
Sedangkan dirumah sakit Nur baru saja tertidur. Dan Bima langsung keluar dari Ruang rawat Untuk menelpon Salman dan ingin bertemu kakek Nur. Langsung besok pagi Karna ia ingin bicara langsung dengan sang kakek. Dan Bima juga minta untuk memesan tempat Khusus agar masalah ini tak diketahui Nur ..Dan Bima tak mau Nur tahu. Agar tak merasa bersalah dan jadi beban pikiran. buat Nur
Dan Salman pun mengiyakan. Lalu Bima kembali lagi masuk ke ruang rawat mertuanya. Dan berbaring memeluk Nur.
" Maaf kan aby ya Nur , kalo aby ngak jujur sama Nur . Aby tak ingin masalah ini jadi pikiran buat Nur " kata Bima. dalam hati .Lalu memejam kan matanya .
Abi yang terbangun melirik kearah Nur dan Bima yang sedang tertidur ..Pelan pelan ia berusaha untuk duduk Sambil melihat jam yang sudah masuk waktu ashar Dan lalu tayamum untuk sholat diatas ranjang.
Nur mengerjakan matanya. ketika merasa kan tangannya berat Karna tertindih tangan Bima Yang membuat nya terbangun Dan melihat abi nya sedang sholat.
" Alhamdulilah abi sudah semakin pulih " guman Nur yang memindahkan tangan Bima pelan pelan . Agar tidak terbangun
Lalu beranjak menuju kamar mandi untuk berwudhu dan sholat. Setelah selesai Nur pun menghampiri abi nya
" Abi mau makan buah biar Nur kupas " kata Nur
" Boleh tapi ngak banyak ya Nur " kata abi
" Ya abi " kata Nur yang lalu mengupas apel dan juga melon Lalu menyuapi abi nya pelan pelan.
Nur tersenyum abi nya sudah makin membaik dan sudah bisa iklas melepas kepergian uminya. Begitu juga dengan Nur.
Yang berusaha mengikhlaskan kepergian uminya dengan melupakan semua kesalahan uminya. Dan memaafkan agar Uminya tenang . Setiap berdoa tak lupa Nur selipkan surat alfatihah dan al mulk untuk sang umi .
" Nur kapan abi bisa pulang " kata abi bertanya.
" Sabar ya bi, kita lihat perkembangan abi dulu. Abi ngak usah mikirin yang lain yang penting kesehatan abi " kata Nur .
" Tapi abi merepotkan Nur dan Bima kalo terlalu lama disini " kata abi menatap wajah putrinya itu.
" Ngak bi Bima bilang abi harus dirawat sampai pulih. Ngak masalah kamar dan biayanya . Aby Bima masih sanggup membayar semuanya " kata Nur . Karna Bima memang ingin memberikan yang terbaik pada ustad rahman yang mengingat kan nya pada sang bapak yang meninggal Sewaktu Bima masih kecil. Dan dia sudah mengangap mertuanya itu bapak kandungnya sendiri.
" Terimakasih nak , kalian sudah menjaga dan perduli sama abi " kata Abi lirih.
" Sama sama abi. sekarang apa abi mau minum " kata Nur .
" Tidak nak , abi sudah kenyang " kata abi yang menghabiskan buah yang dikupas Nur. Yang membuat Nur tersenyum
" Alhamdulilah mudahan abi cepat sehat " kata Nur yang memperbaiki selimut sang abi Lalu mencuci kotor di wastafel
********
__ADS_1
Sedangkan di ruangan lain Rara merasa kan perutnya sakit.
" Aduh kok sakit ya padahal aku baru saja makan " kata Rara yang merasa tak enak badan dan tubuhnya merasa lemas.
" Ada apa dengan ku " kata Rara yang merasa lemas tak bisa bangun merasakan sakit diperutnya.
Diaz yang baru masuk kaget melihat Rara yang hendak turun dari atas ranjang.
" Rara jangan turun dulu Tubuh mu masih lemah " kata Diaz Yang lalu menyangga tubuh Rara yang masih lemah
" Ada apa dengan ku " kata Rara menatap Diaz lekat.
" Mungkin itu efek syaraf mu yang putus karna kau iris " kata Diaz asal.
" Hah..... bagaimana bisa , Apa bisa sampa organ dalam pengaruhnya " kata Rara bingung.
" Iyalah kan syaraf itu vital " kata Diaz lagi
" Trus bagaimana aku bisa berjalan " kata Rara.
" Biar ku gendong ayo " kata Diaz . Yang lalu mengedong Rara kekamar mandi dan mendudukkan nya di closed duduk .
" Diaz keluar lah aku malu " kata Rara.
" Ih....... tapi aku "
" Sudah aku akan menunggu mu " kata Diaz Yang lalu membantu Rara menurunkan celana nya ..Untuk biang air kecil..
Rara yang lemah terpaksa mau..Karna merasa badannya kaku. Dan Diaz juga menyirami ***********. Setelah selesai ia lalu membersihkan nya dengan tissue . Dan mengendong Rara kembali keranjangnya.
Ada rasa haru di hati Rara ketika Diaz memperlakukan nya dengan baik. Yang belum pernah ia rasakan. Padahal setahunya Diaz orang yang kasar. Tapi entah mengapa ia menjadi baik dan juga perduli padanya .
" Apa kau mau makan ?" tanya Diaz . Sambil menaikan selimut Rara .
" Aku masih kenyang, bisakah aku minum saja " kata Rara yang sangat haus .
" Ya akan aku ambilkan " kata Diaz yang lalu mengambil segelas air putih Dan memberikan sedotan Agar Rara mengisap nya. Setelah selesai Rara kembali memberikan nya pada Diaz. Dan Diaz pun meletakan nya dimeja.
" Ada lagi ?" kata Diaz.
" Tidak " kata Rara yang menatap wajah Diaz yang datar.
__ADS_1
" Oh ya kapan aku boleh pulang " kata Rara
" Belum tahu , mungkin. menunggu keputusan dokter " kata Diaz yang bingung harus menjawab apa.
" Aku ingin pulang Di , bisa kah kau mengurusnya biar aku makan obat saja
di rumah " kata Rara Sambil menatap Diaz
" Ya nanti kutanya dokter dulu boleh atau tidak " kata Diaz yang bingung karna Rara tiba tiba merengek minta pulang
" Ya " kata Rara yang lalu kembali berbaring .Sambil merasakan sakit ditubuh nya . Yang membuatnya merasa sangat lelah
Yang belum pernah dirasakan nya slama ini . Padahal sebelum nya ia baik baik saja
*******
Pagi seperti biasa sehabis subuhan di masjid rumah sakit . Bima memesan bubur Untuk istri dan mertuanya .Agar tak bosan makan makanan rumah sakit yang tawar.
Dan hari ini ia ada janji bertemu kakek Nur . Agar semua nya cepat selesai . Namun ia harus bicara dulu dengan Salman dan Altaf.
" Aby bawa apa ?" kata Nur yang melihat suaminya itu membawa kantong kresek.
" Ini bubur buat Nur dan abi " kata Bima yang lalu memberikannya pada Nur.
" Hah ....aby dapat dari mana ?" kata Nur Yang senang karna bubur itu bubur kesukaannya .
" Pesan spesial buat Nur takut kehabisan makanya aby pesan subuh " kata Bima Sambil melepas baju koko nya hanya memakai baju kaos polos. .
" Trimakasih ya by " kata Nur sambil mencium pipi Bima . Yang membuat Bima tersenyum . Karna tiap kali Nur senang istri nya itu menghadiahinya ciuman .
" Sama sama sayang " kata Bima tersenyum
" Aby ngak makan " kata Nur.
" Sudah sayang , aby makan duluan pas disana tadi " kata Bima berbohong karna hanya bisa pesan dua karna sudah dipesan orang lain.
" Nur .. apa sudah subuh " kata abi terbangun .
" Sudah setengah 6 bi, abi mau sholat " kata Nur yang ngak mau mengusik tidur sang ayah
" Astagfirullah ....Kenapa Nur. ngak bangunin abi " kata Ustad Rahman
__ADS_1
" Maaf bi, Nur ngak tega bangunin abi " kata Nur. Yang lalu mendekati abi nya ..