Pendekar Tanpa Nama

Pendekar Tanpa Nama
Jurus-jurus Ampuh


__ADS_3

"Hehehe, jurus yang bagus. Kalau demikian baiklah, coba tahan jurus Tombak Darah Merah milikku ini," teriak si Naga Terbang Keempat di tengah-tengah gempuran Huang Pangcu dan Ming Tian Bao.


Selesai dia berkata demikian, tubuhnya segera melompat tinggi ke atas. Tombak merah pekat yang dia genggam bertambah pekat lagi. Tubuhnya berputar hingga turun ke bawah.


Jurus Tombak Darah Merah!!!


Sebuah jurus maut yang dikabarkan sangat hebat. Konon katanya kalau dia sudah mengeluarkan jurus itu, maka kekuatannya akan berlipat ganda. Sebab inilah jurus paling hebat yang dia andalkan. Jurus dahsyat yang sangat jarang dikeluarkan. Selama melawati puluhan pertarungan, mungkin tidak lebih dari sepuluh kali Naga Terbang Keempat mengeluarkannya.


Sebab kalau Jurus Tombak Darah Merah telah keluar, maka itu artinya dia akan mengadu jiwa. Jurusnya tidak akan berhenti sebelum ada yang menjadi korban.


Musuh yang mati. Atau dia yang mampus.


Huang Pangcu dan Ming Tian Bao mulai merasakan tekanan hebat. Jurus yang dilancarkan musuhnya sekarang benar-benar membawa kekuatan sesat.


Gerakan mereka jadi terhimpit karena dahsyatnya gerakan tombak si Naga Terbang Keempat.


Tombak berputar cepat. Puluhan tebasan maut segera dilayangkan mengarah ke seluruh tubuh dua datuk dunia persilatan itu.


Tusukan yang tidak kalah cepat dan hebatnya juga segera dikeluarkan.


Pertarungan sekarang adalah pertarungan penentuan. Oleh sebab itulah para tokoh pilih tanding menyuruh kepada yang lainnya agar tidak turun ke arena. Kecuali hanya mereka yang diperkirakan sanggup saja.


Huang Pangcu geram. Tongkat kemala hijau yang menjadi pusaka andalannya mengeluarkan hawa sedingin es. Hawa sakti di tubuhnya segera dikeluarkan dalam jumlah banyak.


Tongkat Kemala Menggempur Batu Karang!!!


Wutt!!!


Cahaya hijau terang yang membawa hawa dingin segera menyeruak. Tongkat itu menyambut semua sabetan tombak milik si Naga Terbang. Bahkan turut menangkis juga tusukan yang dia keluarkan.


Gerakan Huang Pangcu menjadi lebih ganas dari sebelumnya. Sekarang semua orang baru tahu bagaimana kemampuan datuk dunia persilatan yang menduduki posisi kedua itu.


Suara mendengung seperti ribuan lebah mulai memasuki gendang telinga. Perbawa dari jurus Huang Pangcu benar-benar hebat. Hanya beberapa kali dia bergerak, semuanya mulai berubah.


Posisinya kembali seperti semula.

__ADS_1


Sementara itu, Ming Tian Bao si Raja Racun Tiada Obat pun tidak tinggal diam. Melihat Huang Pangcu mengeluarkan jurus ampuh nomor satu miliknya, maka dia pun segera melakukan hal yang sama.


Jurus Selaksa Racun Perenggut Nyawa!!!


Kejadian seperti sebelumnya terulang kembali. Bau busuk segera tercium menusuk hidung.


Huang Pangcu sudah mengetahui bagaimana mengerikannya jurus tersebut, oleh sebab itulah dia menahan nafasnya agar tidak sampai mencium bau busuk tadi.


Wutt!!! Wutt!!!


Posisi Naga Terbang Keempat mulai berada di tempat yang tidak menguntungkan. Jurus pamungkas yang paling dia andalkan ternyata sanggup dihadapi oleh dua orang datuk tersebut.


Sekarang dirinya baru menyadari bahwa kekuatan datuk dunia persilatan Tionggoan ternyata jauh diluar dugaan mereka sebelumnya.


Plakk!!! Bukk!!! Krakk!!!


Telapak tangan kanan Ming Tian Bao dengan telak menghantam ulu hati Naga Terbang Keempat hingga membuat dirinya terlempar jauh ke belakang. Tubuh itu melayang tanpa keseimbangan.


Bersamaan dengan kejadian tersebut, tongkat kemala hijau milik Huang Pangcu juga dibenturkan dengan tombak milik Naga Terbang Keempat dengan pengerahan sekuat tenaga.


Memang salah satu dari dua pusaka yang berbenturan itu ada yang patah. Tapi bukan tongkat kemala milik Huang Pangcu. Melainkan tombak merah pekat milik Naga Terbang. Tombak yang terkenal sudah banyak membunuh nyawa manusia itu, sekarang telah berubah menjadi dua bagian.


Tubuh pemiliknya ambruk ke tanah. Seluruh tubuh itu langsung berubah warna menjadi hitam keunguan. Darah yang amat hitam keluar dari mulutnya.


Si Naga Terbang Keempat mampus.


Dia tewas setelah menjalani pertarungan sengit selama enam puluh jurus.


Tapi di sisi lain, kedua datuk dunia persilatan itupun turut mengalami luka dalam yang terbilang parah. Terlebih lagi si Raja Racun Tiada Obat.


Begitu selesai melancarkan hantaman telapak tangan tadi, beberapa saat kemudian dia pun langsung muntah darah cukup banyak. Bahkan sempat juga jatuh berlutut.


Alasannya karena orang tua itu terlalu memaksakan diri. Ternyata pada saat dirinya melancarkan serangan terakhir tadi, tanpa dia sadari sebelumnya, si Naga Terbang Keempat juga sempat melancarkan satu buah pukulan keras yang mengarah ke jantungnya.


Serangan tersebut bukan pukulan biasa. Sebab di dalamnya disertai pula tenaga dalam yang hebat. Untung bahwa Naga Terbang Keempat kalah selangkah sehingga pukulannya tidak benar-benar maksimal.

__ADS_1


Sedangkan Huang Pangcu, dia langsung merasa lelah karena dirinya terlalu memaksakan diri dalam mengeluarkan kekuatannya.


Alasan orang-orang dunia persilatan jarang mengeluarkan kekuatan tenaga dalam hingga titik tertinggi adalah untuk menjaga kekuatan tubuhnya. Kalau terlalu dipaksa, akibatnya maka akan seperti Huang Pangcu sekarang.


Wutt!!! Wuttt!!!


Dua buah bayangan langsung menghampiri mereka. Si Nenek Tua Bungkuk dan Orang Tua Menyebalkan yang tidak ikut turun tangan segera membantu dua datuk itu.


"Mari kubantu," kata Orang Tua Menyebalkan sambil membantu Huang Pangcu berdiri.


"Kau semakin terluka, lukamu kambuh lagi," ucap Nenek Tua Bungkuk kepada Ming Tian Bao.


Mereka segera kembali ke posisinya masing-masing. Begitu tiba di sana, dua datuk itu langsung menghimpun tenaga dalamnya kembali.


Satu pertarungan telah selesai, namun masih ada juga beberapa pertarungan lainnya.


Para tokoh kelas atas tidak tinggal diam, meskipun pada hari-hari biasa mereka itu bermusuhan, tapi kondisi sekarang beda lagi. Semua orang bernasib sama. Semua orang pun berada dalam posisi yang sama.


Khusus untuk saat ini, yang harus dipentingkan adalah persatuan, bukan perselisihan.


Oleh sebab itulah mereka bergotong-royong royong menyingkirkan rekan-rekannya yang menjadi korban keganasan Organisasi Naga Terbang. Mayat-mayat itu ada yang langsung dikubur, ada juga yang disingkirkan untuk dikubur nanti.


Tiada isak tangis yang keluar dari orang-orang itu. Bukan karena mereka tidak bersedih. Bukan pula karena mereka tidak bisa menangis.


Kesedihan yang mereka rasakan telah tetutup oleh sebuah dendam. Dendam membara yang akan terus ada jika pelakunya tidak mampus.


Dan sekarang, seluruh dendam itu telah diwakilkan oleh para tokoh yang saat ini sedang bertempur habis-habisan.


Di sana ada Cio Hong dan Tiang Bengcu yang sedang bertarung melawan Naga Terbang Kelima.


Ketiga tokoh pilih tanding tersebut saling serang tiada hentinya. Sepak terjang Naga Terbang Kelima ternyata jauh lebih hebat lagi, pedang bergagang tengkorak miliknya telah melancarkan belasan tebasan maut ke arah dua tokoh itu.


Tiang Bengcu tidak tinggal diam saja melihat sepak terjang musuh yang menakutkan itu, dia langsung mengeluarkan jurus pedang tertinggi miliknya.


Pedang Naga Mengelilingi Bukit!!!

__ADS_1


Pedang yang lemas dan bisa dijadikan sabuk itu bergetar hebat. Ribuan titk putih keperakan langsung tampak memenuhi angkasa raya.


__ADS_2