS_1
Cinta itu segalanya. Bahkan orang yang matipun bisa hidup kembali hanya karena cinta. Begitu juga sebaliknya. Orang yang hidup, bisa mati gara-gara cinta.
Mendengar ucapan Selir Anjani yang begitu pongah, empat datuk dunia persilatan yang hadir di halaman Istana Kerajaan tersebut sudah tidak bisa menahan diri lagi.
Mereka tidak bisa diam saja melihat iblis berlaku sombong di depannya. Mereka juga tidak terima, karena secara tidak langsung wanita itu sudah menghina dan merendahkan semua orang yang hadir di sana. Termasuk mereka sendiri.
"Keparat. Jangan hanya karena memegang dua senjata pusaka itu, kau bisa berlaku seenaknya. Mari kita buktikan sekatang!!!" teriak si Pedang Angin Puyuh yang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.
Wutt!!!
Tubuhnya melompat lalu melesat ke depan. Sebuah pedang yang memancarkan sinar keperakan sudah diloloskan dari sarungnya. Pedang pusaka itu amat tajam. Setiap kali digerakkan, selalu memunculkan hembusan angin kencang ke arah musuhnya.
Inilah Pedang Bayu Sawarga!!!
Sebuah pusaka kelas atas dunia persilatan yang sudah terkenal ke pelosok penjuru negeri. Siapapun orangnya, selama dia merupakan orang persilatan, pasti pernah mendengar bagaimana bahayanya Pedang Bayu Sawarga ini.
Angin kencang datang menerjang ke arah Selir Anjani. Disusul kemudian dengan satu tebasan pedang yang teramat kuat dan dahsyat.
Si Pendekar Mata Satu sudah datang menerjang pula dengan tombak miliknya. Tombak itu berwarna hitam legam. Menebarkan hawa kematian. Dan membawa perasaan ngeri bagi setiap lawannya.
Tombak Kilat Pelebur Sukma!!!
Pusaka milik Pendekar Mata Satu ini tidak kalah hebatnya dengan Pedang Bayu Sawarga. Kelebihan tombak ini adalah bisa melesat secepat kilat yang menyambar.
Kalau lawannya merupakan pendekar kelas atas, jangan harap dia bisa selamat dari tusukannya. Selama ini, rasanya belum ada yang benar-benar mampu menghadapi daya kekuatan pusaka tersebut.
Selain dari dua datuk itu, si Kakek Bintang juga turut bertindak. Sepasang tangannya yang kokoh bagaikan gunung itu telah melancarkan dua buah pukulan. Setiap pukulan mengandung kekuatan maha dahsyat. Tanoa tanggung-tanggung, dia langsung mengeluarkan jurus pamungkasnya.
__ADS_1
Pukulan Surya Dewata!!!
Sebuah jurus kanuragan yang sudah melegenda. Ilmu pukulan berhawa panas yang tiada tandingannya. Menurut dongeng yang beredar, konon katanya ilmu itu dapat menghancurkan satu gunung jika di pukulkan ke arahnya.
Tidak mau kalah dengan tiga rekannya, si Kerdil Dewa Kipas juga sudah meluncur ke depan sana. Hembusna angin berhawa dingin terasa menyeruak ke seluruh halaman Istana Kerajaan. Hawa dingin ini berbeda dengan hawa biasanya.
Sebab kalau lawan tidak kuat, maka lawan itu akan langsung mati membeku. Uniknya hawa ini adalah dia hanya menyerang ke arah target. Jika bukan target, meskipun sedang berdiri di sekitarnya, maka orang tersebut tidak akan merasakan akibat apapun.
Kipas Huru-Hara!!!
Namanya unik. Kelebihannya juga unik. Namun kalau membahas kekuatan yang terkandung di dalamnya, jelas tidak unik.
Kipas Huru-Hara, dinamakan demikian karena memang kipas itu bisa menimbulkan bencana. Sekali kipas dikibaskan dengan tenaga dalam tinggi, maka hasilnya sangat mengerikan. Bukan hanya bisa menghancurkan pepohonan, malah segala yang ada di sekitarnya juga bisa diluluh lantakan.
Sekarang empat datuk dunia persilatan sudah ikut terjun ke arena pertempuran. Mereka datang dengan membawa serangannya masing-masing. Mereka turun dengan puncak kekuatannya.
Empat serangan maha hebat telah terbentang di depan mata. Ketegangan sudah tidak bisa digambarkan. Hawa kematian tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.
Jarak mereka dengan musuh sudah sangat dekat. Tinggal satu langkah lagi, target sudah bisa digapai.
Namun di balik semua itu, Selir Anjani masih tetap diam di posisinya. Jangankan mundur, bergerak pun tidak. Wajahnya masih tenang. Bibirnya selalu tersenyum. Hanya sepasang matanya saja yang memandang dengan tajam kepada setiap tokoh dan pusakanya.
Wushh!!! Wushh!!!
Pusaka Trisula Maha Dewa kembali bergerak. Angin topan datang menerjang. Hawa panas menyongsong empat serangan.
Wutt!!!
__ADS_1
Akhirnya Selir Anjani mengambil tindakan. Bukan saja Pusaka Tri Tunggal Maha Dewa yang menunjukkan taring, malah Kujang Dewa Batara juga turut memperlihatkan kemampuannya.
Sinar kuning keemasan menyebar ke seluruh penjuru mata angin. Pandangan mata setiap orang langsung kabur karena pancaran cahaya tersebut.