Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 323


__ADS_3

Maya lalu memasukan semua pakaian kedalam tas dan mengingat " Astaga kartu itu " kata Maya yang mengingat semua kredit card yang ia simpan dan mengambil nya . Karna itulah yang membuatnya pulang


" Maya........iya namaku Maya " kata Maya yang melihat KTP nya juga ATM nya bernama Maya yang merasa curiga kenapa Evan menyembunyikan nya. Dan tak satu pun juga Evan mempunyai fotonya di Laptop kini rasa penasaran ya terjawab sudah. Namun Maya harus pintar mencari pembenaran .


" Aku harus tahu dan memastikan apa yang terjadi dimasa laluku. Dan siapa suamiku sebenarnya " guman Maya lalu menutup tas jinjing yang terisi dengan pakaiannya.


Setelah selesai ia pun turun . Dan langsung masuk ke mobil Evan sedangkan Mobil Ryan mengawasi dari belakang.


Ryan mencoba bersikap tenang dan tidak gegabah karna tak ingin kehilangan istrinya Demi anak anak nya Yang masih butuh perhatian sang mamah.


*******


"'Ini Kamar May dan ini milik abang dan itu milik Evan " kata Ryan menjelaskan semuanya


"Wah apartemen mu bagus tuan Lee , Lebih besar dari apartemenku " Kata Evan memuji..


Sambil melihat lihat kamar yang akan ia tempati diikuti Irvan dan Yuda.


Yang membuat Yuda dan Irvan yang mengantar mereka melotot pada Evan Yang merasa senang mendapat fasilitas.


"' Iya van itu jelas kau kan masih anak bawang tuan Lee sudah mapan " kata Irvan yang mendorong bahu sang adik.


" Apaan sih kak kan kita sudah sepakat " kata Evan.


" Dasar error ya otak lho kualat baru tahu rasa .Kalo Papi dan mami tahu Aku tak bisa membelamu Apalagi kalo Sinta datang " Kata Irvan.


" Biarin Ir , nanti tahu rasa kalo kualat dan dapat karma upah merecoki rumah tangga orang " kata Yuda


"Ya ampun bang jahat banget tuh mulut " kata Evan .


" Lagian siapa suruh lho buat masalah nanti tahu rasa kalo kalah malu sediri. " kata Yuda.


" Sudah terlanjur bang ngak bisa mundur lagi. Jadi gue harus maju berperang. Biar tuh beranak empat masih bohay ketimbang Sinta gadis tapi janda " kata Evan .


" Ck ... siapa suruh Lho macarin dia " kata Irvan berdecak kesal


" Cari sensasi kak, biar ngak mahal pake model dan lagi bisa dipake gratis " kata Evan


" Dasar gila lho Van , jadi player kok tambah oon bukan tambah pintar " kata Yuda melengos dan pergi keluar dari kamar yang mereka lihat.

__ADS_1


Dikamar sebelah Ryan menyuruh Didi dan Alex untuk menyiapkan semuanya. Sedangkan Maya menata semua pakaian nya kedalam.lemari. Dan menyimpan semuanya dengan rapi Termasuk barang barang berharganya .


" Sudah beres semua aku harus bagaimana ya membuat aku memastikannya tampa keliru "' kata Maya. Yang lalu rebahan diatas kasur empuknya.


Maya memang tak harus berpikir keras apalagi lelah yang membuat kepalanya sakit. Walau begitu ia mencoba bersikap tenang


"Aku harus sembuh, pulang bertemu ibu dan Bima dikampung " guman Maya . tampa sadar yang mengingat ia tinggal dikampung.


******


Malam harinya Ryan tidur dengan gelisah . Memikirkan apa yang harus ia lakukan. Mengingat Ingatan Maya tak boleh dipaksakan Dan ia harus mencari jalan yang mudah dimengerti Maya Agar mengingat secara alami.


Sedang dikamar Evan Evan duduk melamun berpikir keras mencari kehidupan masa lalu Maya agar ia bisa membuat Maya percaya padanya


" Ya aku harus menemui Desi dan Sheila juga Vani. " kata Evan . Karna ia memang berharap Maya bisa menjadi miliknya. Karna ia menyukai Maya yang pandai mengurus dirinya. Bahkan selama seminggu .Maya bisa melayani keperluannya dengan baik . tampa harus diminta. Tak seperti Sinta Yang tak bisa memasak dan hanya bisa berteriak memerintah para pelayannya.


Dikamar Maya sedang membaca buku disofa tampa sadar ia terlelap dan bermimpi sedang berkumpul dengan keluarganya


" Awas May nanti jatuh sini dekat abang " kata Pria itu lalu memeluk Maya dan menciumnya. Dengan rasa sayang.


Bug............


" Aku ketiduran di sofa " kata Maya.


" Apa dia suamiku " kata Maya yang merasa memeluk tubuh suaminya dalam mimpi tapi hanya bisa merasakannya saja tanpa melihat wajahnya.


Lalu Maya pun beranjak dari sofa menuju tempat tidurnya yang cukup luas. Lalu merebahkan dirinya lalu memejamkan matanya.


Ryan terbangun dilihat jam menunjukan jam 02 30 lalu ia duduk dan menuju kamar mandi untuk berwudhu dan sholat tengah malam .juga tak lupa berdoa untuk Kesembuhan nya Maya. Setelah melipat sajadah ia pun duduk termenung . Dan ....


" Astaga bukannya dibelakang lemari ada pintu yang bisa digeser untuk ke kamar utama " kata Ryan .Lalu bergegas mendekati lemari buku. Benar saja ada pintu kecil untuk kekamar utama. Dimana kamar itu Maya yang menempatinya


Ryan pun lalu menggeser nya sedikit dan pelan pelan . Agar Maya tak terbangun . Lalu berjalan ke pintu untuk mengecek pintu yang terkunci rapat. Lalu mendekati Maya yang tertidur pulas di atas ranjang.


" Abang merindukan mu May " bathin Ryan yang menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Maya.


" Abang berharap kau cepat sembuh " guman Ryan pelan lalu ingin mencium kening Maya.


"'Abang ,abang......" kata Maya pelan namun Matanya masih terpejam.

__ADS_1


" Apa kau bermimpi buruk May, hingga memanggil abang " kata Ryan yang lalu berbaring disebelah Maya. Dan tampa sadar Maya mengubah posisinya dengan memeluk Ryan


Greb...........dug......dug.......


Dada Ryan serasa dag dig dug ketika Maya memeluknya yang membuat Ryan tak berkutik lalu memiringkan badannya sedikit


Maya yang tampa sadar bermimpi indah langsung mengecup bibir Ryan . yang membuat Ryan kaget.


" Apa kamu bermimpi indah May " kata Ryan yang lalu mengecup bibir istrinya itu.


Ryan lalu menatap lekat wajah istrinya itu dang mengecupnya sekali lagi. yang membuat Maya mendesah.


"'Apa kau bermimpi abang May " kata Ryan yang merasa ini kesempatan baginya . Karna merindukan istrinya.


" Semoga kau tidak bangun May bermimpi indah lah " kata Ryan yang tak bisa lagi menahan diri. Lalu melakukan apa yang ia mau. setelah puas menyalurkan hasratnya . Ryan menyelimuti tubuh Maya dengan selimut tebal . Lalu bergegas pergi kembali kekamarnya dengan sebuah senyuman .


********


Pagi ketika bangun Maya merasa heran mendapat tubuh nya yang polos.


" Astaga apa mimpinya nyata " kata Maya yang memang bermimpi bercinta dengan suaminya. Walau ia belum jelas melihat wajahnya namun Maya dapat merasakan bau tubuhnya.


" Ya Allah kenapa dengan ingatan ku " kata Maya yang merasa sakit setiap mengingat sesuatu Namun ia sadar ia tak boleh memaksa kan diri.


" Tapi aku seperti aku melakukanya benaran nyata bukan hanya mimpi " kata Maya bingung . Lalu bergegas mandi bersih dan sholat. Lalu kedapur untuk menyiapkan sarapan.


" Ini untuk Kak Evan , ini untuk bang Ryan " kata Maya yang menyiapkan sarapan untuk dua pria itu. Yang duduk tenang juga sudah siap berangkat kekantor masing masing.


" Tuan Lee seperti nya terlihat senang hari ini " kata Evan


" Iya aku bermimpi indah malam ini " kata Ryan tersenyum sambil melirik Maya Yang asyik menyantap sarapannya menemani kedua pria tampan itu.


" Oh ya mimpi apa ?" kata Evan ingin tahu.


" Mimpi bercinta dengan orang yang kita cintai " kata Ryan


Yang membuat Maya menoleh pada Ryan


" kok sama ????? " bathin Maya penuh tanda tanya

__ADS_1


__ADS_2