Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 164 Bercanda


__ADS_3

Bi Marni tersenyum melihat polah istri keponakannya itu.Yang terlihat galak ketika Maya mengingatkan Tania mantan Didi.


" Enak aja gue gorok lehernya brani gambil suami gue " kata Vani kesal.


" Hahaha......bercanda lagi Van, lagian mana mau Didi sama dia lagi kan sudah ada tanda mata tuh di perut lho " sindir Maya.


" Iya non Vani, ngak mungkin lah Didi macam macam apalagi tuh bayi digadang gadang jadi cucu pertama yang diharapkan mertua nya non Vani. " kata bi Marni .


" Iya bi tahu, Maya nih kelewatan masa masih ingat aja sama tuh mak lampir " kata Vani sewot.


" Hahaha....lagian lho masih ngak bersyukur aja, ya jelas lah gue sindir sindir " tawa Maya.


Bi Marni hanya mengeleng .Mendengar canda kedua nya sambil membenahi ranjang Maya yang berantakan.


" Desi gimana kabarnya Van? baik aja kan kabarnya " tanya Maya yang lalu mengajak Vani duduk di sofa.


" Baik May, tadinya kita mau ikut kesini bareng bareng .Eh sama laki lho ngak boleh ninggalin kantor kosong katanya. Terpaksalah kita gantian kesini nya " kata Vani.


" Ya memang harus begitu kan. Lagi pula suami gue baru pulih Van., jadi harus bergantian. Aku juga kangen kumpul.kalian dan pulang kerumah utama " kata Maya.


" Iya May, Desi juga ngomong gitu. Lama kita ngak ketemu habis kejadian itu. aku heran sama toh orang jahat .Kenapa niat banget toh pengen bunuh laki lho . Gue doakan dapat karma dianya " kata Vani kesal .


" Iya Van, aku juga ngak tahu motifnya apa. Tapi yang jelas dia berniat jahat. Untungnya selamat semua. Dan suami lho cuma dapat memar ngak kaya Kim dan suami gue " kata Maya.


" Yah May, aku juga kaget setengah mati saat dengar kabar itu. Untungnya ada Desi yang nemani gue dirumah. Bayangin aja gue kalo pingsan sendiri ngak ada Desi bisa koit benaran deh malam itu " kata Vani


" Iya gue juga Van, pas bangun gue kaya lihat mimpi itu nyata banget. Untungnya bang Ryan selamat. Aku ngak bisa bayangin Van, anak anak gue jadi yatim yang bikin gue shock banget " kata Maya lirih.

__ADS_1


" Sudah non, jangan diingat lagi cerita sedihnya. Sekarang fokus sama bayi bayi lucu ini saja . Anggap saja ujiannya sudah lewat " kata bi Marni mengingatkan.


" Iya bi, mudahan ngak ada lagi ujian ujian berat yang lainnya . " kata Maya


" Aamiin mudahan kita semua bahagia May, gue juga mikir kadang itu terlalu berat buat kita. Tapi sekarang semuanya sudah lewat dengan sendirinya" Kata Vani.


" Iya Van, dan sekarang aku bersyukur banget bisa lihat tuh si kembar lahir dengan selamat dan sehat" kata Maya tersenyum.


" Iya non, bibi senang banget mana melahirkannya normal dan bayinya sehat sehat . Dan tentunya nyonya besar bahagia banget sampai mau kesini. " kata bi Marni.


" Iya bi mami mau kesini , tapi Lim minta kita pulang dulu kerumah utama. Karna kasihan opa bila sampai datang kesini jauh " kata Maya .


" Berati lho bakal pulang May kerumah besar May" Tanya Vani seraya menatap Maya serius.


" Iya jadi kita bisa kumpul lagi. Makanya suami lho dipanggil kesini " kata Maya.


" Alhamdulilah senang banget gue May, nanti kita semobil aja ya biar aku bisa dekat dengan calon mantu kan kita kan besan " kata Vani tersenyum.


" Hahaha.... bercanda dia bi, maklum lagi mau lahiran anak perempuan .Jadi nyari calon mantu" kata Maya terkekeh.


" Iya lah kan biar rame May, Desi aja ngotot pengen punya anak cewek.Karna pengen Aska jadi mantu nya . " kata Vani.


" Ya ampun kalian ini , den Aska masih kecil dan juga den Rey juga Tan . Kok sudah kaya orang dewasa aja pake di jodoh jodohkan " protes bi Marni .


" Iya bi dari pada nanti keduluan orang mending kita nawarin dulu. Lagian nanti mereka juga saling kenal jadi lebih mantap " kata Vani terkekeh.


" Itu kalo jodoh non, tapi kalo ngak gimana. ?" Kata bi Marni

__ADS_1


" Vani dan Desi cuma guyon bi, biasa mereka lagi error .Mana mau jaman sekarang di jodoh jodohkan. Kan pasti nyari pasangan sendiri kecuali keciduk kaya Vani dan Desi kemaren bi " sindir Maya.


" Oh iya betul non, kalo keciduk gitu baru bisa nikah ya non" kata bi Marni terkekeh.


" Bibi , May ngak usah dibahas ngapa " kata Vani cemberut.


Hahaha............


Bi Marni dan Maya pun tergelak mendengar omelan Vani dengan wajah cemberut. Yang baper karna candaan bi Marni dan Maya.


......................................


Lalu setelah itu bi Marni pun meninggal kan kamar Maya. Melanjutkan pekerjaannya di dapur bersama mak Sanah dan bu Risma yang akan pulang siang ini.ke desanya.


" Bi Marni titip Maya ya bi , kalo saya pulang. Maaf kalo slalu merepotkan bi Marni " Kata Bu Risma yang sudah mengangap bi Marni seperti saudaranya.


" Bu Risma ini jangan sungkan, non Maya itu sudah saya anggap anak sendiri. Apalagi tuan muda. Apa bu Risma ngak pengen ketemu besan bu, kan nanti mau ketemu non Maya dan cucu cucunya.


" Saya sudah sering ngobrol bi, ngak enak kelamaan di rumah menantu. Rumah didesa ngak ada yang ngurus .Dan lagi keseringan dititipin tetangga juga ngak enak." kata bu Risma karna sudah lama tinggal dengan Maya.


" Iya ya bu, saya juga kadang kangen sama kampung halaman. Tapi mau gimana lagi. anak anak saya jauh jauh kerjanya. Padahal sudah saya suruh pulang minta kerja disini saja. Ngak mau. ya sudah akhirnya bibi kerja aja dari pada bingung sendiri di rumah " kata bi Marni yang memang anak mantunya jauh kecuali ketika mereka pulang lebaran .


" Begitu lah bi kalo anak kita jauh saya juga kadang kangen sama Bima. Tapi ya karna demi sekolah harus iklas " kata bu Risma Curhat.


" Yah memang begini lah nasib. saya juga begitu harus iklas ketika Delima mengikuti suaminya Yang penting ia bisa hidup bahagia " kata mak Sanah


" Iya mak kita yang tua tua mengalah. ketika anak semua pergi pasti kesepian. Dulu aja kita bisa kumpul setelah dewasa menghilang dan dibawa pergi suaminya " kata bi Marni.

__ADS_1


" Ya memang begitulah hidup .Kadang ada suka dan duka. Hal yang paling menyedihkan ketika kita tak bisa lagi berkumpul bersama sama . Rindu anak anak itu pasti. Karna sudah hukum alam bahkan kita menjadi tua. Dan tak ada obat ajaib atau ramuan untuk mencegah kita menjadi tua " kata bu Risma lirih . mengingat kini ia sudah punya 4 orang cucu.


"'Benar bu lagian orang tua kaya kita ini. senyaman nyaman tinggal dirumah anak dan menantu Lebih nyaman tinggal dirumah sendiri ya bu " kata bi Marni yang sangat paham. Karna pasti anak dan menantu juga rikuh pada mertuanya. Atau orangtuanya sendiri.


__ADS_2