
Bima pun lalu duduk mendekati mertuanya.
Dan duduk di sisi ranjang .
" Abi sudah bisa pulang besok lusa. Dan nenek sudah pulang besok kembali kerumah kakek .Mungkin siang i besok mereka akan datang kesini besuk abi " kata Bima.
" Alhamdulilah " kata abi lega yang mendengar bahwa mertuanya sudah kembali kerumahnya sendiri. Karna ustad Rahman sendiri tak mau . Mertuanya itu mengusik rumah tangga anak anaknya seperti mengusik almarhum istrinya.
" Abi senang , pasti kau membantu mereka kan nak " kata abi pelan.
Bima tak menjawab hanya tersenyum karna tak mungkin ia menjelaskannya sekarang
Apalagi sedang ada tamu .
" Ya sudah abi makan dulu martabaknya biar Bima ambilkan minum ." kata Bima.
Yang mendekati nakas dan mengambil
Minuman mineral untuk sang mertua
Sedangkan Nur asyik ngobrol dengan kedua tamunya Sambil makan martabak sedang kan Desi dan Vani membawa buah untuk abi Nur. Yang diletakan di atas meja nakas dekat ranjang sang abi.
" Abi mau makan buah " kata Bima
" Ngak nak cukup ini saja ini juga belum.habis . Apalagi nanti makan malam . Abi merasa berat badan abi bobotnya naik Karna makan terus " kata abi terkekeh..
" Ngak papa bi kan jadi sehat " kata Bima tersenyum..
" Trimakasih nak , sudah membantu keluargga abi mudahan keberkahan slalu menyertaimu " kata ustad Rahman.
" Aamin sama sama bi " kata Bima tersenyum pada ayah mertuanya.. Sambil mengambil piring kotor. Sehabis memakan martabak pembeliannya .
*********
" ' Baa .......... kata Queen yang mengagetkan Ryan dan Maya ketika keduanya sedang asyik ngobrol .
" Aish .... apa sih cantik " Kata Ryan yang langsung memangku putrinya itu .
" Ah......papah " rengek Queen ketika sang papah mencium pipi nya karna geli..
" Hai mah " kata Zia menyapa Maya
" Hai sini sayang " kata Maya yang lalu memangku putri kesayangan Kim itu
__ADS_1
" Wah ....cantik cantik nya papah lagi main bareng ya " kata Ryan yang menoel hidung Zia .
" Iya pah kita lagi main tadi , papah lihat deh ikan koi win penuh Jadi sempit tempatnya Masa ikannya pada rebutan makan .Bikin kolam lagi pah yang besar biar nanti bisa berenang bebas " kata Queen
" Hah......kok bisa apa anaknya banyak " kata Ryan.
" Iya bang kan sekali bertelur banyak Jadi memang harus dipindah ke kolam yang lebih besar " kata Maya.
" Bisa dimakan ngak toh ikan , kalo bisa kita goreng aja ngak usah di buat kan kolam " kata Ryan.
Plak.....
" Auw.... kok papah dipukul sih " kata Ryan
" Lagian papah aneh, mana ada ikan koi dimakan ngak enak itukan ikan hias " kata Queen manyun
" Hehehe....... iya nih de, papah aneh aneh saja " kata Maya terkekeh.
" Papah harus bikinin toh kolam yang lebih besar Biar ikan nya ngak pada mati pah . " kata Queen
" De kalo sudah tua ikan nya pasti meninggal kan almarhum ....jadi biar cucu cucunya yang gantiin mereka " kata Ryan.
" Ih papah ngak bercanda. Nggak lucu Orang ikannya nanti pada berjubel kan kasihan . Lagian tuh ikan memang sudah lama ngak diurus Dan memang harus dipindah pah " kata Queen
" Eh ... berarti ikan koi nya taruh di kolam
renang aja pah " kata Queen
" Ngak .... ngak boleh nanti kalo berenang ikan nya bisa gigit bokong papah gimana ?" kata Ryan bercanda.
" Hahaha...... wah berarti ikan koi nya nakal hati hati lho pah perkutut papah juga bisa digigit " kata Queen terkekeh.
" Allahu akbar " kata Ryan yang menatap Maya .Hingga membuat Maya terkejut lalu terkekeh Mendengar candaan putrinya itu..
" Hahaha ...... berarti kaya ikan piranha ya kak " kata Zia ikut tertawa
" Yah itu bahaya de ,kalo gitu bikin kolam sebelahnya aja biar nanti dipisah. Sebagian bisa taruh di aquarium ruang tengah ya " kata Ryan.
" Boleh pah ..... kalo yang di aquarium yang masih bayi aja pah .Kan biar ibunya di kolam yang baru Karna aquarium nya kecil dan kasihan kalo berdesakan " kata Queen.
" Ok...... Biar mamah bilang mang ujang besok Biar di panggilkan tukang yang bikin kolam. Dan buatkan buat ibu ibu koi" kata Ryan.Sambil mencubit dua pipi Queen..
" Pah...." Kata Queen yang juga mencubit pipi papahnya
__ADS_1
" Apa ...." tanya Ryan
" Kenapa ikan ngak tidur di kasur sih pah ?" tanya Queen
" Ya karna kasurnya basah jadi ngak tidur di kasur , jadi tidur nya merem aja ngak usah pake kasur " jawab Ryan
Maya yang mendengar kan obrolan ayah dan anak itu Hanya tersenyum bersama Zia. Yang mendengar kan pertanyaan konyol Queen yang membuat sang papah menjawab dengan santai
Sampai waktu menjelang senja , Mereka pun kembali masuk rumah utama Dan sholat berjamaah diruang tengah. Setelah itu mereka pun makan malam.
" Zia mau yang mana sayang " kata Maya ketika sudah melayani Ryan dan anak anaknya
" Ikan itu mah " kata zia yang menujuk empal daging Dan Maya pun mengambil kannya.
Karna memang kedua keponakan nya itu Sering menginap .Dan lagi Zia dan Ken kadang tidur di kamar Aska kalo libur Karna bosan tinggal di villa. Jadi mereka berkumpul di kamar Aska untuk tidur bersama saudara mereka . Untuk mengisi waktu sambil bermain dan bercerita.
"********
Sedangkan di sebuah ruangan hari ini Rara melakukan kemoterapi Yang membuatnya sedikit bersemangat mendengar kenyataan bahwa ia mengidap kanker. Namun Diaz menyemangati wanitanya itu. Agar bisa menerima kenyataan. Dan menjalani sisa hidupnya dengan baik.
" Jangan menangis lagi " kata Diaz ketika tadi Rara sempat terisak. Dan kini mereka sudah kembali kekamar.
" Iya di , maaf kan aku merepotkan mu " kata Rara.
" Mungkin ini cara tuhan menegur kita dan bersyukur lah bahwa ia memberitahukan kita ketika mendekati ajal Dan kau harus sadar bahwa ini takdir hidup mu. Dan juga hidup ku " kata Diaz yang telaten merawat Rara.
Tadinya ia tak perduli pada Rara karna Rara hanya simpanannya tapi setelah Jhon menasehatinya hatinya tergerak untuk menikahi Rara dan merawat wanita malang itu. yang tak jelas kerabat dan keluargganya.
" Tidurlah " kata Diaz ketika Menyelimuti Rara.
" Di.... boleh aku minta sesuatu " kata Rara menatap Diaz.
" Apa ?" tanya Diaz
" Aku ingin bertemu sepupuku . Dia adalah kekasih Evan Triadi. Aku Ingin bertemu dengannya . Dan juga bertemu tuan Lee dan
istrinya untuk minta maaf . Sebelum aku mati " kata Rara lirih. Yang ingat ia dulu berniat mengoda Ryan dan bermaksud jahat dengan Maya . Sehingga tuhan menghukumnya. Padahal Sinta sudah memperingatkan nya..
" Ya besok aku akan menyuruh orang untuk mencarinya " kata Diaz.
" Trimakasih Di , aku Juga minta maaf slalu merepotkan mu " kata Rara
" Sudah ngak usah dibahas tidurlah sudah malam biar besok bangun pagi kau bisa melihat taman di samping kamar " kata Diaz
__ADS_1
" Trimakasih Di " kata Rara lalu tersenyum.