Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 117 Resep Jamu Bi Marni.


__ADS_3

Maya membuka matanya perlahan. Sedangkan suaminya masih terlelap. Lalu ia pun beranjak turun dari ranjang dengan pelan pelan .Karna masih Jan 4 sore. Maya pun bergegas mandi dan sholat. Setelah itu ia membangun kan suami tampannya itu.


" Bang sudah sore bangun dulu mandi dan sholat " kata Maya pelan sambil mengusap wajah tampan suaminya itu.


" Ugh......lenguh Ryan meraba tangan Maya. sudah jam berapa " tanya Ryan dengan mata terpejam


" Jam 5 bang, mandi ya biar Maya suruh bi Marni bikin kan teh herbal " kata Maya.


" Mhem. tapi yang biasa ya " kata Ryan. Yang lalu mengalungkan tangannya di leher Maya. Dan mengecup bibirnya. Lalu perlahan bangkit untuk duduk.


" Ya , jangan lupa sholat ya bang " kata Maya mengingatkan.


" Iya sayang " kata Ryan.Yang lalu menuju kamar mandi.Sedangkan Maya cepat cepat membereskan tempat tidurnya.


Setelah merapikan ranjang. Maya pun bergegas kedapur mencari bi Marni untuk membuatkan teh herbal buat sang suami.


" Bi Marni abang minta di buatkan teh herbal yang biasa " kata Maya pada bi Marni.Yang sibuk membantu memasak.


" Iya non , non Maya mau juga " tawar bi Marni


" Emang enak bi teh herbal apa ?" tanya Maya heran seraya mengernyitkan dahinya.


" Biasa tuan muda minta rebusan ginseng dengan madu asli tambah minyak zaitun sedikit dan dimakan dengan telur ayam kampung " kata bi Marni.


" Hah itu jamu stamina abang bi " kata Maya terkejut.


" Iya non kenapa memangnya non." tanya bi Marni heran.


" Sudah lama tuan muda mengonsumsi jamu herbal itu non, dan tuan muda memesannya langsung dari korea. Ginseng yang bagus non. ginseng yang terbaik " kata bi Marni menjelaskan.


Maya langsung menelan salivanya. Pantas saja stamina suaminya itu kaya kuda super Untungnya maya bisa mengimbanginya. Dengan teh herbal buatan bi Marni.


" Non, non Maya melamun " tanya bi Marni.


" Ah ngak bi, cuma Maya baru tahu aja abang minum herbal itu. Tak pikir herbal biasa " kata Maya sambil mengaruk lehernya yang tak gatal.


" Hahaha.......kaget ya non, tapi kan non juga minum herbal yang bisa buat stamina dan juga buat bayinya sehat Sama susu kacang almond buatan bibi " kata bi Marni mengoda.


" Ih bibi , pantasan saja tuh orang ngak sabaran kalo sudah nyosor " kata Maya sewot.


" Iya tapi enak kan non, Lagian sama suami sendiri ini. jadi di nikmati saja. " kata bi Marni meledek Maya.


Wajah Maya langsung berubah merah jambu. Lalu ia pun meminta bi Marni membuatkan teh herbal ..Agar staminanya pulih karna tadi sedikit kewalahan melayani suaminya itu. Untungnya ia sudah pijatan .Kalo ngak remuk semua tulang tulangnya.


" Sudah ah bi, Maya malu , nanti diantar ke kamar aja ya bi " kata Maya.Yang malu membahas urusan pribadinya.


" Baik non, siap " kata bi Marni tersenyum.


Maya pun lalu keluar dari dapur untuk mencari Aska. Lalu menuju taman belakang melihat putra kecilnya itu sedang bermain bola. Di temani Mumun dan Nia.Yang sibuk mengambil bola yang di tendang Aska.

__ADS_1


" Hai sayang lagi main bola ya " kata Maya yang menghampiri Aska .


" Ain mah, asyik ain ola . sini mamah itut " kata Aska senang melihat mamahnya.Yang lalu ikut memainkan bola.


" Cepat ini ain" kata Aska mengejar Maya.


Maya tersenyum melihat buah hatinya itu tumbuh dengan baik. Walau Ryan hanya ayah sambungnya .Namun melebihi seorang ayah kandung. Bahkan Aska diterima dengan baik oleh keluarga besar Lee.


Aska tergelak membuat hati Maya terharu. bisa melihat putranya itu bisa tertawa bahagia


" Pah ain ola " kata Aska yang melihat Ryan menghampiri Aska.


Maya berbalik melihat suaminya itu . Ryan terlihat tampan walau hanya memakai kaos rumahan.


" Ayo sini main sama papah " kata Ryan yang langsung mengiring bola mendekati Aska.


" Ye.....papah eyen " kata Aska berteriak senang. Dan Ryan pun tersenyum langsung mengendongnya Aska.


" Ayo main sama papah ,masukan ke sana " kata Ryan pun yang melempar bola. Dan dikejar Aska dengan berlari pelan.


Walau terkesan lamban namun Aska cukup gesit .Karna anak itu tumbuh lincah dan aktif. dan juga pintar. Dan Maya hanya menonton dua pria yang berbeda usia itu untuk saling merebut bola.Padahal Aska baru saja bisa berjalan namun kakinya sudah kokoh untuk berpijak dan lari.


" Aska tendang nak " teriak Maya yang menyuruh Aska menendang bola. Bola pun di tendang Aska. Tapi akhirnya ia terduduk di rumput setelah menendang bola terlalu kencang.


" Hahaha......ya ampun anak papah jatuh ya, apa sakit " tanya Ryan yang lalu mendekati Aska yang terduduk.


" Pintar anak papah , ayo main lagi " kata Ryan yang memegang tangan Aska yang mulai berdiri.


" Tuh bolanya ayo masukan lagi " kata Ryan yang mengikuti Aska dari belakang.


Maya hanya menonton saja . permainan antara anak dan ayah itu.Hingga selesai Ryan pun mengendong putra sambungnya itu lalu mendekati Maya yang menonton mereka berdua sedari tadi.Duduk dekat Nia dan Mumun. Yang hanya menonton saja.


" Capek ya , ayo Aska ganti baju nak, itu keringat semua " kata Maya.Yang melihat baju Aska basah karna berkeringat.


" Apek api asyik " kata Aska.


" Senang banget ya main sama papah " kata Maya .Sambil melap keringat di wajah Aska.


" Iya acik mah " celoteh Aska sambil tersenyum.


" Besok lagi main sama papah ya , kalo pas papah pulang cepat " kata Ryan


" Ya pah " kata Aska yang lalu minta digendong Ryan . Lalu Ryan pun mengedong Aska Dan berjalan masuk kedalam rumah utama .Diikuti Maya dan Nia juga Mumun.


Maya terharu melihat suaminya itu sayang dengan Aska. Sampai ia membuat akta kelahiran Aska dengan nama keluargga Lee. Padahal Maya tak pernah memintanya..Tapi Ryan tak ingin Aska di anak tirikan.Jadi ia pun mengakui Aska sebagai ayah kandungnya.


" Nia Aska dimandikan dulu ya " kata Maya ketika Ryan meletakan Aska duduk disofa


" Aska dah andi lap ja " kata Aska menolak mandi.

__ADS_1


" Tapi bau kecut tuh keringatnya banyak de " kata Maya.


" Nda nda andi , nda au " kata Aska yang merasa sudah mandi.


" Ya sudah di lap aja , sama mba Nia sana dikamar sekalian ganti bajunya ya " kata Maya merayu dengan lembut.


" Ya " kata Aska yang menganggukkan kepalanya .Lalu merentangkan tangannya pada Nia.


" Dong apek " rengek Aska.


" Ya ....akhir capeknya baru kerasa ya" goda Nia tersenyum.


Aska tak menjawab cuma tersenyum. Lalu Nia pun mengendongnya menuju kamarnya. Sedangkan Maya duduk disebelah suaminya. Yang bersandar di sofa


" Apa abang lelah " tanya Maya menatap lekat suaminya itu


" Ngak abang masih strong " jawab Ryan sambil mengelus perut Maya.


" Heh....geli bang...." kata Maya.


" Sini dekat abang ,oh ya kapan kita cek kedokter " tanya Ryan.


" Minggu depan bang " kata Maya yang memegang tangan Ryan yang mengelus perutnya.


" Abang pengen laki laki atau perempuan " tanya Maya.


"Apa aja yang penting mereka sehat " jawab Ryan. Yang lalu mengelus rambut Maya yang bersandar padanya.


Ryan pun tersenyum. Namun senyum nya menghilang ketika .....


" Tuan muda Didi di tusuk orang " kata Jhon yang tergopoh gopoh menemuinya.


" Astagfirullah kenapa bisa ?" kata Maya kaget.


Sedangkan Ryan menatap istrinya lekat.


Lalu mendekapnya erat.


" Masuk lah kekamar minta temani Mumun atau bi Marni , abang mau melihat Didi dulu " kata Ryan lembut. Mencoba menenangkan Maya yang tadi sempat terkejut.


" Ya bang ,abang hati hati " kata Maya.


"'Ayo jhon " kata Ryan yang lalu berdiri melangkah pergi meninggalkan Maya sendiri yang duduk di sofa.



Aska terduduk ketika menendang bola.


__ADS_1


__ADS_2