
Setelah pulang dari proyek Ryan dan Alex. Langsung menuju restoran dimana janji ketemu Rara Yang sudah menunggu disebuah restoran. Yang sudah dibooking Ryan siang tadi. Dengan pesanan kelas vvip yang tertutup.
Sedang kan Rara sudah duduk menunggu dari sejam yang lalu karna tak sabar bertemu pria yang dulu sempat dekat dengannya di mada kuliah.
"'Kok lama ya, apa masih dijalan " kata Rara yang lalu mengambil cermin kecil dan memperbaiki dandanannya.
" Sudah rapi "gumam nya yang memakai gaun mahal dengan tampilan sedikit seksi dibelahan dada yang berbentuk V .
" Hai ra sudah lama menunggu " kata Ryan yang baru datang.
" Hai yan , iya aku sudah menuggumub dari satu jam yang lalu " kata Rara yamg lalu memeluk Ryan dan memberikan ciuman kiri kanannya . Karna senang Ryan menemuinya. Namun Ryan cuma diam tak ada penolakan.
Em.....em.......dehem seseorang yang melihat pemandangan itu..
Rara pun menoleh " Alex ...":kata Rara kaget Yang mengira Ryan datang sendiri. Yang membuat raut wajahnya berubah seketika.
"'Hai ra, senang bertemu dengan mu " kata Alex mengulurkan tangan .
" Oh ya sama Lex , sudah lama kita tak bertemu " Kata Rara juga basa basi. Menyambut tangan Alex.
Lalu ketiganya pun langsung duduk dan ngobrol tentang masa masa kuliah . Namun pandangan Rara sebentar sebentar mencuri pandang pada Ryan. Yang jelas membuat Alex jengah. apa lagi Rara terlihat sangat perhatian melayani Ryan .
"'Hadeh...... bakal ada gosip panas nih nanti " bathin Alex Yang beberapa kali menarik nafas dalam . Risih dengan kemanjaan Rara yang terkesan mencari perhatian bosnya.
Dan membuat Alex merasa jadi orang ketiga.
Sedang Ryan merasa serba salah , karna Rara terlihat manja dan juga mencari perhatiannya.
" Ya sudah ya Ra ini sudah malam kami pulang dulu " kata Ryan yang sudah mulai lelah.
" Yah kok buru buru kan baru jam 9 " rengek Rara .
" Kan masih banyak waktu ra, lain kali kita bisa ketemu lagi " kata Alex.
" Iya ra, masalah nya ?kami juga capek dan ingin istirahat " kata Ryan . Yang memang ingin istirahat dirumah.
" Ya sudah kapan kapan aku hubungi lagi ya " kata Rara tersenyum manis .
"'Oke " kata Ryan yang lalu beranjak dari kursinya Lalu memanggil pelayan restoran untuk membayar makanan. Setelah semua pembayaran selesai ia pun pulang bersama Alex .
Alex yang membawa mobil fokus kejalan tapi sesekali ia melirik Ryan yang memejamkan mata sambil menyandarkan kepalanya. Karna ngantuk.
" Bos, lagi mikir apa ?" tanya Alex .
__ADS_1
" Ngak ada lex cuma ngantuk " kata Ryan . yang memang merasa ngantuk.
" Ku pikir lagi mikirin Rara bos " kata Alex yang ingin melihat reaksi Ryan.
" Astagfirullah lex jangan macam macam aku ngatuk " kata Ryan yang memang mengantuk.
"Syukurlah , tak pikir mabok cinta " kata Alex .
Namun Ryan tak menggubrisnya dan hanya diam. Karna memang tak ada niat ingin bermain api. Karna ia sangat mencintai Maya dan anak-anaknya . Karna ia tahu di mana kesetiaan Maya ketika menemani nya selama ini. Dan itu tak bisa ditukar dengan apapun .
Ketika mobil sampai dirumah utama. Alex langsung pamit pulang Setelah Ryan masuk .Alex diantar kim untuk pulang
" Kok sampai malam. bang " tanya Kim . yang rak biasanya mereka pulang lebih dari jam 9 malam.
" Tadi malam dulu sama teman lama kim " kata Alex . Sambil menoleh pada Kim.
" Dengan siapa ?" tanya Kim
" Kenapa ? kok kepo " kata Alex tersenyum .
Melirik Kim yang terlihat cuek.
" Aku tahu pasti dengan Rara kan bos. wanita yang pernah dekat dengan tuan " kata Kim datar.
Kim menarik nafas dalam " ngak perlu tahu " kata Kim .tampa menoleh dan hanya fokus pada jalanan. Yang membuat Alex terdiam .
Kim bukan tidak tahu , karna tadi siang ia mendengar sendiri Ryan menelpon wanita itu . Yang kemaren dilihatnya. Walau Ryan majikannya. Namun Kim tidak senang kalo Ryan menyakiti Maya yang menjadi majikannya . Karna Maya terlalu baik untuk disakiti. Tak sekali dua kali Maya menyelamatkan Ryan dan setia di dalam suka dan duka. Bahkan tak sekalipun Maya meninggalkan Ryan. dalam susah nya.
Kemaren Kim melihat gelagat tidak baik pada diri wanita itu. Seolah olah ingin menggodanya. Dan Kim melihatnya dari dalam.toko roti. Sambil menunggu roti
yang ia pesan untuk tuannya.
" Aku taki ikut campur Kim, tapi tolong kau awasi wanita itu. Aku takut bos tergoda " kata Alex
" Tak kau suruh pun aku sudah mengawasinya " kata Kim .
" Baguslah " kata Alex yang lalu tak bicara lagi. Setelah sampai di halaman rumahnya Alex pun turun.
" Trimakasih kim hati hati dijalan " kata Alex .
" Sama sama bang " kata Kim .Lalu membawa mobilnya pergi meninggalkan perumahan elit itu.
Sedang Ryan baru selesai membersihkan diri . Dan memakai baju rumahannya setelah itu langsung berbaring. diatas ranjang. Sambil memejamkan matanya
__ADS_1
" Abang capek ya " kata Maya yan memijat pungung suaminya.
" Abang capek May, abang tidur duluan ya " kata Ryan .
" Ya bang " kata Maya yang lalu mengusap pungung suaminya itu . Hingga terdengar dengkuran halus. Yang mengisyaratkan
Ryan sudah tidur .
Maya memandangi wajah Ryan yang tidur lelap " kasihan kau bang " bathin Maya yang tak tega melihat suami nya kelelahan karna bekerja. keras.
Maya pun lalu ikut berbaring disebelahnya sambil menyelimuti dirinya dan Ryan Lalu tak lupa berdoa. Lalu terlelap dalam mimpi.
****
Paginya semua sudah berkumpul dimeja makan untuk sarapan. Masing masing sibuk menikmati sarapannya. begitu juga Maya yang melayani suaminya.
" Oh ya bang nanti siang Maya mau pergi sama Vani dan Desi ya bang , Mau shoping ngak pa pa kan bang " kata Maya yang ingin membeli hadiah buat Mischa sebelum pulang . juga untuk.anak anaknya.
"'Terserah May , asal ingat waktu " kata Ryan Sambil menikmati omelette kesukaannya . Yang di beri sayuran kesukaannya . Dan itu resep dari Maya yang kreatif mencoba untuk sarapan anak anaknya.
" Iya bang pulangnya Maya mampir ke sekolah buat jemput " kata Maya.
" Ya " kata Ryan . Lalu meminum jus wortel buatan bi Marni.
Setelah selesai .sarapan Maya pun mengantar anak anak dan suaminya sampai halaman depan. Dan itu rutin dia lakukan tiap hari tampa bosan .
Setelah itu Maya kembali kekamarnya . yang lalu membawa baju baju kotor untuk di laundry kebelakang .
Namun tak sengaja terdengar suara ponsel berbunyi " drt.......drt......drt .......
" lho bukan nya itu ponsel abang kok ketinggalan apa dia lupa ya " kata Maya yang lalu mendekati ponsel Ryan yang bergetar dan melihatnya.
Deg..........
" Rara ..siapa Rara .Maya yang melihat jelas .nama Rara bingung Apa klein bisnisnya ?" tanya Maya lalu mengangkatnya
" Halo yan, boleh ngak kita ketemu hari ini " kata suara wanita disebrang sana.
"'Yan kok diam kemaren katanya mau ketemuan lagi " kata wanita itu.
Maya pun mendiamkannya . Sampai hubungan nya terputus sendiri.
" Apa dia .......????
__ADS_1