
" Ada apa itu " Kak Salman yang juga ikut menoleh. Dan bergegas mendekati sumber suara.
" Astagfirullah ........umi .......umi kenapa ? kata Salman yang mengangkat tubuh uminya yang jatuh .
" Hah......Umi ....
Bima dan Nur pun lalu mendekati umi Syifa.Yang jatuh dengan tampah kerupuk yang dibawanya.
" Ya Allah kenapa ?" tanya Atikah yang juga menghampiri. umi syifa.
" Ngak pa pa .tadi umi mau menaruh ini. Namun umi terpeleset. Lantainya licin. Kenapa bisa disini ada bekas minyak " kata umi. Lalu menatap bi .sumi.
" Ya Allah kok bisa padahal kan tadi sudah bibi pel semua sampai bersih .Kenapa busa jadi begini " kata bi Sumi bingung.
Semua orang saling pandang. Satu sama lain .Karna tak mengerti apa apa.
" Coba kalo tadi Nur atau Atikah yang lewat disini kan bahaya " omel umi .
Deg ........
Nur langsung memegang perutnya dengan tangan kanan .-Dan tangan kirinya memegang lengan Bima . Takut mengingat dulu ketika ia jatuh. Dan Nur cukup takut mendengar perkataan uminya.
" Ya Allah " guman Nur memegang lengan Bima makin erat. Membuat Bima menoleh pada istirnya itu.
" Nur kau baik baik saja, ayo kita kekamar " kata Bima . Yang merangkul istrinya itu.
Nur pun melangkah pelan . Entah mengapa hatinya merasa was was. Sambil masuk kekamar Nur pun banyak beristigfar.
" Bi kita pulang ke rumah kak May aja ya " kata Nur. Lalu menatap Bima.
Bima yang merasa tak nyaman pun . Melihat perubahan istrinya itu. " ya ayo kita pulang " kita Bima. Yang mengusap pelan bahu istrinya.
Sorenya nya pun Bima berpamitan pada abi juga umi Nur dan keluarganya.
" Kok buru buru Bim kan Nur baru dua malam disini. " kata Kak salman.
" Bima masih ada pekerjaan kak , juga harus menata barang persiapan pulang. Dan lagi besok teman Bima menikah jadi kami akan datang kesana.. Maaf tak bisa lama disini " kata Bima.
" Ya bi umi, lain kali Nur dan Bima kesini lagi kalo pulang " kata Nur. Karna ia tak mau berlama lama dirumah uminya. Entah mengapa dia merasa takut . akan ada sesuatu yang menimpanya. . Yang membuatnya khawatir.
Ya sudah hati hati. Bilang nanti kalo mau pulang ya " kata kak Salman.
" Iya kak " kata Bima dan Nur bersamaan .
Keduanya pun lalu pulang dijemput Alan . Yang sengaja Bima hubungi. Karna Nur minta dijemput saja.
__ADS_1
Entah ada apa dengan Nur . Yang tak mau jauh dari suaminya. firasatnya mengatakan sesuatu yang tak enak.. Jadi ia ingin pulang kerumah kakak iparnya saja.
Sedangkan disisi lain Devi tersenyum sinis di kamar Atikah. Yang memang menginap di pondok. Yang sengaja menginap beberapa hari lagi dengan alasan ingin dekat dengan
suasana pondok. Namun ada niat lain yang tersembunyi.
Usai berpamitan Nur dan Bima langung pulang . Hatinya sedikit lega meninggalkan rumah orangtuanya. Harus nya ia merasa aman..Namun kata hatinya mengatakan tidak aman bagi dirinya. Yang tak mau kehilangan untuk kedua kalinya.
Nur hanya diam selama perjalanan. Sambil merangkul mesra tangan Bima . Bima yang merasa istrinya itu gelisah lalu merangkul nya. Dan mencium kepala Nur.
" Nur tidak kenapa napa kan ?" tanya Bima.
" Nur ngak kenapa napa by, Cuma merasa ngak enak saja. Padahal itu rumah abi fan umi .Tapi Nur seperti merasa tak nyaman " kata Nur jujur.
Bima pun diam lalu membiarkan Nur bersandar di bahunya. Bagaimana pun firasat seseorang mampu menuntunnya. Seperti dulu sang kakak. Yang slalu punya firasat buruk . Itulah sebabnya Bima mengikuti kemauan Nur..Agar istrinya itu tenang.
Tak lama keduanya pun sampai dirumah utama Lee. Yang terlihat sepi. Karna anak anak pasti nya sedang istirahat tidur.
Kita kekamar saja. Mungkin semua sedang istirahat " kata Bima yang di anggukan Nur.
" Alhamdulilah " kata Nur yang lega ketika sudah dikamar Bima.
" Kenapa ? Nur ingin pulang kesini ? " tanya Bima menatap lekat Nur.
Bima hanya membuang nafas kasar..Lalu mendekati Nur dan memeluknya. " Sudah sekarang istirahatlah , disini aman " kata Bima.
" Trimakasih by " kata Nur yang lalu membalas memeluk suaminya itu.
Lalu keduanya pun istirahat sambil ngobrol.. Sambil bercerita planning hidup mereka berdua. Bersama anak yang dikandung Nur.
.....................................
Di kantor Ryan sedang duduk bersama Maya yang membayang pria yang sedang mereka cari .Dan seorang ahli sketsa sedang berusaha melukisnya di kertas.
"'Apa wajahnya seperti ini " kata pria itu menunjukannya pada Maya.
" Iya betul tapi sedikit tirus " kata Maya. Yang kembali mencoba mengingat wajah pria itu.
Dan ketika selesai Ryan Alex dan Didi seta Kim melihat jelas wajah itu.
" Kok seperti Diaz " kata Kim . Lalu mengambil Ponselnya disaku bajunya dan mencari foto Diaz . Karna Kim pernah berfoto bersama Diaz di Dubai.
" Apa orangnya seperti ini nona " tunjuk Kim seraya memberikan ponselnya.
" Iya ini orangnya " kata Maya yang kaget Kim mempunyai fotonya. Dan sedang bersama Diaz
__ADS_1
" Diaz ..........." kata Ryan kaget . Begitu juga dengan Didi dan Alex .
" Kau yakin ini orang nya May " tanya Ryan memastikan.
" Iya bang ini orangnya..May pernah bertemu dia di Taiwan dan juga disini. Bagaimana bisa Kim punya fotonya " kata Maya heran.
Ryan dan Didi juga Alex saling padang. Begitu juga dengan Kim . Keempat Pria itu. hanya saling memberi kode. Agar Maya tak khawatir.
Apa sudah yakin tuan ini sketsanya " kata si pelukis gambar.
" Ya mas trimakasih sudah membantu ,kami akan mentransfer langsung pembayarannya ke rekening mas " kata Didi.
" Baik tuan tuan trimakasih. Sudah mempercayai saya " kata pria itu
" Sama sama mas Kami juga bertrimakasih " kata Ryan . Yang menyugar kasar rambutnya. .
Setelah pelukis itu pergi .Ryan pun lalu menyuruh Maya ke ruang pribadinya. Untuk beristirahat. Sedangkan anak anak sudah dijemput Jhon.pulang.
Maya pun lalu masuk keruangan Ryan Untuk beristirahat. Sambil menunggu pekerjaan suaminya itu selesai.
Sepeninggalan Maya Keempat Pria itu terdiam. Dan berpikir untuk membuat rencana.
" Kenapa harus Diaz ?" tanya Ryan.
" Bukannya ia dikabarkan tewas dalam kecelakaan itu bersama Jim dan Cindy. " kata Kim.
" Kurasa ada yang ganjil disini tuan. Besok aku akan menyelidiki lagi mengenai kecelakaan itu " kata Didi.
" Ya kau benar di, usut semuanya sampai tuntas.Dan kau Kim awasi slalu nona muda mu mulai hari ini " kata Ryan penuh penekanan.
":Baik tuan muda " kata Kim.
Karna wajar saja bila Ryan khawatir dengan istrinya itu. Dan lagi Diaz terlibat jaringan internasional masalah judi dan pengedaran Narkoba. Dan Ryan harus ekstra hati hati untuk menjaga Maya.
Pasti nya Diaz punya rencana licik untuk Ryan Apalagi menyangkut Maya .Yang bisa menghancurkan Ryan
" Apa Diaz sakit hati denganmu bos ? " tanya Alex
" Entah lah " kata Ryan .
" Tunggu jangan jangan ia tertarik dengan Maya " kata Didi
" Apa........!!!!! "
.
__ADS_1