Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 151 Akhirnya Bertemu.


__ADS_3

Sehabis magrib mereka sampai di Villa .


Ryan yang sudah rapi menuggu istrinya diruang tamu. Karna Maya sudah mengabari Ryan ketika mereka akan sampai


" Bang kita sudah sampai ya bang " tanya Bima pada Ali .


" Iya den tuh villanya di depan sana " kata Ali yang menjalankan mobil dengan pelan. Karna sudah mendekati villa


" Alhamdulilah, sudah sampai tapi kok dekat rumah mak Sanah ya May, tadi desa yang kita lewati didepan sana adalah desa bapak " kata bu Risma.


" Berarti kita bisa menghubungi mereka bu, biar bisa ke villa " kata Maya.


" Ya besok saja May , takut mereka sudah istirahat nak, karna mak Sanah baru sembuh " katanya.


" Iya bu " kata Maya.


" Papah........ !!!" teriak Aska yang melihat sang papahnya sudah menunggu mereka. dan turun dari gendongan Bima menuju pintu yang terbuka.


" Aska peluk papah, papah nak" kata Ryan yang lalu memeluk Aska. Yang dari tadi sudah menunggu bersama Alan dan Kim


Sedangkan Bima kembali kemobil Untuk membantu. Ali menurun kan barang barang. Dan membawanya masuk.


Maya digandeng ibunya dan Nia menuju pintu rumah.


" Mamah mana sayang " tanya Ryan pada putranya .


" Itu baru masuk " kata Ryan Yang .lalu menoleh pada sang istri nya yang baru menaiki teras. Dan Alan bergegas keluar untuk membantu Ali dan Bima.


" Abang " kata Maya yang langsung menangis melihat suaminya itu duduk di kursi roda.


" Ya sayang abang kangen " kata Ryan yang lalu memeluk istrinya itu. Dengan rasa rindu dan bersyukur . Masih bisa melihat istri dan anaknya.


Semua orang hanya diam melihat pertemuan yang mengharukan itu. Karna Maya sesenggukan menangis dipelukan suaminya itu.


" Jangan menangis , abang masih bisa sembuh " kata Ryan pada Maya yang menghapus air mata Maya. Sedangkan Aska yang berdiri di samping Maya ikut memeluk tubuh mamahnya.


" Jangan sedih mah, nanti Aska juga sedih " kata Aska yang juga ikut memegang pipi Maya dengan tangan mungilnya.


" Lan bawa barang barang kekamar.. Antar ibu dan Nia kekamarnya juga Bima " kata Ryan pada Alan yang baru masuk bersama Ali.


" Iya tuan " kata Alan yang membawa koper dan tas yang diikuti Nia. Dan Bu Risma juga Bima


" Ayo sayang kita kekamar " kata Ryan yang lalu memaku Aska di pangkuannya. sedangkan Maya berjalan disampingnya.

__ADS_1


Ryan mendorong kursi rodanya perlahan. Lalu mengajak Maya kekamar nya.


" Sini sayang " kata Ryan yang sudah mulai terbiasa mengunakan kursi roda.


" Kamarnya bagus ya pah " kata Aska.


" Iya Aska mau ikut bobo disini. " kata Ryan sambil mencium pucuk rambut Aska.


" Ndak muat kasihan dede Aska tidur sama om Bima aja. tadi sudah janji mau bobo bareng " kata Aska..


" Hehehe.... pintar anak papah ya, sekarang sudah besar. " kata Ryan yang mencium pipi Aska.


" Bagaimana bisa abang bisa sewa villa ini bang , villanya sangat bagus " kata Maya yang sempat melihat lihat ketika turun dari mobil.


" Tabib yang mengobati abang yang membantu kita waktu itu. Dan bantu kita mencari villa ini. Oh ya sayang apa kalian sudah makan " tanya Ryan.


" Sudah bang tadi sebelum magrib kita istirahat di masjid untuk sholat .Lalu makan bakso dan mie ayam. " kata Maya.


" Syukurlah karna disini belum ada tukang masak " kata Ryan.


" Malam tuan muda " kata Jhon yang berdiri di depan pintu.


" Jhon kalian sudah sampai. syukurlah. Langsung istirahat aja Jhon. Cari kamar kosong dan kalo kurang bisa diatas " kata Ryan.


" Baik tuan muda . Kalo begitu kami langsung istrirahat ya tuan mari nona muda " kata Jhon pamit.


Lalu Jhon pun berlalu meninggalkan kamar Ryan dan Maya. Sedang Aska sedang asyik duduk diatas ranjang sambil melihat jendela melihat lampu lampu hias di taman.


" Aska kok senyum senyum " tanya Maya pada putranya itu.


" Itu mah bagus lihat ada kolam renang ya pah, di belakang berarti besok Aska boleh berenang " kata Aska.


" Boleh ngak ada yang larang " kata Ryan yang tersenyum.


" Ye .....trimakasih pah " kata Aska berteriak senang. Lalu berguling guling di atas kasur .


" Hahaha ....gelak Ryan yang terkekeh melihat putranya itu senang.


Ada rasa bahagia dihati Ryan bisa berkumpul dengan istrinya dan anaknya . Mengingat ketika ia mengalami kecelakaan maut. Yang mengingatkan nya bahwa ia hampir tak selamat. Namun ia bersyukur karna Kim juga siaga saat itu. Dan mereka semua selamat.


" Sayang istirahatlah dan bersihkan dulu tangan dan kaki nya ya , tuh kamar mandi. di sebelah sana " kata Ryan


" Ya bang " kata Maya yang lalu mengajak Aska untuk mencuci tangan dan kaki sebelum tidur.

__ADS_1


Sedangkan Ryan duduk tenang di kursi rodanya.Menunggu kedua orang tersayangnya itu. Yang membuatnya bersemangat untuk bisa sembuh.


Tok ...tok...tok....


Ryan pun memutar kursi rodanya.Melihat kearah pintu.


" Nia ..." kata Ryan


" Maaf tuan saya mau jemput den Aska " kata Nia sedikit menunduk.


" Mba Nia......" teriak Aska yang baru keluar dari kamar mandi.


" Pah mah Aska ke kamar om dulu ya " kata Aska .


" Iya sayang, sini cium papah dulu " kata Ryan .lalu mencium pipi putra sulungnya itu.


" Dah pah mah " kata Aska.


" Mimpi indah ya sayang " kata Maya mengusap kepala Aska dan menciumnya


" Ya mah, slamat bobo " kata Aska yang memberikan kiss bye pada mamahnya.


" Ya sayang met bobo " kata Maya tersenyum lalu berjalan mendekati Nia. Yang masih menunggu sambil tersenyum.


" Slamat malam nona tuan, kami kekamar dulu " kata Nia.


" Iya Ni, istirahat lah " kata Maya yang melihat Nia yang mengandeng Aska menuju kamarnya.


Lalu Maya menutup pintu dan menguncinya Lalu berbalik mendekati suaminya.


" Ayo tidur sayang " kata Ryan yang yang lalu menggerakkan kursi rodanya mendekati ranjang dan pelan pelan naik ke atasnya.


Maya pun lalu ikut naik keatas ranjang dan berbaring di sebelah suaminya itu.


" Abang kangen Maya " kata Ryan menatap manik mata istrinya.


" May juga bang " kata Maya lalu memiringkan badan nya menghadap Ryan.


" Maafkan Abang ya sayang , yang tak menuruti May " kata Ryan yang mengusap lembut pipi Maya .


" Lupakan bang yang penting abang sudah selamat" Kata Maya yang lalu mendekatkan kepalanya ke caruk leher Ryan dan memeluk suaminya itu karna rindu.


Ryan pun tak bicara lagi. Hanya bisa mendekap istrinya itu dengan erat dan mencium pucuk rambut Maya. Karna tuhan masih memberikannya kesempatan kedua . Hari ini bisa bertemu dengan istri tercintanya.

__ADS_1


" Trimakasih ya Allah, aku masih hidup karna istriku. Ketika dua kali hampir menjemput maut " kata Ryan lalu memejamkan matanya. Sambil memeluk istrinya itu.


Keduanya pun mengarungi mimpi indah bersama. Saling berpelukan untuk memberikan kehangatan cinta. Percaya bahwa cinta sejati slalu memberikan kekuatan dari setiap jalan terjal dalam rumah tangga mereka.


__ADS_2