Pendekar Tanpa Nama

Pendekar Tanpa Nama
Organisasi Naga Terbang


__ADS_3

Huang Pangcu mengerutkan keningnya karena belum mengerti apa yang dimaksudkan oleh Li Guan Si Buta Yang Tahu Segalanya.


"Maksudku kau tidak boleh menyuruh anggota Kay Pang Pek untuk membunuh musuh begitu saja. Kita harus ingat bahwa musuh kita saat ini bukan orang-orang sembarangan. Mereka semua tokoh kelas atas, walaupun memang pasti akan mengerahkan anak buahnya juga. Tapi menurutku, lebih baik kau juga menyuruh tokoh-tokoh Kay Pang Pek atau meminta bantuan kepada semua sahabatmu agar turun tangan langsung. Tujuannya supaya korban di pihak kita tidak terlalu banyak,"


Ketiga orang tokoh yang ada dalam ruangan tersebut mengangguk. Mereka sudah mengerti maksud selanjutnya dari perkataan Si Buta Yang Tahu Segalanya.


"Apa yang dikatakan oleh saudara Li Guan memang ada benarnya. Masalah sudah serumit ini, aku sebagai Bengcu dunia persilatan tidak akan tinggal diam. Bisa saja aku turun tangan sendiri untuk memastikan keadaan di lapangan," kata Tiang Bengcu.


Mendengar perkataan si Naga Kebenaran Dari Nirwana, Huang Pangcu berikut dua sahabatnya merasa sangat senang sekali.


Kalau Bengcu sudah turun tangan sendiri, itu artinya setiap masalah di dunia persilatan pasti bisa diselesaikan. Uluran tangan dari seorang Bengcu seperti mukjizat dari langit. Bantuannya seperti Dewa yang turun tangan langsung mengurus masalah dj jika bumi.


Siapa yang tidak akan bahagia mendengar kabar seperti ini?


"Tapi masalah yang utama sebenarnya bukan itu," ujar Li Guan.


Ketiga orang itu masih diam. Mereka tidak mau memotong pembicaraannya. Ketiganya justru sedang menanti dia melanjutkan ucapannya.


"Menurut dugaanku, ada alasan lain di balik semua ini. Kalian mungkin masih ingat yang kemarin aku katakan sebelum Cakra Buana tiba di sini. Menurut hasil penyelidikanku, di balik semua kekacauan di dunia persilatan dewasa ini ada tujuan yang jauh lebih besar yang mungkin belum disadari oleh semua kaum persilatan,"


"Aku sudah pergi ke banyak tempat yang mencurigakan. Dan aku mendapatkan informasi bahwa sekarang, ada satu organisasi yang sangat rahasia yang sanggup mengatur semua kejadian di dunia persilatan ini,"


"Jadi, di balik semua kekacauan rimba hijau ini sudah diatur sedemikian rupa oleh organisasi tersebut?" tanya Huang Pangcu.


"Tepat, tepat sekali,"


"Apakah kau berhasil mengetahui apa nama organisasi yang sangat berbahaya ini?"


Li Guan menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia sudah tahu.


"Apa nama organisasi itu?" tanya Tiang Bengcu.


"Organisasi Naga Terbang,"

__ADS_1


Cakra Buana, Tiang Bengcu dan Huang Pangcu saling pandang. Ketiga orang itu belum pernah mendengar tentang informasi organisasi tersebut.


Baru sekarang mereka mendengarnya. Itupun dalam keadaan percaya tidak percaya.


"Kalau organisasi itu benar-benar organisasi yang sangat berbahaya, kenapa selama ini kita tidak pernah mendengarnya?"


"Benar, aku juga belum pernah mendengar terkait informasi Organisasi Naga Terbang," kata Tiang Bengcu membenarkan ucapan Huang Pangcu.


Jika Organisasi Naga Terbang adalah sebuah organisasi yang sangat-sangat berbahaya, sudah pasti berita tentang organisasi itu telah banyak diketahui. Tapi kenapa baik Huang Pangcu maupun Tiang Bengcu tidak pernah mendengar sebelumnya?


Dalam dunia persilatan, apakah benar ada informasi yang luput dari pantauan kedua tokoh berpengaruh itu?


"Tentu saja informasi tentang Organisasi Naga Terbang sangat sedikit. Bahkan mungkin tidak akan pernah ada. Alasannya karena seperti yang aku sebutkan sebelumnya, pergerakan mereka sangat-sangat rahasia sekali. Bahkan mungkin pemerintah sendiri belum mengetahuinya. Menurut hasil penyelidikanku, organisasi ini baru berdiri paling banter dua tahun belakangan. Mereka merupakan organisasi gabungan dari beberapa macam aliran,"


"Selain sangat rahasia, apa kelebihan Organisasi Naga Terbang?" tanya Cakra Buana lebih lanjut.


"Kelebihan mereka yang lebih menakutkan adalah, mereka mampu melakukan apapun. Jika mereka ingin seorang tokoh kelas atas bergabung, maka mereka pasti bisa melakukannya. Kau masih ingat saat kita berada di markas cabang Kay Pang Hek?"


"Aku masih ingat sekali," jawab Cakra Buana.


Semuanya tersentak kaget. Mereka tidak pernah menyangka ada organisasi semengerikan itu. Seingat Tiang Bengcu dan Huang Pangcu, selama sejarah dunia persilatan Tionggoan, rasanya baru sekarang ada perkumpulan seperti Organisasi Naga Terbang ini.


"Berapa jumlah mereka semuanya?" tanya Huang Pangcu.


"Hanya tujuh orang," jawab Li Guan Si Buta Yang Tahu Segalanya dengan santai.


Tujuh orang? Hanya dengan tujuh orang saja bisa memporak-porandakan dunia persilatan Tionggoan? Apakah Li Guan tidak sedang bercanda?


Hampir saja ketiga orang itu melompat tinggi saking kagetnya. Siapa yang akan percaya informasi ini? Kalau informasi tersebut tidak keluar dari mulut Si Buta Yang Tahu Segalanya, niscaya meskipun memohon untuk percaya, maka hasilnya tidak akan ada orang yang akan percaya.


Untungnya yang mengatakan demikian adalah Li Guan. Walau bagaimanapun, mereka harus percaya. Sebab semua orang tahu bagaimana sifat pemuda itu.


"Tujuh orang bisa mengguncangkan dunia persilatan seperti sekarang ini?" tanya Huang Pangcu memastikan.

__ADS_1


"Benar. Hanya tujuh orang,"


"Mereka bukan manusia,"


"Memang bukan. Mereka adalah iblis,"


"Apa tujuan mereka sebenarnya?" tanya kakek tua itu lebih mendalam lagi.


"Tujuan mereka sebenarnya tentu ingin menguasai dunia persilatan Tionggoan dengan cara mengadu domba orang-orang sungai telaga. Termasuk untuk membunuh Cakra Buana, ini hanya alasan mereka saja. Tujuan sebenarnya ingin membuat keadaan lebih kacau lagi,"


"Apakah termasuk pertemuan tokoh besar beberapa waktu lagi yang akan memperebutkan benda pusaka juga merupakan rencana mereka?" tanya Tiang Bengcu.


"Betul. Memang rencana mereka. Organisasi Naga Terbang mempergunakan cara itu untuk menarik semua tokoh dunia persilatan. Cara memancing orang-orang dunia persilatan untuk berkumpul secara gampang adalah dengan menggunakan umpan benda pusaka, atau segala hal yang berhubungan dengan kependekaran,"


"Sekarang aku mengerti semuanya. Kalau begitu keadaan sekarang pasti bakal benar-benar kacau," ujar Huang Pangcu.


"Itu sudah pasti,"


Cakra Buana menarik nafas panjang setelah sejak tadi hanya menutup mulutnya. Wajahnya sedikit murung setelah mendengarkan obrolan yang mampu membuat bulu kuduk berdiri ini.


"Kalau masalahnya serumit ini, itu berarti aku tidak bisa segera pulang ke Tanah Pasundan dalam waktu dekat," keluhnya.


"Memang tidak bisa. Apalagi sekarang kau sudah menjadi buronan,"


"Aii, padahal pembacaku ingin agar penulisnya menceritakan kisahku di Tanah Pasundan lagi,"


"Di Tanah Pasundan ataupun Tionggoan sama saja. Yang penting kau harus menyajikan petualangan yang mampu memikat mereka,"


"Semoga saja mereka selalu setia mengikuti kisahku,"


"Ya, semoga," kata Huang Pangcu sambil mengangguk.


Suasana di sana mendadak hening. Sunyi. Sepi. Yang terdengar hanyalah suara tegukan arak masuk ke dalam tenggorokan. Keempat tokoh kelas atas dibuat ngeri sendiri.

__ADS_1


Untuk saat ini, mereka sedang bergelut dengan pikirannya masing-masing. Terlebih lagi Tiang Bengcu, sebagai pemimpin dunia persilatan, dirinya sudah tentu harus benar-benar memikirkan masalah besar ini.


Bahkan dia harus mencari cara terbaik untuk menyelesaikannya.


__ADS_2