Pendekar Tanpa Nama

Pendekar Tanpa Nama
Naga Bertempur di Udara, Langit Bumi Berguncang Hebat


__ADS_3

Tiga jari dari dua lengannya melancarkan serangan ganas. Jurus Cakar Rajawali Sakti telah dikeluarkan. Angin tajam memburu Dewi Cantik Tujuh Nyawa.


Wushh!!! Wushh!!!


Sepak terjang maha guru Perguruan Rajawali Sakti itu membuat orang-orang kagum sekaligus bergidik ngeri. Walaupun beberapa kali dirinya hampir menjadi korban keganasan pemimpin utama Organisasi Naga Terbang tersebut, tapi dia tetap saja nekad.


Cio Hong terus menerjang maju ke depan. Dia tidak takut kalau dirinya akan menjadi sasaran telak kipas pusaka milik wanita tersebut.


Wutt!!!


Bayangan putih melesat ke atas lalu berputar cepat. Kemudian bayangan itu turun menukik sambil tetap melancarkan serangan ganas.


Plakk!!!


Dua tangan bertemu. Dewi Cantik Tujuh Nyawa mengangkat satu tangannya ke atas untuk menangkis serangan Rajawali Petir Pengoyak Sukma. Sedangkan tangan satunya lagi meladeni setiap serangan Tiang Bengcu.


Semua orang mengira bahwa inilah akhir dari wanita kejam itu. Bagaimana mungkin dia dapat menahan dua serangan dari dua orang tokoh pilih tanding? Sudah pasti dirinya bakal terdesak hebat.


Tapi sayang, semua perkiraan itu salah besar.


Dewi Cantik Tujuh Nyawa benar-benar sanggup menahan dua serangan dahsyat sekaligus. Tangan kiri yang menangkis serangan dari atas kepala berputar mengikuti gerakan lawan. Cio Hong sendiri dibuat tertegun oleh wanita sakti itu.


Seumur hidupnya, dia baru mengalami hal seperti ini. Sepanjang sepak terjangnya di dunia persilatan, baru sekarang saja dirinya melawan musuh yang demikian tangguhnya.


Selain benar bahwa Dewi Tujuh Nyawa itu sangat tangguh, ternyata di lain sisi dia pun mempunyai satu keistimewaan. Seluruh tubuhnya seperti dilindungi oleh hawa aneh yang tidak berwujud.


Setiap serangan yang dilayangkan oleh Cio Hong seperti tertahan jika sudah mendekati kulit tubuhnya. Ada tenaga tak kasat mata yang menolak kehadirannya.


Jurus apa itu? Kenapa bisa seaneh dan sehebat ini?


Hal yang sama ternyata dirasakan pula oleh Tiang Bengcu, pemuda tampan dan bertubuh kekar itu pun merasa demikian. Setiap tebasan pedangnya dan setiap tusukan yang dia lancarkan seolah tidak bisa mencapai target sasaran.


Padahal setiap insan sungai telaga tahu bahwa permainan pedang Naga Kebenaran Dari Nirwana itu tidak diragukan lagi. Bahkan oleh sebagian tokoh, permainan pedangnya dikabarkan termasuk dalam jajaran lima orang ahli pedang di Tionggoan.


Benarkah dua orang yang demikian hebatnya masih bisa dipermainkan oleh seorang wanita?


Tentu saja benar. Karena wanita itu berbeda dengan wanita lainnya.


Dia adalah Dewi Cantik Tujuh Nyawa.

__ADS_1


"Pergi!!!" bentaknya.


Wushh!!! Wushh!!!


Rajawali Petir Pengoyak Sukma dan Naga Kebenaran Dari Nirwana langsung terlempar begitu ucapan tersebut dilontarkan.


Kedua tubuh tokoh pilih tanding itu sedikit bergetar. Mereka telah mengalami pengalaman mengejutkan. Tepat setelah Dewi Cantik Tujuh Nyawa berkata demikian, segulung hawa sakti yang cukup kuat langsung mendorong tubuh mereka dengan hebatnya.


"Ternyata seperti ini kemampuan seorang Bengcu Tionggoan. Hemm, lemah," ejek wanita itu sambil membuka kipasnya lalu segera mengipas.


Tiang Bengcu adalah pemuda yang kesabarannya patut dipuji. Dia sangat sabar. Suatu ketika, pernah ada seseorang yang secara tiba-tiba menampar dirinya tanpa alasan yang jelas. Tamparan itu sangat keras sampai-sampai pipinya memerah dan sedikit bengkak.


Tapi dia tidak marah. Malah sebaliknya, Bengcu justru tersenyum lembut dan menawarkan apakah orang tadi ingin menamparnya lagi atau tidak.


Semenjak kejadian itulah orang-orang mengetahui bahwa Bengcu dunia persilatan dewasa ini merupakan sosok pemimpin yang paling diidamkan oleh setiap insan sungai telaga.


Kalau ditampar saja tidak marah, apalagi sekarang yang hanya berupa ucapan?


"Aku memang lemah. Ilmu yang aku miliki pun sangat terbatas, berbeda denganmu yang jauh lebih hebat. Tapi walaupun begitu, aku tidak akan tinggal diam melihat dunia persilatan Tionggoan diobrak-abrik oleh orang luar. Sebagai Bengcu, aku akan mempertaruhkan nyawa demi keselamatan para pendekar," jawab Tiang Bengcu dengan senyuman hangat yang selalu dia perlihatkan.


"Hahaha, baik, baik. Benar-benar patut dipuji," kata Dewi Cantik Tujuh Nyawa sambil tertawa lantang.


Setelah begitu, pedang lemas yang selalu dia andalkan kembali bergerak sangat cepat. Satu tusukan hebat telah melesat. Pedang itu semakin berkilat tajam. Jelas, pada serangan ini Tiang Bengcu telah mengerahkan segenap kemampuannya.


"Aku juga sama," teriak Cio Hong penuh semangat.


Wushh!!!


Jurus Cakar Rajawali Sakti Pelipur Lara yang merupakan jurus pamungkas miliknya langsung dikeluarkan.


Gerakan Cio Hong berubah drastis. Kecepatan tubuhnya pun sama cepatnya dengan sebuah sambaran petir di malam hari. Ternyata tidak sia-sia juga dia dijuluki Rajawali Petir Pengoyak Sukma.


Baru sekarang semua orang terbuka matanya bahwa julukan tersebut memang sesuai dan sangat cocok sekali.


Delapan belas cakaran tajam dan sangat dahsyat dilancarkan dengan segenap tenaga. Segulung hawa sakti keluar.


Sebelum serangan tiba, angin tajam yang sanggup merobek kulit telah tiba menerpa Dewi Cantik Tujuh Nyawa.


"Bagus, jurus yang sangat bagus," puji pemimpin Organisasi Naga Terbang itu di tengah dua gempuran lawan.

__ADS_1


Tubuhnya berputar mengikuti arah serangan. Kedua tangannya bergerak sangat lincah dan lembut. Gerakan wanita cantik itu sangat gemulai, dia seperti sedang menari.


Menari di tengah bahaya maut.


"Naga Terbang Mengibaskan Ekor …"


Wushh!!!


Kipas yang digenggam di tangannya mulai bergerak. Kipas tersebut kemudian bergerak. Gerakan yang aneh. Tapi sangat dahsyat.


"Naga Bertempur di Udara, Langit Bumi Berguncang Hebat …"


Dewi Cantik Tujuh Nyawa berteriak kembali. Sekarang semuanya langsung berubah.


Langit yang sudah gelap, bertambah gelap lagi. Bumi bergetar hebat seperti dilanda gempa bumi. Dari dasar bumi terdengar suara bergemuruh seperti iblis aksasa yang ingin keluar dari jeratan para Dewa.


Inilah salah sati jurus pamungkas milik pemimpin Organisasi Naga Terbang itu.


Jurus hebat yang sangat jarang dia keluarkan. Jurus dahsyat yang sampai sekarang belum menemukan tandingan. Setiap orang yang berhadapan dengan jurus itu pasti akan mampus ditelan keganasannya.


Tubuh wanita itu melejit ke atas. Kipas terus bergerak dengan cepat. Bergulung-gulung angin badai datang menerjang ke arah Cio Hong dan Tiang Bengcu.


Kedua tokoh itu terdesak hebat. Mereka merasakan seluruh tubuhnya dijerat oleh sesuatu yang tidak bisa mereka lepaskan. Semua serangan yang tadi dilancarkan gagal di tengah jalan. Jurus maut milik Cio Hong tidak dapat bergerak bebas.


Seluruh tubuh keduanya tertahan.


Dewi Cantik Tujuh Nyawa tersenyum dingin. Cadarnya mendadak terlepas. Wajah yang tadi tertutup oleh cadar itu sekarang telah terlihat jelas. Wajah yang cantik. Mulut mungil yang menggoda dengan bibir merah muda. Sepasang gigi putih bersih yang sangat rapih.


Semua orang-orang yang hadir tercekat saat memandang wajah secantik itu. Seolah semua kecantikan di muka bumi berada di wajah tersebut.


Sayang, kecantikannya tertutup oleh ambisi dan keejaman yang tiada duanya.


"Mampus kalian …" bentaknya sangat keras.


Wushh!!!


Dua puluh jarum hitam yang sangat kecil melesat lebih dulu ke bawah. Disusul kemudian dengan dirinya sendiri yang ikut menerjang ganas. Kipas merah muda itu ternyata juga sanggup mengeluarkan terjangan angin tajam.


Maut sudah mengincar Cio Hong dan Tiang Bengcu.

__ADS_1


__ADS_2