
Pesawat mendarat jam 8 pagi. Ryan terbangun ketika Kim mengetuk pintu kabin.
" Tuan muda kita sudah sampai " kata kim ketika Ryan membuka pintu.
" Baiklah siapkan mobil , kita akan keluar .oh ya Kim kata kan pada jhon utuk menyiapkan mobil besar karna istriku masih tidur " kata Ryan .
" Baik tuan muda " kata Kim. Lalu pergi untuk menghubungi Jhon .untuk menjemput.
Sedangkan Aska dan Nia senang bisa melihat pesawat besi lain berdatangan di bandara.
" Burung esal ali " celoteh Aska
"Iya den Aska pasti senang kan burung besar kita punya teman "'Kata Nia.
" Na mah?" celoteh Aska bertanya.
" Mamah Aska masih bobo" kata Nia yang tadi mengetuk pintu kabin nyonya dan tuannya tapi tak ada jawaban.
" Bobo ...apek " kata Aska menatap Nia.
" Iya capek " kata Nia .Yang tahu nyonya itu lagi hamil muda moodnya naik turun.
Kim yang melihat keduanya ngobrol hanya tersenyum.
" Nia kita akan segera turun. Ajaklah tuan muda kecil turun lebih dulu bersama jhon nanti."'Kata Kim pada Nia.
" Iya tuan Kim, apa nyonya belum bangun ?" tanya Nia.
" Belum , tapi tuan muda akan mengendongnya nanti " kata Kim. Yang sangat tahu tak mungkin tuan mudanya itu membiarkan istrinya di gedong orang lain.
..................................
Mobil berhenti di depan teras . Nia keluar bersama Aska lebih dulu yang disambut Vani dan Desi.
" Hai sayang , ya ampun kamu tambah gembul aja. sini aunty kangen " kata Desi yang langsung meraih Aska dari gendongan Nia.
" Aska gen uda " kata Aska yang langsung memeluk sahabat ibunya yang sudah seperti saudara itu.
Begitu juga dengan Vani. Yang langsung mendekati Aska.Dan mencium pipi gembul Aska. Yang terlihat rada berisi.
" Mamah Aska mana "tanya Vani mencari Maya yang tak terlihat turun dari mobil .Hanya Aska dan Nia juga koper dan barang barang yang dibawa.
" Mamah bobo di obil " kata Aska .
__ADS_1
" Nyonya di mobil yang berikut nona, bersama tuan karena tadi masih belum bangun. " kata Nia memberi tahu.
" Ya ampun tu bumil hobby banget ya tiduran di perjalanan " kata Vani .Yang tahu memang Maya suka tidur juga kalo di bis. Kalo pergi bersama Maya.
" Ya sudah, ayo masuk kita bawa kopernya " Kata Desi yang membantu Nia menyeret koper keruang tengah
Ada rasa bahagia di hati Nia bisa pulang setelah hampir 3 bulan lebih di negara orang.Karna ia masih mempunyai abang yang tinggal di panti asuhan.
" Nia , Aska" panggil bi Marni yang langsung memeluk Nia karna kangen dan juga Aska yang digandeng Vani
" Ya ampun den, tambah besar dan gembul aja nih bibi kangen banget " kata bi Marni yang langsung menciumi pipi Aska. Dan Aska hanya tersenyum.
" Anen anen ya " kata Aska yang dikerumuni banyak pelayan ketika sudah diruang tengah.
" Iya lah orang Aska lama banget disana semua yang ada disini kangen semua " kata Desi menjelaskan.
" Api Aska ulang isa ain ain ya " kata Aska yang sudah pintar bicara.
"'Iya den boleh tapi mandi dulu ya biar segar "
Kata Nia.
" Aska andi di olam enang ya, ama mba " kata Aska yang rindu berenang.
" Yey..........asyik.......enang " kata Aska yang senang membuat semua orang tertawa melihat tingkahnya yang lucu dan mengemaskan
Sedang Ryan baru saja membopong tubuh Maya kekamar. Ryan mengangkatnya pelan karna tak tega membangunkannya Maya.
" Kau sangat cantik kalo lagi tidur begini " kata Ryan mengecup bibir Maya. Yang terlihat imut ketika tidur .Padahal Maya hanya memakai kaos saja . Dan selimut yang melilit tubuhnya yang polos .
" Istirahat lah abang mau mandi " kata Ryan .Yang lalu berjalan masuk kamar mandi biar segar.
Ada rasa lega setelah sampai dirumahnya. Rumah peninggalan sang papi. Yang banyak menyimpan kenangan di masa kecilnya. Karna memang sang papi asli indonesia yang berkuliah dan bertemu sang mami di Taiwan.
Eugh............Lenguh Maya yang mengerjabkan matanya. Dan melihat sekeliling.
" Ya ampun aku sudah dirumah, pasti aku nyenyak banget tidur sampai ngak sadar di gendong abang " kata Maya yang melihat dirinya masih polos hanya memakai Kaos untuk menutup atasnya saja
Maya tersenyum mengingat apa yang ia lakukan di pesawat bersama suaminya. Lalu ia pun bangun dan ingin kekamar mandi.
Ceklek.......
" Sudah bangun " kata Ryan yang baru keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
" Abang kenapa ngak bangunin May kalo sudah sampai " kata Maya yang mendekati suaminya yang bertelanjang dada dengan handuk sepinggang.
" Abang ngak tega pasti kau sangat lelah " kata Ryan yang mencium pipi Maya.
" Mandilah biar segar, atau mau abang mandi kan " kata Ryan mengoda Maya yang hanya memakai kaos panjang tampa bra. Yang terlihat jelas di mata Ryan.
" Ngak usah abang berpakaian saja ,Maya mandi sendiri " kata Maya tersenyum yang lalu membalas ciuman Ryan di bibir
" Kau mengoda ku " kata Ryan yang menahan tengkuk Maya
" Hehehe .....ngak bang hanya pengen cium abang " kata Maya . Entah Mengapa ia menjadi suka mengoda suaminya itu.
" Baiklah sekarang mandi " kata Ryan yang menangkup dua pipi Maya dan mengecup bibir istrinya itu.
Ryan bisa saja melakukannya lebih .Tapi ia tak mau membuat Maya lelah karna masih hamil muda. Dan dokter menyarankan nya untuk tidak terlalu sering melakukannya. Karna takut berpengaruh bagi kehamilan Maya. Yang membuat istrinya itu kelelahan.
" Mandilah " kata Ryan lembut.
" Mhem " dehem Maya lalu melepas kan pelukan Ryan dan menuju kamar mandi.
Sedangkan Ryan langsung menuju lemarinya untuk berpakaian .Setelah rapi ia langsung keluar kamar untuk mencari buah hatinya yang langsung bermain ketika sampai rumah.
" Bi Marni , Aska mana " tanya Ryan ketika bi Marni membawakan teh hangat untuk dibawa ke kamar tuannya itu.
" Lagi berenang tuan bersama nona Desi dan non Vani. Apa tehnya bibi bawa kekamar " tanya bi Marni menatap tuan mudanya itu.
" Iya bi, Maya sedang mandi. bilang aku di villa belakang bila ia mencari ku . Aku ingin bertemu Alex " kata Ryan yang berlalu begitu saja.
" Iya tuan muda " kata bi Marni yang menatap punggung tuannya. Lalu kembali melangkah menuju kamar tuannya.
" Bi Marni " kata Maya yang menoleh kita bi Marni masuk membawa teh herbal.
" Anda sehat nona " kata bi Marni yang meletakan teh diatas meja lalu melangkah menghampiri Maya dan memeluknya. Karna rindu dengan istri tuannya itu.
" Alhamdulilah bi, Maya sehat " kata Maya sumringah yang membalas pelukan bi Marni yang ia anggap seperti ibunya.
" Syukurlah ni perut tambah besar aja " kata bi Marni mengelus perut Maya pelan.
" Iya bi kembar " kata Maya tersenyum.
" Masyaallah bakal rame rumah ini kalo sudah lahir " kata bi Marni senang.
" Iya bi ini berkah dan rezeki nya bang Ryan " kata Maya. Yang tersenyum bahagia.
__ADS_1
Lalu keduanya pun berpelukan lagi. Bahagia bisa bertemu dan berkumpul .Maya tak pernah menganggap bi Marni pelayan sejak ia tinggal di villa pantai .Dan Ryan suaminya sangat tahu tentang itu.