
Pertarungan empat orang wanita maha cantik itu sudah hampir seratus jurus. Semakin lama semakin sengit lagi. Kedua belah pihak sama-sama tidak menyangka kalau lawan mereka masing-masing sekuat ini.
Tiga Iblis Cantik semakin marah. Kemarahannya sampai-sampai tidak bisa lagi dilukiskan dengan kata-kata. Di samping marah, mereka juga sangat penasaran.
Kenapa wanita bercadar merah itu sangat kuat sehingga dia bisa bertahan dari semua jurus gabungannya? Padahal semua orang tahu kalau jurus-jurus Tiga Iblis Cantik itu adalah jurus aneh dan dahsyat.
Tak disangka, hari mereka membentur batu yang sangat keras. Melihat kenyataan pahit ini, kesombongan dan kebiasaan memandang rendah lawan yang tadi mereka perlihatkan seolah sirna tanpa bekas.
Tiga Iblis Cantik saat ini sedang berada dalam posisi menyerang dengan hebat. Mereka membagi posisi dari tiga penjuru. Kanan, kiri dan depan. Tiga selendang putih yang serba guna itu masih berusaha menjerat Dewi Bercadar Merah.
Tapai sayang sekali lawannya kali ini tidak bisa dijerat. Dia sangat lincah. Selincah rusa yang sedang berkelit dari kejaran para pemburu.
Dijerat sebelah sini, menghindar ke sebelah sana. Di jerat di sebelah sana, lari ke sebelah sini. Begitu seterusnya hingga Tiga Iblis Cantik merasa gemas sendiri.
"Hiatt …"
Anjani tiba-tiba berteriak keras. Selendang berwarna putih itu mendadak berubah menjadi merah membara. Hawa panas yang keluar dari dalamnya tak bisa dilukiskan lagi.
Inilah salah satu jurus pamungkas Anjani. Jurus Selendang Neraka. Selamanya, Jurus Selendang Neraka ini tiada duanya.
Selendang itu mendadak berubah seperti lidah api neraka yang berkobar dengan hebat. Selendang tersebut segera menusuk lurus ke bagian ulu hati Ling Ling. Sebelum bendanya tiba, hawanya sudah menerjang lebih dulu.
"Mampus kau …"
Wushh!!!
Di tengah kobaran hawa panas yang berasal dari selendang Anjani tersebut, mendadak Anjati membentak nyaring pula. Gadis yang tidak kalah cantiknya itu juga turut mengeluarkan jurus hebat miliknya.
Jurus Selendang Menari di Tengah Hujan telah dikerahkan. Hawa dingin menyeruak layaknya hawa panas tadi. Selendang milik Anjati langsung mencecar Dewi Bercadar Merah dengan gerakan kilat.
"Satu lagi …" teriak Anggraeni tidak mau kalah dari dua orang saudaranya.
Jurus Iblis Membelit Malaikat telah dilayangkan dengan segenap kemampuannya. Di antara jurus-jurus selendang maut itu, jurus milik Anggraeni lah yang paling dahsyat.
Selendang miliknya bergerak melilit lalu mengeras kembali. Berbagai macam gerakan aneh dan sulit ditebak dia lancarkan demi mengelabui lawan.
__ADS_1
Tiga serangan yang membawa kabar maut sudah mengurung Sian-li Bwee Hua. Semuanya serangan dasyhat. Semua keji. Juga kejam.
Seumur hidupnya, baru sekarang ini Ling Ling melangsungkan pertarungan seaneh ini. Dia benar-benar kesulitan.
Alasannya tak lain karena ilmu silat Tionggoan dan Tanah Pasundan mempunyai perbedaan yang mencolok.
Atap penginapan yang menjadi tempat pertarungan mereka bergetar. Penginapannya juga terasa seperti mau roboh.
Dewi Bercadar Merah sedang mencari cara untuk dapat membebaskan diri. Dia sedang menimbang apakah harus mengeluarkan jurus-jurus pamungkas miliknya atau tidak?
Kalau tidak dikeluarkan, bisa dipastikan dirinya bakal mampus di tangan Tiga Iblis Cantik. Tapi kalau dikeluarkan, maka kemungkinan besar bakal terbongkar kalau sebenarnya dia bukan orang asli Tanah Pasundan.
Sekilas memang tiada arti apa-apa meskipun terbongkar latar belakangnya. Tapi bagi Ling Ling, sekarang belum waktunya. Sebab dia tahu kalau sampai orang lain tahu, maka urusannya bakal bertambah rumit.
Apa yang harus dia lakukan? Pilihan mana yang bakal diambil oleh gadis itu?
Tentu saja pilihan kedua. Sekalipun Sian-li Bwee Hua tahu berbagai macam masalah akan datang kalau orang lain mengetahui dirinya, tapi untuk saat ini gadis itu tidak mau peduli.
Yang jelas dia tidak sudi mati sekarang. Kalau dia mati, siapa yang bakal membantu Cakra Buana? Kalau sampai dirinya mampus, sudah pasti dia tidak akan bisa lagi melihat sifat konyol Pendekar Tanpa Nama.
Dewi Bercadar Merah akhirnya bergerak.
Tenaga dalam miliknya dikeluarkan hingga sepuluh bagian. Sepuluh bagian artinya semuanya. Hawa sesat bercampur dengan hawa misterius langsung terasa menekan semua lawannya. Angin kencang berhembus menerbangkan atap penginapan.
Pepohonan tumbang. Langit seperti berguncang. Bumi bagaikan bergetar hebat.
Ling Ling membentak nyaring. Suaranya sangat menggelegar bagaikan petir menyambar bumi. Tubuhnya melesat ke depan. Segulung angin maha dahsyat menyambut tiga serangan lawan.
untungnya Tiga Iblis Cantik mengambil langkah lebih dulu. Mereka melayang turun ke bawah dengan sendiri. Segulung angin tadi menerjang dua batang pohon besar hingga hancur berkeping-keping menjadi serpihan kecil.
Melihat tiga lawannya turun, gadis itu merasa sangat senang. Memang itu yang dia inginkan sejak tadi.
Ling Ling ikut melayang turun. Namun begitu kakinya menginjak tanah, Tiga Iblis Cantik sudah kembali menyerang.
Gadis Tionggoan itu mendadak tersenyum dingin. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk memperlihatkan sesakti apakah Dewi Bercadar Merah.
__ADS_1
Wushh!!!
Keadaan di sekitar penginapan itu tiba-tiba berubah total. Tiga Iblis Cantik mendadak terpaku. Tubuh mereka terasa kaku dan tidak bisa digerakkan sama sekali.
Jurus paling dahsyat dari Kitab Tapak Sejagad telah dikeluarkan.
Kalau dia sudah mengeluarkan jurus itu, benarkah Tiga Iblis Cantik masih bisa bertahan hidup?
"Tapak Pembelah Matahari …"
Ling Ling berteriak sangat keras. Berbarengan dengan itu tubuhnya langsung melesat ke depan secepat kecepatan cahaya.
Sinar kuning terang segera menyeruak dan menyilaukan mata tiga orang lawannya.
Blarr!!!
Tiga kali suara yang sama terdengar. Semuanya langsung sirna. Tiada yang tahu kejadian apa yang baru saja terjadi. Yang jelas pertarungan dahsyat itu tiba-tiba berhenti tanpa sebab.
Ling Ling masih berdiri di tempatnya semula. Keringat sudah membasahi seluruh bagian tubuhnya. Setetes darah terlihat di sudut bibirnya. Ternyata seseorang sudah menyerangnya secara tiba-tiba.
Tapi meskipun begitu, agaknya gadis itu masih bisa bertahan.
Kalau Ling Ling masih hidup, lantas ke mana Tiga Iblis Cantik?
Tentu saja mereka sudah mampus. Manusia mana yang bisa bertahan dari Jurus Tapak Pembelah Matahari?
Jurus itu berasal dari Kitab Tapak Sejagad. Kitab pusaka nomor satu di dunia persilatan Tanah Tionggoan pada puluhan tahun lalu. Kitab yang menjadi rebutan setiap orang rimba hijau.
Kitab sedahsyat dan sesakti itu, bagaimana mungkin Tiga Iblis Cantik masih bertahan?
Tubuh Ling Ling terasa sangat lemas. Tiba-tiba dia jatuh terduduk. Kiranya gadis cantik itu terlalu bersemangat sehingga dia mengeluarkan tenaga tanpa menyisakannya sedikit.
Dia lupa kalau malam masih panjang. Mentari pagi belum lagi muncul. Dan sekarang musuh baru yang entah sejak kapan sudah menanti di hadapannya.
Dia seorang wanita. Hanya saja usianya sudah tua. Kira-kira sekitar lima puluh tahunan. Wajahnya penuh keriput, deretan giginya hitam. Tapi sepasang matanya menatap dengan tajam.
__ADS_1
Siapakah dia sebenarnya?