
Ryan pun duduk tenang dikursi kebesarannya
Sambil membaca semua berkas yang menumpuk. Yang harus ia tanda tangani. Selama ia tak mengawasi kantor. Yang hampir empat bulan ini ia tinggalkan.
" Tuan muda ini berkas proyek baru kita " Kata Didi yang masuk keruangan Ryan.
" Letakkan di situ di, oh ya apa proyek kita masih berjalan lancar " tanya Ryan yang lalu menatap Didi.
" Alhamdulilah bos, semuanya aman, oh ya Jimmy baru saja mengalami kecelakaan bos " kata Didi.
" Hah kau serius " tanya Ryan
" Apa Kim belum memberitahukan tuan muda tentang Jimmy " tanya Didi menatap bosnya itu.
" Belum, mungkin dia lupa. Lalu bagaimana keadaannya " tanya Ryan.
" Untuk itu saya belum tahu tuan, tapi tadi Jeff berusaha untuk mencari tahu "jawab Didi
" Baiklah oh ya, apa kita ada rapat hari ini?" tanya Ryan sambil membaca berkas.
" Ada tuan, mungkin setelah makan siang. " jawab Didi .
" Baiklah kembalilah keruangan mu Aku ingin menyelesaikan semua berkas ini sebelum kita meeting nanti " kata Ryan.
" Baik tuan, saya akan menyiapkan semua berkasnya " kata Didi.
" Ya " kata Ryan singkat.
Lalu Didi pun keluar dari ruangan bosnya itu.Dan kembali ke ruangannya .Lalu mulai mengurus file filenya.
Sedangkan disebuah rumah sakit. Jimmy terbujur kaku belum sadarkan diri setelah kecelakaan itu.
" Bagaimana keadaannya dok, apa dia baik baik saja " Kata seorang wanita yang tiada lain adalah Cindy.
" Kami belum yakin nona .Tapi sepertinya dia lumpuh total .Dan takkan bisa berjalan lagi seumur hidupnya." kata dokter yang memeriksanya
" Ya ampun dok kenapa sampai begini " kata Cindy sedih. Lalu menangis. Karna tak ada lagi pria lain yang bisa memberinya uang.Selain Jimmy.
" Hiks.....hiks .....hiks ....Jimmy bangunlah , Ayo bangun jangan tinggalkan aku jim " kata Cindy yang terisak. Karna setelah Ryan meninggal hatinya mulai terpaut dengan Jimmy.
__ADS_1
" Nona sebaik anda beristirahat, karna tuan Jimmy masih koma " kata sopir Jimmy.
" Tidak biarkan aku disini ,aku ingin menjaganya " kata Cindy.
Entah mengapa ia kini mulai berubah setelah Jimmy lah yang slalu memperhatikannya.
Setelah Ryan meninggal.Dan Frans membuangnya. Cindy tak punya pilihan lagi..Karna bila ia bekerja sebagai model di kala umur makin menua akan jarang tampil . Kecuali ada model baju yang bagus. dan event yang banyak.
Lama Cindy menangis .Sampai akhirnya Cindy tertidur di sebelah ranjang Jimmy sambil menunggunya siuman.
Sedangkan Lim yang duduk santai di rumah utama . Menelpon seorang wanita bersama anak anaknya.
" Apa kalian baik baik saja disana " tanya Lim penuh selidik.
" Kami baik baik saja tuan, mudahan begitu juga dengan tuan disana " kata wanita itu di sebrang sana serius.
" Ya aku sedang dirumah tuan muda . Disini aman, aku bisa tidur nyenyak sambil memikirkan kalian " kata Lim santai.
" Baiklah tuan slamat bekerja, saya akan mengantar anak anak sekolah "kata wanita itu.
" Ya berhati hati lah " kata Lim lalu meletakan ponselnya setelah diputuskan.
Lim pun lalu bersandar sambil memejamkan matanya. Mengingat ia belum menikah resmi dengan sang istri .Yang tinggal bersamanya.
" Woi May, lagi apa ?" kata Desi yang mengangetkan Maya yang lagi membersihkan popok Tan. sehabis
buang hajat.
" Ini lagi membersihkan bokong Tan " kata May sambil melirik Desi.
" Kok sendirian, mana si Vani.m?" tanya Maya.
" Dia lagi kedatangan tamu di apartemennya May " kata Desi duduk disebelah Maya.
" Oh siapa ?" tanya Maya kepo.
" Mertuanya May , sambil menengok kerabat " katanya Desi.
" O.....Ku pikir siapa " Kata Maya yang sudah membersihkan popok Tan.Lalu memberi popok baru.
__ADS_1
" Tuh bayi mengemaskan banget si May. sampai pengen banget tak cium " kata Desi yang lalu mencium bayi Tan pelan.
" Iya tapi jangan di cubit nanti baper dia, Tan berbeda dengan Rey Des " kata Maya mengingatkan.
" Uluh uluh bisa baper toh, kok sensitif amat. sih . Tuh bang amat aja santai ngak pake baper " kata Desi terkekeh.
" Dia kan anak no dua Des, kadang bisa baper juga karna diomelin sang kakak dan adiknya " kata Desi.
" Emang dia ngomong gitu May " kata Desi bertanya heran.
" Hehehe.....iyalah gue ibunya pastinya mengerti bahasa mereka." kata Maya terkekeh . Sambil mengangkat Tan kegendongannya.Karna Rey dan Queen belum bangun.
" Gue rasanya ingin banget May cepat lahiran kaya lho. biar punya teman ngobrol " kata Desi.
" Sabar masih nunggu sebentar lagi. Kan dia juga ngak betah tuh lama lama di perut lho. pengen lihat wajah bunda nya juga " kata Maya
" Iya May, bang Alex aja sampai sabar banget nasehati gue agar bisa rileks dan tenang biar bisa melahirkan normal kaya lho May." kata Desi.
" Iyalah kan anak pertama. Lho bisa lahiran normal Des, lagi pula Vani juga pengen normal melahirkannya. Ketimbang di cesar sakit nahan " kata Maya.
" Iya May, lagian juga biar merasakan berkahnya melahirkan sebagaimana wanita normal dengan pahala besar." kata Desi.
" Aamiin. ..aku aja melahirkan normal Des, Rasanya lega bisa merasakan nikmatnya melahirkan normal. Karna tak merasakan perut diiris iris " kata Maya yang membayangkan perutnya dibelah.
" Iya May lagian nih ya kalo di cesar ngak bisa bebas kaya melahirkan normal. Yang langsung bisa sembuh cepat. Karna jahitannya membuat kita harus berhati hati.
" Hai sini sini....sama tante , lihat perut tante juga ada ade Tan" kata Desi menyapa Tan. Yang dibalas senyuman manisnya
" Iya tante Tan akan tungguin ade sampai lahir. Dan akan Tan ajak ade main bola nanti kalo sudah lahir "kata Maya menjawab Desi .Hingga Desi tersenyum sumringah
Keduanya pun lalu mengobrol sambil menemani Tan yang menyusu sambil menatap sang mamah.
.............................
" Nona tidur lah biar saya yang menunggu tuan " kata seorang pria itu menyuruh Mey masuk untuk tidur. Karna Frans belum juga pulang dari kantor. Padahal sudah lewat jam 11 malam.
" Tapi aku belum ngantuk , biarkan aku menunggunya sebentar lagi " kata Mey yang ingin melihat suaminya itu. Karna tadi malam Frans juga tidak pulang.
" Apa kau masih marah tuan Gee" bathin Mey. Yang sedih setelah bertengkar dengan suaminya sebelum Frans berangkat kekantor kemaren pagi . Yang membuat Frans tak pulang .
__ADS_1
" Aku tahu kau pasti marah, aku tahu aku egois tapi aku juga ingin bebas dan ingin kemewahan." guman Mey lalu membaringkan tubuhnya di ranjang sambil menunggu. Gee pulang.
Sedang Frans sedang sibuk di ruangannya untuk menyelesaikan semua berkasnya. Tentang proyek barunya bersama Ryan yang masih berlanjut. Mengingat proyeknya berjalan lancar dan aman.Agar bisa cepat pulang . Dan bertemu Mey. Yang pasti menunggunya setelah kemaren tak pulang karna ia harus menemui sang opa Agar Ryan mau bekerja sama dengannya .Dan bertekad membangun keluargga barunya dengan niat baik bersama Mey ying istrinya.