Pendekar Tanpa Nama

Pendekar Tanpa Nama
Jurus Cakar Rajawali Pelipur Lara


__ADS_3

"Terimakasih tua bangka. Ternyata kemampuanmu semakin tinggi," kata Tian Hoa si Iblis Tua Langit Bumi.


Suaranya masih angker. Tapi dalam nada suara itu tidak ada nada dendam seperti sebelumnya.


"Kemampuanmu pun sudah bertambah tinggi dari beberapa tahun lalu. Apalagi jurus Tapak Iblis Langit Bumi Merenggut Nyawa itu, aii, aku saja hampir tidak bisa menahannya," kata Huang Pangcu dengan jujurs.


Keduanya kemudian segera kembali ke dalam barisannya masing-masing.


Tiang Bengcu memperhatikan kedua datuk itu dari arah pinggir. Dia tersenyum hangat kepada mereka.


Tidak berada jauh dari pertarungan Huang Pangcu si Kakek Tua Tongkat Hijau yang melawan Tian Hoa si Iblis Tua Langit Bumi, ada juga sebuah pertempuran yang tidak kalah hebatnya.


Di sana ada Cio Hong si Rajawali Petir Pengoyak Sukma dan Ming Tian Bao si Raja Racun Tiada Obat sang datuk rimba hijau dari Timur.


Mereka sedang bertarung dengan sengit. Keduanya ahli dalam pertarungan menggunakan tangan kosong. Sekarang pun mereka bertarung tanpa senjata.


Dua tokoh kelas atas dunia persilatan itu sudah mengeluarkan jurus-jurus hebatnya yang jarang menemukan tandingan.


Mereka merupakan orang yang sudah kenyang akan pengalaman hidup. Keduanya sudah melewati ratusan pertarungan sengit yang hampir merenggut nyawanya, oleh sebab itulah sepak terjangnya saat ini mampu membuat siapapun terpukau.


Saat ini Cio Hong berada dalam posisi bertahan. Guru besar dari Perguruan Rajawali Sakti itu digempur habis-habisan oleh Ming Tian Bao dengan jurus-jurus racun miliknya yang tiada tanding.


Kedua tangan datuk Timur itu telah berubah warna. Warnanya tidak sama dengan tangan orang pada umumnya, sepasang tangan milik kakek tua itu berwarna hitam keunguan.


Setiap kali bergerak selalu menyebarkan bau busuk yang menyengat hidung. Setiap saat tangan tersebut selalu mengepulkan asap beracun. Kalau lawannya tidak mempunyai kemampuan tinggi, jangan harap dia bakal bertahan hingga belasan jurus.


Ming Tian Bao dikenal dengan keahliannya dalam hal racun. Setiap racun yang ada di muka bumi ini, dia bisa membuatnya. Dia ahli racun, sudah tentu racun apapun dapat diciptakan dengan mudah. Tapi kalau orang lain, jangan harap bisa membuat racun miliknya.


Jurus racun paling ganas milik Ming Tian Bao adalah Selaksa Racun Perenggut Nyawa. Selama ini, belum pernah ada satu manusiapun yang selamat dari jurus tersebut.


Jurus Selaksa Racun Perenggut Nyawa dibuat dari delapan belas hewan beracun dan delapan belas tumbuhan beracun. Setiap hewan atau tumbuhan itu mempunyai racun yang sangat ganas.

__ADS_1


Kalau satu saja sudah ganas, apalagi delapan belas? Lantas bagaimana jika ditambah delapan belas racun ganas lainnya lagi?


Sulit dibayangkan bagaimana ganasanya jurus hebat tersebut.


Sekarang, datuk Timur itu telah mengeluarkan jurus tersebut. Delapan bagian tenaga dalam dia keluarkan untuk menghadapi Cio Hong.


Sepasang tangan yang sudah berubah warna tersebut mencecarnya dengan ganas. Kecepatan gerakannya hebat bukan main, semua hantaman telapak tangan ataupun pukulannya dilayangkan dengan sempurna.


Tangan kanannya melesat ke depan. Dada Cio Hong menjadi ingatan utama Ming Tian Bao. Satu buah hantaman telapak tangan siap meremukkan dada guru besar perguruan Rajawali Sakti tersebut.


Blangg!!!


Benturan yang sangat hebat terjadi. Kedua tubuh mereka bergetar cukup hebat. Ciong Hong tidak mau kalah, diapun turut mengeluarkan jurus terdahsyatnya pada saat lawan melakukan hal yang sama.


Jurus Cakar Rajawali Pelipur Lara telah dikeluarkan.


Jurus itu adalah jurus terdahsyat dari kitab 18 Rajawali Sakti. Meskipun belum dikuasai secara benar-benar sempurna, namun orang tua itu yakin bahwa jurus tersebut sangat bisa diandalkan. Oleh sebab itulah dia menggunakannya pada saat-saat yang amat genting.


Meskipun tubuhnya sama bergetar pada saat telapak tangannya beradu, namun hal itu jauh lebih baik dari pada dia harus terluka parah atau bahkan kehilangan nyawa.


Pertarungan kedua tokoh kelas atas dunia persilatan tersebut langsung berhenti. Mereka segera menyalurkan hawa murni ke seluruh tubuhnya masing-masing agar menghilangkan rasa sakit yang ditimbulkan akibat benturan barusan.


Tanpa banyak bicara lagi, keduanya langsung kembali ke barisannya masing-masing. Mereka tidak bicara sepatah katapun. Keduanya sama-sama terdiam.


Entah apa yang saat ini dirasakan olehnya. Namun yang pasti, di benak mereka, keduanya memuji akan ketangguhan kemampuan lawannya masing-masing.


Dua pertarungan dahsyat telah berlangsung beberapa saat yang lalu. Keduanya mampu membuat tokoh yang hadir menahan nafasnya. Mereka merasa sangat terhibur dengan pertempuran barusan.


Setiap pertempuran tokoh kelas atas pasti akan menggetarkan jagat persilatan. Apalagi kalau kedua belah pihak mempunyai posisi dan kedudukan yang hampir sama.


Alasannya tentu karena kejadian hebat barusan mungkin tidak akan terjadi atau atau dua tahunan lagi.

__ADS_1


Di sisinya, ada si Buta Yang Tahu Segalanya. Pemuda tampan itu sedang bertarung sengit melawan Pedang Kelam dan Ruyung Halilintar.


Kedua lawan Li Guan merupakan seorang yang ahli dalam hal memainkan senjatanya masing-masing.


Si Pedang Kelam terkenal dengan permainan pedangnya yang sangat cepat. Selain itu, permainan pedang orang tersebut pun sangat kejam.


Setiap lawan yang sudah terkurung dalam jurus pedangnya pasti tidak mempunyai harapan untuk lepas. Lawannya bakal merasa kelam karena kematian akan segera menghampirinya.


Karena keganasan jurus pedangnya itulah dia mendapat julukan si Pedang Kelam.


Sedangkan si Ruyung Halilintar terkenal karena permainan ruyungnya yang ganas sekaligus keras. Setiap kali ruyung bergerak, bakal timbul ribuan titik keperakan yang langsung mengerubungi mangsanya.


Di dunia persilatan, orang tersebut disebut-sebut sebagai seorang pewaris dari pendekar ruyung terhebat pada zamannya. Yaitu Bong Thian Gak.


Dia memang tidak ada hubungan dengannya. Tapi kalau soal ruyung, kehebatannya dikabarkan setara dengan pendekar besar tersebut.


Apakah kabar itu benar? Kalau benar, apakah si Buta Yang Tahu Segalanya dapat menahannya?


Pertarungan sengit sudah berlangsung beberapa saat yang lalu. Kedua pemimpin barisan itu menyerang dengan senjatanya masing-masing. Serangan mereka sama cepat. Sama ganas.


Dua senjata pusaka tingkat tinggi telah mengurung si Buta Yang Tahu Segalanya. Pemuda itu dikurung dari segala penjuru. Sedikitpun tidak ada waktunya baginya menghindarkan diri.


Selama belsan jurus, Li Guan hanya bertahan dan sesekali tampak menangkis. Dia belum membalas serangan kedua musuhnya sama sekali. Alasan pemuda itu melakukan hak tersebut karena dirinya ingin mengetahui sampai di mana batas kelihaian lawan.


Hal itu sudah menjadi kebiasaannya. Setiap orang yang menjadi lawannya, perduli siapapun, maka dia harus mengetahui dengan pasti kemampuannya.


Sampai di mana keahlian, di mana kekurangan dan kelebihan, tiga hal tersebut menjadi modal utama agar bisa memenangkan sebuah pertarungan.


Dan hal itu yang sekarang sedang dilakukan oleh si Buta Yang Tahu Segalanya.


Setelah mengetahui hal mendasar dari diri setiap lawannya, sekarang giliran si Buta Yang Tahu Segalanya untuk bergerak.

__ADS_1


__ADS_2