
Deg..........
" Kau.....kenapa kau bisa disini " kata Jeff
" Apa kalian saling kenal" tanya Ima dan Maya bingung.
" Dia kekasihnya Evan Triadi kan?." kata Jeff
" Iya lalu....." kata Ima
" Tidak.....bukan apa apa " kata Jeff Yang lalu memalingkan wajah nya.
" Jeff dan Sinta sekampung mereka pernah pacaran waktu SMA " kata Kim yang muncul dari kamar sambil berpangku tangan
" Hah........" kata Ima , Maya dan Nur kaget
" Kim......kenapa kau ?" Kata Jeff tergagap.
" Aku sudah tahu . Jadi biasa saja ngak usah cangung lagian kau sudah punya istri kan . Kecuali kau ingin balikan lagi " kata Kim.
Yang membuat Jeff terdiam.
" Astaga jadi kalian sekampung " kata Ima Yang lalu menatap suaminya. Karna cukup kaget suaminya itu tahu banyak tentang Sinta.
" Iya kami dulu teman SMA " kata Sinta mengiyakan .
" Wah ketemu mantan dong bang Jeff " sindir Maya yang membuat Jeff salah tingkah lalu ....
" Kim aku tinggu didepan ya maaf semuanya permisi " kata Jeff Yang lalu keluar dari pergi dari ruang tamu .Karna merasa tak enak hati.
" Yah.... bang Jeff kok buru buru sih kok ngak ngobrol dulu " goda Ima pada Jeff
" Hush ........ Jangan digoda nanti baper " kata Kim yang mengusap kepala Ima.
" Abang kedepan dulu ya , Nur nona May saya tinggal dulu " kata Kim Yang menyusul Jeff . Kedepan biasa tempat mereka nongkrong. .
Setelah Kim pergi Semua menatap Sinta penuh tanda tanya . Sinta yang di tatap langsung pura pura melihat kearah lain.
" Wah rupanya kak sinta punya nostalgia juga ya sama bang Jeff " kata Nur.
" Nostalgila Nur , kan sudah bubar dan hati ku serasa gila membayangkan cinta pertama " goda Ima.
__ADS_1
" Hahaha...... berarti sama kaya kamu dong Im , ngak bisa move on dari Kim akhirnya menikah juga" ledek Maya.
" Hah ...... emang Kak Ima dulu teman semasa SMA juga sama bang Kim." kata Nur
" Iya Nur makanya pas ketemu langsung nikah " goda Maya
" Masa sih " kata Sinta yang tersenyum . Karna Maya mengalihkan obrolan yang awalnya tadi mengodanya Sinta.
" Ih kak May buka kartu aja sih Padahal tadi aku mau mengoda Sinta lho " kata Ima cemberut yang duduk disebelah Maya.
" Hahaha .......kak Ima wajar kalo di goda Kan Kak Sinta sudah putus ngak nyambung Lagian bang Jeff sudah punya istri yang ngak mungkin kan nyambung dan balikan lagi " kata Nur terkekeh.
" Iya ma, kan aku sudah ngak mungkin ada peluang Walau berharap juga ngak mungkin " kata Sinta yang dulu memang menyukai Jeff tapi mereka berpisah ketika Jeff tak memberi kabar. Dan akhirnya Sinta ikut sang tante. di kota sebelum om nya meninggal.
"''Yah The End dong ceritanya " kata Ima.
" Berarti belum jodoh Sin. Kalo Ima dan Kim kan mereka memang jodoh. Karna sama sama jomlo pas ketemu . Yah mengenang sweet memori cinta pertama . Kalo kamu gimana Nur ?" tanya Maya Menatap adik iparnya itu.
" Hah.....Nur ngak punya kak ... fist love nya pas menikah sama Bima dan kita pacaran setelah menikah " kata Nur.
" Wow keren Nur......berarti dapat jodoh dapat cinta ya Nur " kata Sinta .
" Kalo kamu gimana May " tanya Sinta. Menatap Maya.
" Dulu sih ada, tapi sayang aku kecewa. Tapi akhirnya aku dapat cinta terakhir yang menjadi jodohku sampai sekarang dan semoga sampai akhir hayat " kata Maya
" Aamin... kita semua berdoa buat kita semua Kak buat Ima juga Nur ya kan Nur " kata ima . melirik Nur .
" Iya " jawab Nur. Lalu mereka pun ngobrol bersama. Bercerita tentang masa lalu.
Sedangkan di sebuah apartemen Evan baru saja bangun setelah tadi tidur karma pikirannya lelah . Memikirkan masalah dirinya. Yang akhirnya menjadi penyesalan.
" Huh..... Sinta tak ada di apartemen nya. Lalu dia kemana " guman Evan Yang merasa bersalah pada Sinta.
" Apa dia sakit hati padaku. " kata Evan yang kini sadar ia merasa kehilangan Sinta. Dan entah mengapa ia merasa rindu dengan wanita itu
Evan pun lalu mencoba menghubungi Sinta Namun lama menunggu tak sekalipun Sinta mengangkatnya. Evan mencobanya lagi berkali kali tapi juga tetap tak di angkat.
" Kamu kemana Sin ....Aku rindu " kata Evan lirih yang menelungkupkan wajahnya di bantal . Mengingat kenangan dirinya dan juga Sinta. Dan kini ia merasa takut Sinta marah padanya. Karna tempo hari Sinta menolaknya.
" Besok aku akan menemuinya, aku akan menikahinya " kata Evan lalu memejamkan matanya kembali . Karna malas beranjak dari tempat tidurnya.
__ADS_1
**********
Sedang kan di ruang kerja nya Ryan dan Bima baru saja selesai membahas pekerjaan
"' Apa kau sudah membeli rumah Bim " tanya Ryan.
" Sudah bang dua unit yang Bima bangun jadi satu. Agar lebih luas dan juga tingkat dua " kata Bima. Yang sudah membeli perumahan di kalangan Elit tak jauh dari Kampusnya dulu. Karna ada yang menawarkan lewat Amin temannya. Yang juga membeli disana. Jadi mereka bisa berdekatan dengan dua sahabatnya itu
" Syukurlah kau bisa menabung pelan pelan .Sebelum Aska mengambil alih semuanya . Nanti kau bisa mengurus yang di kantor cabang " kata Ryan.
" Trimakasih bang tapi Bima mau merintis usaha sendiri bang . Buka restoran atau cafe " kata Bima
" Alhamdulilah kalo kau ingin mandiri Abang ngak melarang semoga kau bisa sukses " kata Ryan.
" Ya bang teimakasih. Atas semua bantuan abang dan Kak May. Bima sudah banyak berhutang budi " kata Bima.
" Ngak ada hutang budi Bim, itu sudah kewajiban abang karna kau adik kami . Kami bangga kau sudah bisa membantu abang dan kak May. Karna kau satu satunya adik abang " kata Ryan. Yang merasa bahagia bisa punya adik sebaik Bima. dan tak banyak tingkah juga penurut .Karna Ryan tak punya saudara dan kerabat yang baik. Frans saja dekat dengannya karna ingin memanfaatkan nya. Dan Untungnya ada Bima yang bisa ia andalkan . Intuk membantu nya sejauh ini sebelum ia benar benar pensiun. Karna ia ingin menikmati masa tuanya dengan berlibur dan berkeliling dunia dengan Maya. Tapi sebelumnya ia juga menunaikan ibadah haji .setelah anak anak ya pulang.
" Ya sudah bang Bima kekamar ya bang " kata Bima yang membuyarkan lamunan Ryan.
" Ya Bim abang juga " kata Ryan. Yang lalu beranjak dari kursinya setelah Bima pergi.
Di villa belakang Nur dan Maya baru saja pamitan untuk kembali kerumah utama.
keduanya berjalan saling bergandeng tangan . Ketika tiba tiba
" Nur.......... " kata Bima yang tergopoh gopoh menghampiri Nur .
" Iya by kenapa ini Nur mau kekamar kok ?" kata Nur.
" Abi dan umi kecelakaan , kita disuruh pulang sama kak Salman " kata Bima.
" Inalilahi wainalilahi raji'un " kata Maya kaget .
" Kak May kita pergi dulu ya pinjam mobil abang " kata Bima.
" Iya Bim hati hati " kata Maya mematung seorang diri menatap kepergian Nur dan Bima
" Puk........
" Aaaaaa............" teriak Maya kaget.
__ADS_1