Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 101 Kecurigaan Kim


__ADS_3

Ryan duduk tenang bersama tuan Choi di ruang kerjanya. Menatap monitor layar TV .Melihat berita yang sedang heboh di jagat bisnis . Yang mengatakan tuan Choi Lee tewas bersama sang cucu. Namun belum ada yang mengkonfirmasikan berita itu.


" Aku yakin pasti Steve sedang dicari cari sekarang opa " kata Ryan menatap sang kakek.


" Opa rasa juga begitu " jawab tuan Choi Menatap cucunya itu


" Tapi apa Kim sudah menghubunginya " tanya opa.


" Sudah opa " kata Ryan yang melihat beberapa wartawan.Sedang memburu berita. Yang lalu lalang dikantor mereka.


" Pasti mereka sedang menunggu Steve " kata opa yang masih fokus menatap layar TV.


" Iya opa " kata Ryan.


Sedangkan dikamar hotel Steve mondar mandir bingung .Karna setelah Kim mengabarkan untuk tak bicara apapun. Ia pun hanya bisa diam dan mematikan ponselnya.Dan hanya berdiam di hotel dan duduk santai untuk beberapa jam kedepan.


Sedang di tempat lain .Seorang pria tergopoh gopoh turun dari motornya .Menuju rumah tuannya yang dijadikan markas.


" Kenapa kau baru datang ?" tanya pria tua itu.


" Saya hanya menghindari kecurigaan tuan." kata Jo tergagap.


" Apa mereka sudah memastikan nya untuk kecelakaan itu, dan kenapa belum ada konfirmasi nya. " kata pria itu terlihat gusar.


" Entah tuan tadi malam, tuan Steve menghilang. Dan pulang membawa mobil sendiri.Dan saya tidak tahu apapun. " kata Jo terbata bata.


" Baiklah kita lihat perkembangannya " kata pria itu duduk santai di kursinya.


" Tuan pintu gerbang utama ditutup. Dan mereka ta memperbolehkan siapa pun untuk keluar masuk ." kata seseorang yang baru saja datang.


" Lalu bagaimana dengan kantor ?" kata pria tua itu


" Kantornya di tutup atas perintah tuan Steve Dan beliau tak mengatakan apa pun untuk mengkonfirmasikan kecelakaan itu." kata pengawal itu.


" Baiklah kita tunggu sampai besok lusa, kalo tak ada yang mau mengkonfirmasi kan kecelakaan itu biar aku yang datang kekantor " kata pria tua itu tersenyum.


Sedangkan dirumah . Kim sedang mengawasi seorang pelayan yang sedari tadi di telepon seseorang


" Hei kau sini ,siapa namamu ? " tanya Kim menatap anak yang masih berusia muda sekitar 20 tahun itu.


" Namanya khan tuan apa ada yang perlu dibantu." kata Khan gugup karna dia baru bekerja 10 hari dirumah besar ini.


" Kemari lah, apa kau kenal dengan pelayan ini " tanya Kim pada khan.


" Oh itu saudaranya tuan jo tuan " kata khan.yang menunduk.

__ADS_1


" Baiklah bawa kesini " perintah Kim


" Baik tuan " kata Khan. Yang lalu bergegas masuk kedalam rumah besar lewat pintu samping


Sedangkan Kim duduk tenang. Menunggu Khan membawa pelayan yang membuat nya penasaran .Karna cukup menarik perhatian Kim.Yang memang sedari pagi mengawasi beberapa orang yang mencurigakan


Sedangkan didapur para pelayan sudah heboh ketika seorang pelayan dibawa ke ruang keamanan.Yang akan diintrogasi Kim.


" Tuan ini jane, pelayan yang tuan minta " kata Khan .


Jane yang dibawa terlihat ketakutan. Dan wajahnya menegang. Ketika bertemu Kim.


" Baiklah kau boleh pergi " kata Kim pada khan .


" Baik tuan " kata Khan yang berlalu pergi.


Kim pun menatap Jane dari atas sampai bawah .Dan mengamati Jane dengan jarak dekat. Wanita itu terlihat ketakutan. Dan menunduk.


" Berikan ponselmu pada ku " kata Kim menatap tajam jane.


" Tapi ...tuan untuk apa" kata Jane ketakutan.


" Berikan saja" kata Kim .


Jane pun menyerahkan ponselnya dengan tangan yang gemetaran.Karna tidak tahu apa yang terjadi. Lalu Kim pun mengambilnya


" Bukan tuan hanya kerabat " jawab jane dengan terbata.


" Apa yang jo lakukan dengan menelpon mu hari ini " kata Kim menatap tajam Jane.


" Dia hanya bertanya , apakah tuan besar meninggal bersama tuan muda. dan bagaimana kondisi rumah besar" kata Jane jujur.


" Lalu kau menjawab apa hah !! " kata Kim menatap jane tajam


" Saya menjawab tidak tahu tuan, kami disini bekerja seperti biasa .Dan kami tidak tahu berita tuan besar dan tuan muda. " kata jane jujur Menang ia tak mendengar kabar apapun dan bibi Ying selaku kepala pelayan juga tak mengatakan apa pun.


" Lalu apa yang Jo tanyakan lagi " tanya Kim yang mash mengintimidasi Jane. Yang membuat Jane makin takut.


" Dia bertanya kenapa gerbang utama ditutup dan siapa yang memerintahkan " kata jane lagi .


" Lalu kau jawab apa?" tanya Kim dengan wajah datar.


" Saya hanya bilang tuan Kim menyuruh pintu gerbang ditutup sementara. dan saya tahu dari paman min tukang kebun." kata Jane lagi.


" Kau tau siapa tuan Kim?" tanya Kim menatap Jane tajam.

__ADS_1


" Tuan " kata Jane yang lalu menunduk dengan kaki sedikit gemetaran.


" Baiklah aku pinjam dulu ponselmu untuk sementara. Kau boleh kembali ke dapur " kata Kim menatap jane.


" Sa sa ya tuan ,saya boleh kembali " kata Jane tergagap.


" Ya pergilah " Kata Kim.


" Baik tuan " kata Jane yang lalu bergegas pergi meninggal kan Kim.Berjalan buru buru masuk kerumah besar.


Kim hanya mengelengkan kepalanya. Lalu mengecek berapa kali ponsel Jane menerima telpon dari Jo. Lalu meninggalkan tempat itu .Menuju dimana ruang kerja tuan besar Choi.


" Tok... tok ...tok....


" Masuk " terdengar suara dari dalam yang menyuruhnya masuk.


Kim pun lalu membuka pintu. Dan melihat tuan Choi duduk santai bersama tuan Lee yang sedang melihat laptopnya yang terkoneksi dengan kantor.


" Bagaimana Kim?" tanya Ryan menatap Kim.


" Saya curiga dengan jo tuan, tapi sepertinya wanita itu tidak tahu apa pun pun . Mungkin dia tak terlibat " kata Kim menjelaskan kecurigaannya.


" Baik cari Jo sampai dapat , kita pastikan ia bekerja pada siapa " kata Ryan menatap Kim.


" Apa kau yakin Kim , jo terlibat karna dia sudah 10 tahun bekerja disini " kata tuan Choi.


" Entahlah tuan saya hanya memastikan saja." kata Kim.


" Baiklah lakukan pekerjaanmu dengan baik " Kata tuan Choi.


" Baik tuan , saya permisi " kata Kim. Yang lalu kembali keluar dari ruangan tersebut. Dan memerintahkan orang untuk mencari Jo.


.............................


" Wow........antik !!! " teriak Aska yang senang melihat cake buatan mamahnya . Yang membuat Maya tersenyum senang.


Hari ini memang terlihat tegang di dalam rumah besar tapi .Mereka hanya diam karna memang tak tahu apapun .Kasak kusuk dari para pelayan yang bertanya tentang kecelakaan tersebut belum terjawab.karna Bibi Ying sendiri tak berani menyimpulkan apapun.Karna majikan tenang tenang saja


" Wah bagus nona " kata bibi Ying tersenyum. Melihat 3 jenis cake buatan Maya. Yang membuat para pelayan ikut menonton nona muda mereka itu menghias kue.


" Iya nona ini cantik sekali " kata Ling yang kagum dengan istri tuan mudanya itu, bahkan kemaren ia mendapat hadiah tas.


" Nona muda memang mantap " kata Nia bangga pada majikannya itu. Karna Nia sudah tahu . Kalo Maya pintar membuat cake dan memasak.


" Hoye.... hoye ..antik antik ya " Celoteh Aska yang duduk di pangkuan Nia melihat hasil karya mamahnya.

__ADS_1


" Trimakasih " kata Maya lalu mencium buah hatinya itu. Karna sudah memujinya. Lalu setelah siap kue pun dipotong .Dan dibagi bagikan.Semua pelayan boleh menyicipinya.


__ADS_2