
Aska tersenyum ketika Maya menyambut putra sulungnya itu.
" Mamah......Aska pikir mamah nggak jadi jemput " kata Aska.
" Mamah kan sudah janji , jadi mamah harus menepati janji " kata Maya merangkul keempat anak anaknya.
" Ayo pulang atau mau beli es krim dulu " tawar Maya.
" Asyik Queen mau mah, beli yang banyak ya " Kata Queen berteriak.
" Boleh tapi ngak dimakan sekalian , harus dibawa pulang. ya " kata Maya.
" Tan mau makan bakso mah, es krim nanti aja " kata Tan yang memang suka dengan bakso.
" Aska juga mah, lama ngak makan bakso " kata Aska.
" Ok...Ayo masuk mobil , Dan bilang sama om Kim kita cari tempat bakso yang enak. Habis itu kita makan es krim " kata Maya yang lalu menyuruh Rey dan Aska duduk didepan. Sedang kan Maya dan Tan juga Queen di belakang.
" Ya mah " kata Aska.
" Kim kita cari bakso dulu ya buat anak anak " kata Maya pada Kim.Ketika sudah masuk mobil.
" Iya nona " kata Kim. Yang lalu membawa Maya dan anak anak tuan mudanya itu. Ke tempat makan bakso yang lumayan enak.
..................... .......
Sedang disisi lain. Ryan sedang meeting dengan wakil perusahaan Jimmy yang sudah di ambil alih oleh perusahaan lain.
" Kenalkan saya Bram tuan Lee dan ini wakil saya Toni." kata Bram yang menjadi General manajer dari sebuah perusahaan property.
" Apa kalian dari perusahaan Xxx . Milik tuan Altaf " tanya Didi pada dua pria itu.
" Benar tuan, kami wakil tuan Altaf .Karna tuan Altaf sedang ke belanda. Jadi kami yang akan mengurusinya " kata Bram menjelaskan.
" Ya sekarang jelaskan secara rinci , dan sedetail mungkin . Semuanya sebelum saya mempertimbangkan nya " kata Ryan.
__ADS_1
" Baik tuan Lee. " kata Bram ramah dan cukup hati hati di pria di depannya .Karna Bukan sekali Bram bertemu pria yang terkenal sukses dengan pengusaha muda itu. Tapi juga terkenal di takuti di dunia bisnis .
Toni pun lalu menjelaskan sedetail mungkin tentang progres usaha mereka .Dan juga secara transparan dan terbuka. Karna tak ingin bermain kotor. Bahwa perusahaan Lee group tak mau ada pemainan kotor di kemudian hari .Yang menyebabkan investor kecewa.
" Bagaimana tuan, ini semua data yang sudah kami lengkapi " kata Bram yang cukup kompeten dalam bekerja. Dan terkenal disiplin dan juga rapi menangani semua bisnis hotel dan property.
" Baik, akan kami lihat dulu " kata Didi yang lalu melihat semua data.
Sedang Ryan menunggu Didi dan juga sambil mengecek Berkas berkas kerjasamanya. Sambil menunggu Didi selesai Seorang pelayan datang mengantarkan minuman dan kopi juga cemilan untuk meeting tersebut
" Tuan muda datanya lengkap secara keseluruhan. Namun belum sempurna karna pembagunan memang belum berjalan " kata Didi menjelaskan.
" Ok berikan padaku " kata Ryan.
Didi pun menyodorkan laporan datanya. Sedang Bram dan Toni berusaha untuk tetap tenang. Karna memang untuk pembagunan berjalan mereka harus menunggu dana dari investor.Karna dana dari perusahaan mereka cukup menipis.
" Ini cukup bagus , tapi kami ingin bertemu tuan Altaf langsung . Saya ingin tahu berapa keuntungan yang kami dapat dari hasil menginvestasikan dana disini . " kata Ryan tegas.
" Bain tuan Lee. Besok lusa tuan Altaf sudah tiba. Jadi kami akan datang kekantor tuan Lee untuk mengajukannya. " kata Bram ramah.
" Baik pertemuannya cukup sampai disini. Kita akan membahasnya besok lusa .Setelah tuan Altaf menemui saya " kata Ryan.
" Trimakasih " kata Ryan yang lalu mengambil cangkir kopinya dan menyesapnya.
Ryan sebenarnya sudah tak minum kopi Karna Maya sudah terbiasa menyiapkan jus buah untuknya. Namun di pertemuan atau meeting Ryan harus menghormati tamunya atau kliennya.
Didi pun juga meminum kopi yang sudah disediakan . Setelah selesai keduanya pun lalu pergi. Kembali pulang menuju kantor.
Sedangkan Bram mengelus dada pelan .Karna sudah bisa lega. Partner bisnis mereka sudah mau melihat proposal yang mereka ajukan.
" Alhamdulilah, akhirnya bisa juga menggaet perusahaan besar itu " kata Bram.
" Iya Bram gue sempat gugup. Tuh asisten terkesan cukup tegas. Dan lagi mereka sangat teliti.
" Itu jelas Ton, maka nya pa Altaf wanti wanti pada kita untuk bersikap baik. Karna tuan Lee itu pengusaha yang terkenal tegas rapi dan bersih. Tak ada permainan kotor. Padahal dia seorang non muslim " kata Bram yang mendapatkan Info dari bos mereka.
__ADS_1
" Iya sepertinya dia juga baik dan ramah, Pantas saja banyak wanita yang mengejarnya. Dan berharap jadi istrinya. Tampan ,mapan, pintar dan tajir lagi " Kata Toni.
" Masa sih dia ngak punya istri Bram, kan pengusaha sukses " kata Toni.
" Entahlah aku juga kurang tahu, karna Pa Altaf bilang Tuan Lee sempat di beritakan meninggal dan setelah kejadian naas itu.Dan yang kudengar partner bisnis kita terlibat. Namun pa Altaf tak mau tahu apalagi terlibat. Kita hanya murni berbisnis " kata Bram.
" Iya Pa Altaf benar toh bukan urusan kita. Untuk tahu urusan kehidupan pribadi orang lain " kata Toni.Yang sambil merapikan berkasnya untuk siap siap kembali ke kantor.
............................
Sedangkan disebuah kedai bakso . Maya membiarkan keempat anaknya makan dengan tenang. Menikmati bakso yang pesan sesuai selera masing masing.
" Apa ada yang mau nambah ?" tanya Maya.
" Kim kau mau tambah lagi " tanya Maya pada Kim yang tah jauh duduk dari Aska.
" Cukup nona, sudah kenyang " kata Kim.
" Tan mau tapi dibungkus ya buat nanti malam " kata Tan yang memang suka dengan bakso apalagi ada tetelan dagingnya.
" Ok siapa lagi yang mau ?"kata Maya bertanya biar sekalian.
" Aku mau mah, tapi baksonya aja nanti buat dibakar dirumah makan sama saus " kata Rey.
" Kalo gitu Aska juga mah, kaya ade Rey " kata Aska . Yang hobby makan cilok.
Queen yang mendengar pun ikut ikutan. Dan Maya pun lalu memesan bakso untuk Tan dan yang biasa untuk anak anaknya yang lain.
Lalu Maya menunggu anak anaknya sampai selesai makan. Maya memang jarang jajan .Namun kadang dirumah ia punya selera makan bakso. Mengingat masa mudanya yang hobby jajan. Makan bakso bersama sahabatnya. Membuat anak anaknya ikut makan dan menyukainya. Apalagi bila berkumpul dengan Vani dan Desi yang merakyat. Makan lesehan dan santai. Yang penting halal
Setelah selesai .Maya pun mengajak anak anaknya kedai es krim. Karna sudah kenyang
Maya pun memesan per box untuk dimakan dirumah.Agar si bungsu tidak rewel dan menunggu lama di mobil. Dan juga sudan mengantuk karna kekenyangan makan bakso.
" Kim kita langsung pulang ya " kaya Maya yang melihat anak anaknya sudah anteng.
__ADS_1
" Baik nona , sepertinya semua tuan muda sudah pada mengantuk " kata Kim.
" Iya Kim. makanya kita cepat pulang " kata Maya yang mengelus rambut Queen di pangkuannya. Yang sudang hampir hilang kesadaran karna ketiduran