
Semua saling pandang karna Sinta menanyakan Jasmine.
" Van siapa Jasmine " kata Sinta menatap Evan. Sedang Evan hanya terdiam.
" Untuk itu kalian bicarakan berdua saja. Mami tak mau ikut campur " kata Mami yang mencoba bersikap bijak. Karna tak ingin mem banding bandingkan dua orang calon menantu nya itu. Apalagi disaat sedang berkumpul.
" Ayo kita pulang nanti kita bicara baik baik di apartemen " kata Evan yang tak.bisa mengelak lagi. Toh percuma kalo Evan menyembunyikan nya pada akhirnya Sinta juga akan tahu.
" Baiklah kau perlu jelaskan itu semua " kata Sinta penuh penekanan. Yang membuat Mami dan papinya melihat kearah Evan.
Namun Evan diam tak menjawab . Lalu berdiri untuk berpamitan. " mi pi Evan pulang dulu ya " kata Evan.
" Ya hati hati selesaikan masalah kalian dengan baik baik" kata mami.
" Ya mi " kata Evan..
" Sinta ayo pamit " kata Evan ,Yang melihat Sinta hanya diam saja. Lalu berpamitan setelah ditegur Evan.
" Mi pi kami pulang ya " kata Sinta juga berpamitan dengan Irvan dan Yuda juga istri mereka.
" Ya hati hati bye sampai ketemu " kata Sonya.
" Wah bakal ada badai nih " kata Irvan melihat Evan dan Sinta pergi begitu saja
" Biarkan dia menyelesaikannya. Karna dia juga harus memilih mana yang baik dan mana yang buruk. " kata papi.
" Tapi kalo Sinta jadi mantu papi bagaimana ?" tanya mami yang melihat Sinta cukup berambisi pada Evan ketimbang Jasmine.
" Ya apa boleh buat, tapi papi jujur saja menginginkan Jasmine jadi mantu papi " kata Papi santai.
" Ya ki kita lihat saja nanti pi Yang mana jodoh nya Evan kita harus bisa menerima dengan lapang dada" kata mami.
"Wah mami pasrah nih " kata Irvan menyindir.
" Ya mau gimana lagi sudah di pake berkali kali masa mami menolak " kata mami beranjak dari tempat duduknya.
" Hah kok mami tahu " kata Sonya .
" Lihat bahasa tubuhnya saja mami sudah gerti " kata mami yang lalu pergi menuju kamarnya
" Wah mami mu hebat , tapi papi berharap Sinta tak mengusik jasmine kalo Evan memilihnya.
__ADS_1
" Tapi sepertinya Sinta bakal jadi mantu papi pi karna Jasmine tak berambisi seperti Sinta " kata Irvan yang bisa melihat perbedaan Maya dan Sinta yang tak pernah mau jauh dari Evan.
" Terserah ...... yang penting dia bisa mengendalikan istrinya itu. kalo ia tak ingin bisnisnya hancur " kata papi yang berlalu meninggalkan ruang keluargga.
*********
Evan baru saja sampai di apartemen nya ketika Sinta melempar tasnya begitu saja .
" Jadi...... begini Van kau mempermainkan ku " kata Sinta emosi.
" Aku mencintai nya Sin, dan Maaf kita hanya sampai disini saja " kata Evan.
" Setelah setahun serumah kau hanya mengatakan itu van , apa kau tak punya hati hah .......!!! teriak Sinta yang emosi
" Lalu kau mau apa ?" kata Evan.
" Aku ingin kita menikah " kata Sinta yang terisak.
" Ngak bisa Sin aku tak bisa kecuali kau mau jadi yang kedua " kata Evan.
" Apa harus begitu kalo itu membuat mu baik akan aku lakukan " kata Sinta .
" Sin ......tapi aku tak mencintaimu " kata Evan jujur.
" Apa dia lebih baik dari ku ?"tanya Sinta yang melihat wajah Evan
" Dia sangat baik dan juga sempurna " kata Evan jujur. Karna pertama kali melihat Maya ia langsung jatuh cinta.
" Lalu aku , apa aku tak pantas menurutmu " kata Sinta.
" Bukan begitu. bukan kah juga menganggap ku hanya sebagai mesin uang mu . Dan aku sudah memberikan semuanya tampa syarat " kata Evan.
"Tapi aku tak.pernah berhubungan dengan pria lain selama dengan mu van " kata Sinta jujur.
" Aku juga " kata Evan .
" Tapi kau bermain di belakangku dan membawa Jasmine ke sini kan " kata Sinta.
" Iya tapi aku belum menyentuhnya " kata Evan jujur . Karna ia memang belum tidur dengan Maya . Dan Maya slalu menghindar darinya.
Sinta terdiam .." Apa aku boleh bertemu dengannya " kata Sinta .
__ADS_1
" Tidak, nanti bila ia sudah sembuh aku akan mengenalkannya pada mu " kata Evan yang mengingat kondisi Maya masih belum bisa bertemu orang asing. Dan Evan takut Sinta akan mencercanya dengan banyak pertayaan.
" Kenapa ? apa dia penyakitan bukannya kau bilang dia sempurna " kata Sinta sinis.
Evan tak menjawab ia meninggalkan kamar menuju ruang kerjanya lalu rebahan diatas sofa karna pusing memikirkan Sinta dan Maya
Sedang Kan Sinta menangis memeluk lututnya. " Aku akan mencari tahu siapa dia " kata Sinta yang menghapus air matanya lalu menelpon seseorang
**********
Sedangkan Maya sedang menikmati coklat pemberian Ryan sambil duduk berdua menonton drama komedi .
" Apa kau sangat suka dengan cokelatnya " tanya Ryan mengusap kepala Maya. Yang mengingat kan pada Queen .putri mereka.
" Iya bang ini sangat enak apalagi kacang almond nya " kata Maya.
" Syukurlah besok abang belikan yang banyak untukmu, oh ya apa May suka bertemu anak anak " tanya Ryan yang ingin Maya bertemu anak anaknya .
" Ya May suka apa lagi kalo anak anaknya lucu " kata Maya senang
" Benar besok abang ajak mereka bertemu May ya " kata Ryan senang.
" Yang bang " kata Maya tersenyum . Yang membuat Ryan merangkul Maya. Karna bahagia . Istrinya masih mau bertemu anak anak. nya. Walau belum sembuh . Tapi Ryan akan berusaha untuk mengingatkan Maya pada dirinya dan juga anak anaknya.
***********
Dirumah utama koper semua sudah siap . Nyonya Lily dan bu Lastri duduk menemani cucu cucu mereka di ruang tengah.
" Oma bagaimana kalo mamah tak ingat sama kita lagi " Kata Tan.
" Ngak boleh bilang begitu , oma yakin Mamah kalian pasti sembuh. Kan papah sudah janji besok mau mengajak mamah kesini " kata Nyonya Lily
" Iya de, kan kita harus banyak berdoa . kita bersyukur mamah masih selamat dari kecelakaan itu " kata Aska yang paling sedih ketika mendengar kabar Mamahnya meninggal.
" Iya bang , tapi Queen kangen banget Walau ngak bertemu Paling ngak kita bisa lihat mamah .Sebelum berangkat ya ngak nek " kata Queen yang juga mengajak sang nenek ikut .
" Iya sayang , maka dari itu kalian harus sabar banyak berdoa agar mamah kalian bisa sembuh total dan bisa pulang kerumah ini dan bisa berkumpul bersama " kata bu Lastri.
" Aamiin ......" Kata keempatnya bersamaan karna sekarang mereka tak terlalu sedih seperti saat Maya dikabarkan tewas . Yang membuat semua nya seperti orang gila. juga Desi dan Vani yang hampir seharian menangis tampa makan dan minum
" Bagus...... sekarang pada bobo sudah malam apa mau Aunty bacakan cerita rasul ," kata Nur pada keempatnya.
__ADS_1
" Mau aunty, biar kita bisa mimpi indah " kata Queen tersenyum . Yang membuat Bima ikut terharu mendengarnya.