
Tiga Tosu Sesat terlihat sudah mengeluarkan tenaga dalam mereka. Kuda-kuda sudah dipasang dengan kuat.
Angin malam berhembus lirih mengibarkan rambut orang-orang yang ada di halaman luas tersebut. Semua orang sudah menantikan pertarungan yang pastinya akan berjalan dengan seru ini.
Wushh!!!
Si Tosu Tangan Geledek bergerak lebih dulu. Dia melompat menerjang Cakra Buana sambil melancarkan pukulan tangan kanannya. Gerakannya sangat cepat dan mengandung tenaga dalam besar.
Pendekar Tanpa Nama masih berdiri dengan tenang. Dia sedang menanti datangnya pukulan tosu tua itu.
Plakk!!!
Benturan pertama terdengar. Telapak tangan kanan Pendekar Tanpa Nama menahan pukulan si tosu. Dia menggerakan sedikit tangannya lalu mendorong Tosu Tangan Geledek.
Orang tua itu tersentak kaget. Dia masih ingat beberapa waktu lalu saat bertarung dengan si pemuda. Dulu, kekuatannya tidak seperti ini. Tapi sekarang, tenaga dalam yang dimiliki anak muda itu sangat sempurna.
Tangannya juga terasa sedikit ngilu saat tadi beradu dengan tangan Pendekar Tanpa Nama.
Apa yang terjadi sebenarnya? Apakah bocah itu telah mengalami kemajuan? Tapi tidak mungkin dalam waktu yang sesingkat ini.
Tosu Tangan Geledek masih bertanya-tanya dalam hatinya. Dia sungguh merasa heran mendapati kemampuan Pendekar Tanpa Nama yang semakin hebat.
Ketika dia sedang melamun, mendadak sebuah sambaran angin tajam terasa menerjang ke arahnya. Tapak Pendekar Tanpa Nama hampir tiba di depan wajahnya.
Dia sangat kaget. Secepat itukah gerakan yang sebenarnya?
Tetapi belum sempat tapak tersebut mengenai wajahnya, si Tosu Angin Badai dan Tosu Kaki Besi Tendangan Guntur telah melesat turun ke arena pertarungan.
Keduanya datang dari sisi kanan dan sisi kiri Pendekar Tanpa Nama.
Tendangan si Tosu Kaki Besi Tendangan Guntur membawa hawa panas. Seperti namanya, tendangan tersebut membawa serta gemuruh Guntur dan kekuatan yang mengerikan.
Si Tosu Angin Badai mengibaskan tangan kanannya sehingga segulung angin menerjang ke arah Pendekar Tanpa Nama. Dua serangan berbahaya datang dari dua sisi berbeda.
Mau tidak mau pemuda itu harus menarik tubuhnya dan melepaskan si Tosu Tangan Geledek.
__ADS_1
Tiga Tosu Sesat kini sudah bergabung kembali. Itu artinya, kekuatan mereka juga sebentar lagi akan digabungkan. Dan pastinya, pihak musuh akan lebih tangguh beberapa kali lipat.
Tetapi Pendekar Tanpa Nama yang sekarang bukanlah yang kemarin. Sekarang pemuda itu telah mendapatkan tenaga dalam hebat dari hasil leburan seluruh ilmunya.
Wushh!!!
Tanpa berkata, Pendekar Tanpa Nama telah melesat dengan cepat. Kedua tangannya mengembang membentuk paruh burung. Yang satunya membentuk tapak.
Dia sudah mengeluarkan jurus Naga Terbang di Angkasa. Tubuhnya mengelilingi Tiga Tosu Sesat dengan kecepatan tinggi. Belum reda rasa pusing tiga orang tua itu, Pendekar Tanpa Nama telah datang bersama serangan yang dahsyat.
Tangan kirinya mengibas ke arah tiga lawan. Tangan kananya bergerak melancarkan totokan maut ke beberapa titik tubuh.
Tiga Tosu Sesat tersentak. Mereka buru-buru berpencar. Si Tosu Angin Badai menyerang lebih dulu daripada dua rekannya. Dua gulung angin dahsyat kembali dilancarkan. Tubuhnya juga ikut melesat bersamaan dengan serangan jarak jauh tersebut.
Di susul kemudian si Tosu Tangan Geledek. Tiga buah pukulan dilancarkan dengan kekuatan penuh.
Si Tosu Kaki Besi Tendangan Guntur berputar seperti kincir lalu maju membawa serangan tendangan yang menggetarkan arena.
Pendekar Tanpa Nama telah dikurung oleh tiga serangan dahsyat.
Pemuda itu diam melihat ke tiga lawanya. Matanya mencorong tajam seperti mata harimau yang sedang mengincar mangsa.
Jika harimau sedang mengintai, maka dia akan memperhatikan keadaan di sekeliling. Melihat celah yang ada dalam tubuh mangsa. Dan yang terpenting menunggu saat yang benar-benar tepat.
Begitu juga dengan Pendekar Tanpa Nama. Dia sedang mencari titik lemah tiga lawannya. Setelah titik lemah berhasil ditemukan, maka dia tinggal menunggu waktu untuk melancarkan serangannya.
Wushh!!!
Pendekar Tanpa Nama bergerak sangat cepat. Lebih cepat daripada sebelumnya. Dia sudah menemukan titik lemah, maka ketika Tiga Tosu Sesat sudah dekat jaraknya, dia mengambil tindakan cepat.
"Naga dan Harimau Bersatu Padu …"
Jurus terakhir dari Kitab Naga dan Harimau sudah dikeluarkan oleh pemuda Tanah Pasundan tersebut. Kini kedua tangannya mengandung tenaga dalam besar dan dua hawa yang berbeda.
Hawa dingin dan hawa panas.
__ADS_1
Tangan yang kiri seperti cakar harimau. Sedangkan yang kanan seperti cakar naga.
Tubuh Pendekar Tanpa Nama menyatu dengan tiga serangan lawan. Suara bergemuruh terdengar.
Tubuhnya tahu-tahu sudah ada di depan Tosu Tangan Geledek. Dia segera melancarkan cakaran lewat tangan kanan ke dada lawan.
Tidak berhenti sampai di situ saja, pemuda tersebut kembali melanjutkan serangan ganasnya ke arah Tosu Angin Badai.
Tubuhnya berputar seperti bor. Dua cakaran menghantam telak lengan orang tua itu.
Tosu Kaki Besi Tendangan Guntur kaget karena tiba-tiba juga, pemuda itu sudah berada di hadapannya. Dia melancarkan kembali tendangan yang membawa gemuruh guntur.
Sayangnya karena sedikit terlambat, serangan tersebut tidak jadi keluar. Sebaliknya, tubuhnya telah terpental empat langkah lalu bergulingan akibat hantaman keras Pendekar Tanpa Nama.
Tiga Tosu Sesat saat ini sedang meringis menahan sakit. Si Tosu Angin Badai dan Tosu Tangan Geledek sangat marah. Sebab tubuhnya mengeluarkan darah akibat serangan barusan.
Sedangkan si Tosu Kaki Besi Tendangan Guntur, dia merasa dadanya sangat sesak. Untuk bernafas pun rasanya sangat sulit.
Semua orang yang menyaksikan pertarungan ini terbelalak. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa Pendekar Tanpa Nama mampu melukai Tiga Tosu Sesat hanya kurang enam empat puluh jurus.
Padahal semua orang tahu jika mereka sudah bergabung, kemampuannya pasti akan berlipat ganda lebih kuat.
Kejadian ini membuat siapapun terkejut. Walaupun bukan berarti Tiga Tosu Sesat sudah menyerah, namun hal ini sungguh membuat orang-orang di sana merasa jeri.
Sekarang mereka sudah mengetahui bahwa Pendekar Tanpa Nama, ternyata mempunyai kepandaian yang jauh di atas perkiraan mereka masing-masing.
Pihak Huang Pangcu dan termasuk dia sendiri juga sama kagetnya. Kakek tua itu tahu kemampuan pemuda bernama apa Cakra Buana tersebut.
Tetapi apa yang terjadi malam ini, sepertinya telah membuat dia terkejut.
Pertarungan akan dimulai kembali. Tiga Tosu Sesat sudah berdiri setelah menyalurkan hawa murni dan menutup jalan darah supaya luka itu berhenti.
Ketiganya mencerminkan kemarahan yang sukar untuk dilukiskan. Pendekar Tanpa Nama tahu bahwa pertarungan selanjutnya pasti akan lebih sulit lagi. Walaupun memang dia masih sanggup untuk mengalahkan mereka.
Dia sengaja tidak mau mengeluarkan dua jurus andalannya. Apalagi jika mengingat pesan dari ayahnya, bahwa jika tidak dalam posisi terdesak hebat, lebih baik dirinya tidak menggunakan Jurus Tanpa Nama dan Jurus Tanpa Bentuk. Terlebih lagi, tenaga dalamnya belum sempurna. Sehingga akan membutuhkan tenaga banyak jika harus mengeluarkan dua jurus itu.
__ADS_1
Namun kalau situasinya sudah tidak memungkinkan, mau tak mau dia juga tetap akan mengeluarkan jurus mengerikan tersebut.