
Maya sudah berpakaian rapi siang ini. Karna Mey ying ingin mengajaknya jalan jalan. Sebenarnya ia ingin menolak.Tapi karna ingin kenal bagaimana sifat Mey. Terpaksa Maya mau ikut pergi jalan jalan dan berkumpul bersama teman temannya Mey ying. Agar tahu kehidupan model terkenal itu.
" Jadi pergi May ?" tanya mami melihat menantunya itu sudah cantik
" Iya mi, Maya hanya ingin tahu rasanya berteman dengan seorang model dan seperti apa kehidupannya." kata Maya jujur.
" Pergilah , hati hati dijalan " kata mami tersenyum.Yang mengenal menantunya itu dengan baik.Walau ia baru mengenal Maya .Tapi mami Lily sudah tahu sifat menantunya itu. Yang hidup sederhana dan tak senang berfoya foya. Dan Ryan tak salah memilih istri.
" Ya mi titip Aska ya mi sebentar , Maya tak akan lama " Kata Maya.
" Ya May " kata Mami tersenyum.
Maya pun melangkah pergi diantar Kim. Dimana ia bertemu Mey ying dan teman temannya. Di sebuah restoran mahal di dalam sebuah mall elit.
" Hai May, ku pikir kau tak jadi datang " kata Mey ying tersenyum pada Maya.
" Hai juga maaf aku terlambat, kalian sedang berkumpul ya " sapa Maya ramah .Walau hanya basa basi.
" Hai juga " kata beberapa teman Mey ying.Lalu Maya pun ikut duduk sambil mendengar obrolan para wanita sosialita itu.
" Ini teman teman ku, mereka ini teman sesama model dan juga para istri konglomerat di taiwan " kata Mey tersenyum.
" Oh iya saya Maya ,senang bertemu kalian semua " kata Maya sopan dan ramah.
"Hai salam kenal " kata salah seorang dari mereka. Yang terlihat senyum yang dipaksakan.
Maya pun ikut ngobrol walau tidak terlalu mengerti dengan bahasa mereka.Namun Maya cukup tahu karna sering bertanya kepada Ling atau bibi Ying.
" Mey apa benaran dia istri tuan Lee Choi ?" tanya seseorang pada Mey berbisik.
" Iya, kenapa ?" kata Mey yang ikut bicara pelan.
" Tapi penampilannya sederhana bukan Baju mahal paling berkisar puluhan juta " kata seorang teman Mey berbisik. Namun Maya mendengar dengan jelas.
" Dia orang biasa yang hanya beruntung " kata Mey ying.
" Oh begitu pantas saja " kata teman Mey ying.
" Tapi sekali kali bisa doh traktir kita makan " kata salah seorang teman model Mey mengedipkan matanya.ingin mengerjai Maya.
__ADS_1
" Ya tentu saja dia mampu membayarnya. Karna dia belum pintar bergaul seperti kita .Kerjanya hanya dirumah saja ." kata Mey ying tersenyum penuh arti.
Maya hanya diam saja. Namun Maya menyimak dengan baik. Karena Maya gadis yang cerdas.dan juga pintar. Tak sulit bagi nya untuk belajar cepat masalah. bahasa
" Ayo teman teman kota pesan makanan enak , mumpung ada nona Lee disini ya kan May " kata Mey ying bicara pada Maya.
" Ya silahkan " kata Maya yang hanya tersenyum. Rupanya Mey hanya ingin memanfaatkan saja. Tapi Maya santai saja. karna ia juga punya black card miliknya. Ngak masalah baginya kalo hanya untuk makan makan.
" Ayo ayo kita bersenang senang " kata Mey ying yang menyuruh teman temannya untuk memesan makanan yang enak dan mahal.
Maya pun ikut ngobrol dan menyesuaikan diri. Walau ia tak terlalu suka. Namun karna ia harus menjaga harga dirinya .Maya pun bersikap santai seolah olah ia terbiasa.
Semua pesanan makanan cukup banyak .dan juga teman teman Mey ying makan dengan lahap. Dan tertawa senang.
" Rupanya begini kehidupan para model " kata Maya bicara dalam hati. Hanya bersenang senang dan menghabiskan uang. Uang suami dan hasil jerih payah mereka sendiri.
" Ayo May santai saja " Kata Mey ying yang terlihat asyik menyantap setiap makanan yang ia makan.
Setelah selesai mereka pun berniat ingin melihat tas branded. dan Mey ying mengiyakan.Karna ingin mengerjai Maya dan mempermalukannya.
" May bisa pinjam kartumu , aku lupa membawanya " kata Mey ying pada Maya.
" Oh ngak masalah biar aku yang bayar " kata Maya yang sudah tahu niat Mey ying.
Lalu Maya pun menuju kasir dan membayar semua makanan yang mereka makan yang hampir 600 juta itu. Maya bersikap santai saja. Dan tersenyum manis.
" Wah trimakasih nona Lee " kata salah seorang model itu sumringah. Lalu mereka bertujuh pun Kembali melangkah ke toko tas tas branded.
Maya yang tiba tiba mendapat telpon dari sang ibu pun .Langsung mengangkatnya.
" Mey kalian duluan ya ,aku angkat telpon dulu " Kata Maya yang lalu mengangkat telpon.Di depan pintu toko tas.
" Baiklah kami tunggu didalam ya " kata Mey ying yang menyuruh teman teman memilih tas kesukaan mereka
Maya pun tersenyum. Sambil bicara pada sang ibu. Setelah selesai Maya pun bergegas menelpon Kim untuk menjemputnya. Mumpung mereka sedang memilih.
" Ok Mey slamat bersenang senang " bathin Maya tersenyum. Lalu meninggalkan tempat itu diam diam ketika para wanita sosialita itu sibuk memilih tas.
Maya berjalan menjauh dari tempat itu dengan langkah cepat.Menuju lift untuk turun dan pulang kerumah.
__ADS_1
" Huh alhamdulilah .....dari pada belikan mereka mending uangnya ta kasih para pelayan " guman Maya ngedumel sendiri.
Maya bukan tidak tahu gaya hidup orang kaya yang hidup mewah. Seperti mertuanya dulu. Punya uang untuk memenuhi gaya hidup. Maya bisa saja bersenang senang karna beruntung punya suami tajir. Namun ia tak aji mumpung .Karna tahu betapa susahnya mencari uang. Masih banyak orang yang kekurangan yang harus dibantu. Ketimbang memperturutkan hawa nafsu. Untuk memenuhi kepuasan gaya hidup.
" Kim kamu dimana?" kata Maya yang sudah di depan mall
" Saya disini nona " kata Kim yang menghampiri Maya. Yang sudah menunggu Maya. Lalu Maya pun berjalan menuju mobil yang diikuti oleh Kim dari belakang
Kim langsung membuka pintu mobil untuk nona mudanya itu. Maya pun bergegas masuk kedalam mobil.
" Jalan kim kita pulang" kata Maya tersenyum.
" Baik nona." kata Kim.
Mobil pun keluar dari halaman mall mewah itu. Yang membuat Maya lega dan menyadarkan kepalanya di kepala kursi mobil.
Sedangkan Mey ying sedikit panik. Ketika teman temannya sudah memilih tas.Dan menumpuknya di kasir dan siap dibayar.
" Mey ini semua gratiskan " kata salah seorang teman Mey ying. Karna ia berniat mentraktir teman temannya dengan memanfaatkan Maya.
" Astaga Maya dimana ?" kata Mey ying gelisah. Karna dia bisa malu kalo sampai Maya tak ada. Bisa jatuh harga dirinya .Karna sudah berjanji untuk mentraktir teman temannya sesama model .Untuk membeli tas.
Sedangkan Maya sudah sampai dengan tersenyum senang bisa mengerjai Mey ying.
" Dia pikir bisa membodohi ku , karna dia seorang model. " kata Maya. Yang lalu turun dari mobil lalu masuk kedalam rumah .
Sedangkan di toko tas Mey ying mencari cari Maya. Dan dia terlihat gelisah. niatnya mengerjai Maya tapi sekarang ia sendiri yang bingung Senjata makan tuan.
' Totalnya 950 juta nona " kata pelayan kasir yang menunggu Mey ying membayarnya.
" Kenapa Mey? " kata salah sorang teman Mey yang menatap Mey. Karna Mey sesumbar ingin membelikan tas tas mewah untuk teman temannya. Seolah olah dia yang mentraktir. Padahal tadi saja Maya yang membayar semuanya
" Sebentar aku telp Maya dulu,. Entah dia kemana ?" kata Mey ying yang berusaha mengalihkan perhatian teman temannya.
Mey ying pun ingin menelpon Maya Tapi Maya lebih dulu menelponnya. Yang mengatakan dia pulang duluan .Dengan alasan Aska rewel Jadi harus buru buru pulang.
Jleb.......
" Astaga. , aku ingin mengerjai Maya. kok malah dia yang mengerjai ku " bathin Mey ying kecewa Karna salah sasaran. Yang mengira Maya bisa dibodohi dan senang bisa berteman model top seperti dirinya.
__ADS_1