
Sebulan sudah berlalu. Maya pun tinggal menunggu harinya saja untuk lahiran. Ryan belum pulang .Karna ada pekerjaan yang masih menumpuk .karna asisten kakeknya belum pulih dari sakit. Hingga ia harus menunda kepulangannya .
" Kau sehat kan " kata Ryan ketika sedang vc dengan Maya .
" Alhamdulilah sehat bang " kata Maya tersenyum.
" Abang rindu " kata Ryan tersenyum.
" Jangan rindu bang , rindu itu berat kata Dilan " Kata Maya tersenyum.
" Hahaha........baiklah rindunya abang simpan saja " kata Ryan menatap intens Maya dari ponselnya.
Maya pun terkekeh melihat sikap lucu Ryan yang tersenyum.
" Apa abang akan lama disana?" tanya Maya.
" Seperti nya begitu , maaf abang tak bisa menemanimu melahirkan " kata Ryan.
" Ngak pa pa bang ada ibu dan bi Marni disini " kata Maya yang memang membawa ibu nya untuk menemaninya selama di villa.
" Bang trimakasih sudah perhatian sama Maya " kata Maya lirih .karna Ryan sudan menyuruh 3 dokter spesialis kandungan untuk menjaga Maya di villa .dan Ryan membayar mahal untuk.itu.
" Itu untukmu dan juga anak kita " kata Ryan Yang tersenyum. dari sebrang sana.
Mata Maya pun berkaca kaca. Terharu mendengar Perkataan Ryan .Yang mengatakan anaknya adalah anak Ryan. Padahal ayah kandungnya saja tak mengakuinya .Tapi Pria dihadapannya itu mengakui anak Maya anaknya .Walau bukan darah dagingnya.
" Jangan menangis , aku tak suka melihatnya " Kata Ryan yang membuat Maya menghapus air matanya dengan cepat.
" Trimakasih bang, trimakasih untuk semuanya atas perhatian dan kebaikan abang" Kata Maya tulus.
" Ya .... tunggu abang pulang ya " kata Ryan tersenyum manis.
" Ya bang Maya akan slalu menunggu Abang " Kata Maya yang menatap sayu Ryan karna Rindu pada Pria baik itu
Hubungan pun terputus. Karna Ryan harus meeting lagi. Tiap hari Ryan tak pernah absen menghubungi Maya. Dan Ryan juga sudah bicara pada Bu Risma .Bahwa ia akan menikahi Maya setelah masa iddah Maya habis.
" Nak Ryan telp lagi " kata Ibu .ketika membawakan jus untuk Maya kekamar.
" Iya bu " kata Maya yang lalu bersandar di kepala ranjang.
" Ibu ngak usah repot nanti Maya bisa ambil sendiri ke belakang " kata Maya yang tak enak dilayani sang ibu.
" Ngak setiap hari May, ibu juga ngak punya kegiatan selain ngobrol sama bi Marni.
" Apa besok minggu Desi sama Vani mau kesini lagi " kata Ibu bertanya.
" Iya bu besok biar Desi dan Vani yang belanja pas mau kesini" kata Maya.
__ADS_1
" Ya sudah jadi ibu ngak perlu ikut kan sama bi Marni.
" Ya bu, Maya takut ketika ditinggal Maya lahiran " kata Maya yang khawatir.
Bu Risma pun tersenyum. lalu duduk disebelah Maya . Sambil mengusap perut Maya pelan.
" Ibu akan menjaga kalian disini " kata Ibu tersenyum hangat sambil meraih tangan putrinya itu erat
Karna kini bu Risma tak lagi bekerja setelah Maya memintanya berhenti.Karna Maya sudah menanggung semua sekolah dan hidup bu Risma.
.............................
" May hati hati jalannya " kata Desi ketika menemani Maya berjalan jalan pagi minggu dipinggir pantai sedangkan Vani belum bangun.
" Ini juga hati hati kok Des " kata Maya.
" Gue takut lho brojol di sini bisa bingung gue " Kata Desi serius.
" Belum kerasa Des, mungkin beberapa hari lagi " Kata Maya .
" Yah gue ngak bisa nemani lho lahiran dong " kata Desi menatap Maya.
" Ngak pa pa Des, sudah ada dokter Siska dan dokter Nisa kok dan juga ada ibu " kata Maya tersenyum.
" Tuh om om betul betul perhatian banget ya Sama lho May,.Sampai sampai ngontrak dokter 3 orang buat jaga lho. Berapa banyak duit coba buat bayar " kata Desi yang iri dengan Maya setelah pisah dari Bayu malah dapat orang tajir.
" Aku juga ngak tahu Des, yang ku tahu aku terima beres " Kata Maya.
" Yah Des, mungkin ini buah kesabaran yang tak pernah aku harapkan " kata Maya.Yang tak pernah menyangka bisa bertemu Ryan tampa sengaja.
" Iya May " kata Desi.
Lalu keduanya pun kembali pulang setelah jalan jalan.Olahraga Pagi memang disengaja Agar Maya bisa melahirkan dengan mudah.
...........................
" Auw.....kata Maya mengaduh ketika perutnya terasa sakit.
" Kenapa May, jangan jangan mau melahirkan nak " kata bu Risma yang baru selesai tahajud di jam 2 malam .
" Mungkin bu " kata Maya yang meringis menahan sakit.
" Tunggu ya ibu bangunkan dokter Siska dan Nisa dulu " kata Ibu .Yang lalu bergegas kekamar dokter yang mendampingi Maya.
Dokter Siska dan Nisa pun bangun .ketika bu Risma mengetuk getuk pintu kamar mereka Lalu keduanya membangunkan dokter Dina senior mereka. Yang bertangung jawab dengan Maya.
Maya pun meringis ketika perutnya semakin terasa sakit. Dan para dokter.pun langsung siaga satu.
__ADS_1
" Ya ampun tahan mba Maya kita lihat dulu" kata dokter Nisa. Lalu memeriksa kondisi Maya.
" Sudah buka 6 dok " kata Nisa pada dokter Dina .
" Ok kita siapkan sekarang ayo pasang karpet nya dulu biar darahnya tak mengotori ranjang" kata dokter Dina memberi perintah.
Maya pun lalu berdiri sambil menahan sakit perutnya..Sedang kan para dokter bersiap siap.
Desi dan Vani pun bangun ketika mendengar ribut ribut. Sedang bu Risma dan bi Marni menyiapkan air panas dan minuman buat para dokter yang sedang sibuk.
Hampir satu jam Maya mengejan berpegangan dengan Desi dan Vani .Akhirnya bayi mungil itu terlahir dengan selamat .
" Wah anaknya laki laki mba Maya " kata Dokter Dina
" Alhamdulillah keponakan kita lahir Van " kata Desi.
" Iya syukurlah " kata Vani yang senang lalu mengenggam tangan Maya erat.
" Oek oek oek.....suara bayinya melengking keras
" Biar dibersihkan dulu ya , setelah itu baru di adzanin " kata dokter Nisa.
Bi Marni pun langsung kebelakang mencari Didi agar bayi mungil itu adzanin. tepat jam 4 subuh diwaktu sholat subuh senin pagi.
Ada rasa bahagia di hati Maya putranya bisa lahir dengan selamat dan mudah .Begitu juga dengan Desi dan Vani juga ibu Risma dan bi Marni .yang slama ini menemani Maya. mereka tersenyum senang . bisa melihat Maya melahirkan dengan lancari.
" Dokter sini i sarapan pagi dulu " kata bi Marni ketika selesai sholat subuh bersama.
" Iya dok , sarapan dulu kata Desi dan Vani. Sedang bu Risma menunggui Maya di kamarnya
" Wah mba Maya lahiran lancar ya ngak ada masalah " kata dokter siska.
" Alhamdulilah dok, seperti nya diberi kemudahan " kata Vani.
" Trus kapan suaminya pulang pasti senang sekali anaknya sudah lahir " kata dokter Dina yang hanya tahu mereka. dibayar mahal untuk menemani istri seorang pengusaha yang tak disebutkan namanya.
Desi dan Vani hanya saling pandang karna selama ini mereka juga belum pernah melihat orang yang menolong Maya.
" Tuan muda akan segera pulang dok, setelah semua pekerjaannya beres disana " jawab bi Marni menjelaskan.
" Oh begitu ya bi " kata dokter siska yang sudah seminggu menginap di villa bersama dokter Nisa.
" Apa suami Mba Maya seorang pengusaha bi "tanya Siska yang sangat penasaran tentang kehidupan Maya.Karna terlihat bahagia. padahal Maya hanya gadis desa
" Oh iya dok " kata bi Marni mengiyakan.
Sedangkan Desi dan Vani hanya menyimak obrolan dan pertanyaan para dokter saja. Pada bi Marni. Mereka tak mau ikut campur karna belum tahu sosok pria yang slama ini menolong Maya. Dan mereka pun penasaran siapa sebenarnya pria itu.
__ADS_1
Visual Bayi Maya yang mungil berat 4 kg