
Evan lalu membuka pintu.
Ceklek....
" Hai....." kata Yuda yang berdiri setelah Evan membuka pintu.
" Ada urusan apa abang kesini " kata Evan yang berjalan menuju sofa Di ikuti Yuda setelah menutup pintu.
" Ada yang mau kutanyakan " kata Yuda yang lalu ikut duduk disofa.
" Apa.......?" kata Evan cuek.
" Ck......kau ini tadi siang kenapa pertemuan dengan PT Mitsubishi kau batal kan . Kenapa tak cerita pada kak Irvan bila kau menolaknya. " kata Yuda
" Mereka ambil keuntungan tinggi jadi aku membatalkannya " kata Evan .
" Lalu kau mau bekerja sama dengan siapa lagi ? " tanya Yuda.
" Bang Altaf "kata Evan .
" Tapi Altaf perusahaan kecil Van Dan lagi investornya tuan Lee. " kata Yuda.
" Hah....... ngapain tuan Lee ikut jadi investor. nya bang Altaf kan bang Altaf berbagi untuk dengan pondok yang ia bina bersama Salman " kata Evan.
" Apa kau tidak tahu tuan Lee juga salah satu donatur pondok itu. " kata Yuda
" Hah.........berarti dia juga membantu bang Altaf " kata Evan
" Iya jadi kalo kau bekerja sama dengan Altaf otomatis kau juga harus berurusan dengan tuan Lee. " kata Yuda.
" Gila...... banyak juga relasinya . Sampai bang Altaf juga Setahu ku bukannya tuan Lee bukan muslim . " kata Evan
" Masalah itu aku tak tahu menahu. Kau bisa bicara dengan Altaf sendiri. Perusahaanya cukup lancar dan juga stabil tak ada masalah. Karna keuntungan sama. " kata Yuda.
" Lalu bagaimana kelanjutan nya dengan yang kemaren " kata Evan..
" Kurasa tuan Lee menundanya karna beberapa hari ini ia belum bisa ditemui " kata Yuda .
" Apa ada masalah " kata Evan . Yang menyerahkan semuanya pada Irvan . karna malas bertemu tuan Lee. Tadi siang saja tuan Lee seperti tak ingin bicara padanya.
" Tidak ada. kata asistennya tuan Lee sedang sibuk mengurus anak anaknya yang sedang berlibur " kaya Yuda
" Hah ... bagaimana bisa anak anaknya liburan pake sibuk diurusin lagi " kata Evan
" Mana kutahu " kata Yuda mengangkat kedua tangannya .Lalu bersandar di sofa.
" Huh.......aku akan menemui bang Altaf besok " kata Evan..
__ADS_1
" Terserah kalo begitu aku pulang dulu aku cuma menanyakan itu saja " kata Yuda yang beranjak dari sofa dan pergi Kearah pintu dan menghilang
Evan lalu berdiri dan menuju pintu lalu mengunci pintunya . " Astaga aku pikir Sinta " kata Evan yang khawatir pada kekasih itu.
" Ada apa denganku , Kenapa aku jadi merindukan Maya tapi juga tak bisa melepaskan Sinta " kata Evan bingung.
Lalu menghempaskan badannya diatas ranjang . Dan lalu memejamkan matanya.
*********
Dikamar apartemen Maya mengerjapkan matanya. Terbangun ketika melihat Ryan terbaring disebelahnya .
" Bang Ryan " kata Maya yang meraba pelan suaminya itu. Ya kini Maya sedikit mengingat Ryan Ketika siang tadi ia terbentur Karna Sinta yang menolongnya
" Dia benar suamiku " kata Maya yang menatap Ryan yang terlelap . Karna ia merasa nyaman tiap kali Ryan memeluknya Berbeda dengan Evan yang yang membuatnya tak nyaman .
" Tapi kenapa Kak Evan mengaku ngaku suami ku " kata Maya bingung
" Aku harus tahu alasan nya " kata Maya yang lalu mengusap pelan wajah Ryan dan mengecup bibir nya yang terlihat seksi.
Cup .....mpt ....mpt.....
" Abang....... apa abang sudah bangun " kata May kaget.
" Abang baru bangun ketika merasa ada yang mencium abang " kata Ryan tersenyum. lalu memeluk Maya.
" Kenapa tidak ....kan May istri abang" kata Maya .
" Apa Maya mengingatnya " tanya Ryan kaget.
" Sedikit " kata Maya.
" Alhamdulilah ya Allah teimakasih " kata Ryan yang lalu memeluk Maya sambil mencium pucuk rambut Maya berkali kali. Karna bahagia. Walau Maya mengingat nya sedikit Tapi Ryan sangat bahagia dan bersyukur istrinya itu bisa mengingat dirinya.
Maya tersenyum melihat Ryan yang terlihat bahagia..Keduanya pun lalu memadu kasih malam itu. Yang membuat mereka seperti mengenang masa pacaran
Sedangkan Kim dan Alan baru saja pulang kerumah utama. Kembali untuk istirahat.
" Gimana kabar kak Maya kak " kata Ima ketika Kim baru selesai mandi.
" Hari ini dia baik baik saja, ada orang yang menolongnya ..Untungnya tidak mengenai kepala nona ." kata Kim
" Syukurlah berarti Allah masih sayang sama kak May .Karna menyuruh orang untuk menolongnya " kata Ima.
" Yah begitulah, itu pun membuat tuan muda panik Karna ia sangat khawatir. " kata Kim..
" Iya kak Ima kadang kasihan juga sama tuan Lee. Yang akhir akhir ini sangat sibuk.
__ADS_1
Dan juga mengkhawatir kan Kak May. Sampai dia jarang beristirahat " kata Ima.
" Dari mana de Ima tahu" kata Kim menatap Ima penuh tanda tanya.
" Dari mas Didi yang cerita ke kak Vani. Karena dikantor pekerjaan menumpuk. Dan tuan Lee juga kadang tak bisa ikut rapat karna khawatir dengan kak Maya .
" Kita berdoa saja de mudahan nona cepat sembuh " kata Kim..
" Iya Kak, Ima kangen bisa kumpul lagi sama kak May dan belanja bareng " kata Ima lirih. Yang mengingat kebaikan Maya pada dirinya juga ibunya bahkan sampai sekarang
*******
Setelah subuhan Maya melipat mukenanya dan hendak melangkah pergi. Namun Ryan langsung menarik tangan Maya
" Biar kan bi Marni saja yang menyiapkan sarapan . May temani abang disini saja " kata Ryan yang memeluk Maya karna ia ingin libur hari ini. .
" Kan tadi malam sudah bang " kata Maya.
" Abang tahu. tapi biarkan abang hari ini memeluk Maya saja seharian " kata Ryan karna bahagia.
" Hah ......seharian abang ngak kerja " kata Maya terkejut
" Abang bos nya ngak kerja juga ngak pa pa .Kan masih ada asisten abang " kata Ryan. yang merengkuh tubuh Maya . Lalu menelpon bi Marni untuk mengantar sarapan ya ke kamar.
" Ih abang apaan masa sarapan dikamar " kata Maya
" Ngak masalah bi Marni juga di gaji abang " kata Ryan. sambil menoel hidung Maya .
Wajah Maya langsung bertemu merah karna Ryan menatapnya intens dan Maya lalu menyembunyikan wajahnya didada bidang suaminya itu..
Hahaha......... Ryan pun tergelak melihat Maya yang malu . Karna memang itulah sifat asli istrinya. Yang membuatnya senang mengoda Maya.
" Bang sudah ketawanya " kata Maya merengek .
" Iya sayang maaf bila membuatmu malu" kata Ryan yang lalu mencium kening Maya.
Ryan tak melakukan apa pun selain memeluk istrinya . Karna hampir sebulan ini ia cukup stress memikir kan Maya Namun hari ini ia merasa lega ..Maya mengingatnya sedikit sebagai seorang suami. Dan itu cukup membuat Ryan bahagia. Walau Maya tak mengingat banyak . Ryan sudah cukup bersyukur . Dan ia bisa membuat keputusan apa yang ia harus lakukan pada Evan .
Sedangkan Evan duduk sendiri di meja makan menikmati sarapan nya.
" Apa mereka belum keluar juga bi ?" tanya Evan pada bi Marni.
" Belum tuan , tuan muda minta sarapannya diantar kekamar. " kata bi Marni.
" Hah.......... Apa mereka tidur sekamar tadi malam " kata Evan kaget.
" Iya tuan memangnya kenapa ?'" kata bi Marni.
__ADS_1
Evan pun lalu terdiam seraya mengepalkan tangannya erat.