
" Nanti Queen bilangin mamah lho " kata Queen mengacam
" Eh jangan de kita cuma bercanda " kata Rey
" Iya de ...jangan bilang kan cuma main main " kata Tan yang khawatir di laporkan pada sang mamah.
" Ok tapi ada syaratnya " kata Queen
" Apa.......??? " kata Tan dan Rey kompak.
" Besok tas win Kak Rey dan kak Tan yang bawa " kata Queen mengerjai kedua kakaknya itu.
" Baiklah," kata keduanya lemas . Sambil manyun Yang terdiam. dan tak ada lagi obrolan .Takut ada yang menguping lagi. .
Queen tersenyum manis sambil kembali rebahan. Sedangkan Tan dan Rey saling padang satu sama Lain.
.........................
Maya barusan saja selesai sholat ketika pintu kamarnya digedor.
" Pasti Queen " kata yang menuju pintu.
" Sore mah lagian ngapain ?" tanya Queen sambil masuk dan........
" Papah...... pah sudah pulang ya " kata Queen yang lalu menganggu Ryan yang masih terpejam.
" Papah masih ngantuk de, yuk main diluar " bujuk Maya Yang tak ingin putrinya itu menganggu tidur sang suami.
Namun Queen malah mencubit cubit pipi Ryan. Yang membuat pemilik pipi terbangun .
" De......papah masih ngantuk" kata Ryan memegang tangan putrinya itu
" Sudah sore pah, bangun tuh mamah sudah mandi " kata Queen kembali menggelitik Ryan.
Ryan pun tersenyum dan membalas menggelitik ratu kecilnya itu . Hingga membuat Queen turun dari tempat tidur.
" Hehehe.......ayo pah kejar " kata Queen terkekeh
" Awas ya ....pa gigit nanti kalo dapat " kata Ryan yang beranjak dari tempat tidur .
Queen pun lari kearah pintu " ayo mah lari " kata Queen terkekeh.
Maya hanya tersenyum mengandeng putrinya itu. Sedangkan Ryan tersenyum dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Karna begitulah kerjaan sang putri .Datang hanya untuk menganggu nya. Dan itu rutin kalo tidak sore pasti di pagi hari.
Sedangkan di taman belakang Tan dan Rey juga Aska sedang bermain bola. bersama Ken putra Kim yang mulai lincah berlari
__ADS_1
" Ayo kejar ...." kata Tan yang ikut menggelindingkan bola
" Hahaha.......Ken kalah cepat " tawa Rey .
" Jelas kalah dia kan pemula " kata Aska yang tahu Ken umurnya di bawah setahun dari si kembar tiga .
" Wah anak papah pada main bola ya " kata Ryan yang merangkul bahu Aska
" Papah .....sudah pulang ya " Kata Aska senang .
" Iya......tadi sore sini duduk dekat papah " kata Ryan
" Ya pah , pah besok jadikan kita kepantai " kata Aska yang sangat senang bila ke Villa di mana ia dilahirkan. Karna Aska sering kesana dulu bersama sang mamah Bila papahnya keluar kota
" Iya lah kan sudah janji " kata Ryan .
" Aska senang pah kita kesana . Karna sudah lama kita ngak kesana " kata Aska .
" Iya .....lama kita kesana ....mungkin kalo tidak sibuk kita bila kesana . Apalagi sebelum antar abang besok . " kata Ryan.
" Aska Yakin mau sekolah asrama disana ngak disini saja " kata Ryan menatap lekat sang anak.
" Yakin pah karna Aska ingin menguasai teknologi moderen " kata Aska .Yang ingin bersekolah asrama moderen. Bersama orang orang hebat. Karna kelak ia ingin bisa sukses.
" Disana kau akan bersama putra putra om Lim " kata Ryan merangkul putranya itu Yang tahun besok pindah .Ke sekolah asrama mahal di Amerika .Sesuai harapannya dulu. Karna Ryan juga bersekolah disana.
..........................................
Sabtu siang setelah anak anak pulang sekolah .Maya sekeluarga ke Villa dekat pantai. Sang ibu pun ikut bersama mak Sanah dan bi Marni Kim dan Alan pun turut serta bersama istrinya. Kim dan Alan memang bertugas mengawal sang tuan muda . Jadi mau ngak mau para istri mereka harus ikut
Perjalanan yang hampir dua jam tak terasa. .Karna mereka sambil bercanda dan bercerita. Sesampainya di Villa anak anak langsung heboh dan senang Mereka bermain dipinggir pantai bersama.Menikmati kebersamaan. diwaktu libur.
" May abang jalan jalan kesana dulu ya " kata Ryan yang ingin melihat Villa tetangganya dulu.
" Iya bang tapi jangan lupa nanti kita makan siang bersama " kata Maya
" Ya .....ayo di temani. Lama aku tak bertemu dengan tuan Bastian " kata Ryan . Yang memang bertetangga dengan pemilik Villa disebelahnya yang tak jauh dari Villa miliknya.
" Ya tuan ...." kata Didi.
"Lex ayo ikut " kata Didi yang melihat Alex keluar dari kamar
" Ok ......" kata Alex Yang lalu mengikuti Ryan melangkah. ke Villa sebelah yang terlihat sepi
" Parjo kok Villa sebelah sepi " kata Ryan pada satpam Villanya penduduk lokal yang rumahnya tak jauh dari Villa..
__ADS_1
' Anu.....tuan.... gimana ya menjelaskannya " kata Parjo bingung .Sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal.
" Apa jo ?" tanya Didi. curiga
" Itu tuan , Tuan bastian sudah meninggal Sebulan yang lalu. over dosis. Yang tinggal disana hanya wanita tuan. Dua orang wanita muda. " jelas parjo.
" Kok bisa, kenapa aku ngak tahu " kata Ryan .
" Iya karna tuan Langsung dikubur tuan.meninggalnya mengenaskan tuan " bisik parjo pelan .
" Hah mengenaskan bagaimana " kata Didi penuh selidik . Karna ia tahu tetangga tuan mudanya itu ramah dan juga baik.
" Itu.....tuan ...waktu meninggal badannya kurus dan badannya seperi .....ih pokoknya ngeri " kata Parjo bergidik ngeri.
" Sebaik ngak usah kesana tuan bahaya " kata Parjo pelan.
Ryan yang merasa ada sesuatu yang aneh pun hanya terdiam. Lalu mengurungkan niatnya untuk kesana..Memilih pulang kembali ke villanya untuk bersama anak anaknya . Bersama Alex dan Didi.
Sedang disisi lain Dia pasang mata memperhatikan mereka dari kejauhan.
" Wah ada mangsa baru .Mereka tampan tampan dan aku sangat suka dengan yang masih muda " Kata seorang wanita yang melihat Alex dan Didi juga Ryan sedang ngobrol.
" Iya mereka tampan tampan. Dan sangat mengairahkan " kata wanita satunya. yang lalu tersenyum penuh hasrat .Melihat para pria tampan. di villa sebelah
" Ah pasti mereka sangat perkasa " kata wanita yang satu nya..
" Ah.......pasti mereka masih kuat dari bastian " kata wanita satunya .
" Itu pasti beb " kata Wanita temannya itu sambil memainkan lidahnya.-
Dua wanita itu saling tersenyum satu sama lain. Yang tak lain adalah wanita simpanan Bastian . Yang tinggal di villa itu
..................................
" Hah ....... ngak salah bi inem mereka itu psikopat gila " kata Vani merinding.
" Iya non , itu yang tak dengar itu dari orang yang melihat jasad tuan Bastian." kata bi inem istri mang parjo .
" Kok bisa , emang jasadnya menyeramkan banget gitu " kata Desi.
" Iya non, katanya sudah meninggal saja masih digenjot " kata bi inem bercerita.
" Kenapa ngak lapor polisi bi, " kata Maya.
" Masalahnya polisinya juga digasak nona dan mereka ikut menikmati tuh perempuan makanya tutup mulut " kata bi inem
__ADS_1
" Ih kok sadis banget sih " kata Vani yang bergidik ngeri mendengar cerita tetangga villa mereka.