Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 337


__ADS_3

Ketika selesai makan Ryan pun mengantuk . Lalu tertidur disofa . Maya yang melihatnya lalu langsung mengambil selimut kekamar.


Lalu Maya kembali lagi .menyelimuti Ryan dengan selimut tebal.


" Apa tuan muda tertidur " kata bi Marni Yang melihat Maya menyelimuti tuan mudanya


" Iya bi sepertinya dia lelah " kata Maya menatap Wajah lelah Ryan yang terlelap.


" Ya non, tuan muda akhir akhir ini memang sibuk . Dan juga banyak pikiran " kata bi Marni. Yang sangat tahu Tuan mudanya itu khawatir dengan Maya yang takut tak bisa sembuh dari amnesianya .


" Banyak pikiran ?" kata Maya.


" Ya mungkin masalah kerjaan non" kata bi Maya seraya menatap raut wajah Maya yang terlihat khawatir.


" Ya mudahan masalahnya bisa cepat selesai bi " kata Maya.


" Iya non , non Maya istirahat saja dikamar nanti tuan biar pindah sendiri " kata bi Marni.


" Ya bi " kata Maya yang berlalu menuju kamar.


********


Sinta baru menyiapkan makan malam ketika Evan keluar dari ruang kerjanya .


' Van makan dulu yuk " kata Sinta ketika Evan hendak masuk kekamar.


" Sebentar aku taruh ini dulu " kata Evan yang membawa laptopnya masuk kamar.


Lalu Sinta pun menyiapkan piring untuk Evan dan ketika Evan sudah keluar dari kamar Lalu menarik kursi untuk duduk.


" Apa nanti sehabis makan kita boleh bicara sebentar Van " kata Sinta.


" Kau mau bicara apa bicara saja sekarang sambil makan " kata Evan..


Sinta terdiam sambil mengisi piring Evan dan meletakkannya di depan Evan. Lalu ia mengambil juga untuk dirinya.


" Apa kau yakin tak mau menikahi ku van " tanya Sinta menatap Evan.


" Kenapa kau bertanya lagi padahal kau sudah tahu pasti jawaban nya " kata Evan.


" Tapi van, apa kau tak punya rasa cinta sedikitpun padaku Aku mencintaimu, aku akan berusaha berubah . Kalo kau bisa meninggalkan wanita itu " kata Sinta lirih.


Evan terdiam sambil menyuap nasinya ia berpikir. kalo ia sudah berjanji pada sang mami untuk membawa Sinta dan Maya untuk memasak dirumah dengan waktu

__ADS_1


yang sudah diatur.


" Baiklah akan aku pertimbangkan . Besok datanglah kerumah mami. Aku akan mengantarmu kesana . Bantu mami memasak. dan senangkan beliau. Kalo kau bisa memikat hatinya . Mungkin mami akan memilih mu jadi menantunya " kata Evan Yang tak mau basa basi.


" Baiklah " kata Sinta. Lalu menyuap makanannya . Ia tak tahu harus berbuat apa. Walau ia tak bisa memasak ia berusaha untuk bisa merebut hati Evan kembali dan juga keluargganya .Walau hasilnya nanti mengecewakan Tapi paling tidak ia sudah berusaha


Lalu setelah itu keduanya pun terdiam Dan makan tampa bicara lagi.


***********


Paginya Evan mengantar Sinta kerumah mami.nya Karna hari ini Maya ingin belanja jadi ia menundanya membawa Maya .Dan ia akan membawa Maya besok Untuk membantu sang mami memasak. Agar sang mami bisa menilai mana yang terbaik untuk jadi istrinya.


" Bawa sayurannya kemari mbok .Ayo sini Sinta bantu mami " kata Mami yang lalu menyuruh Sinta untuk mengolah sayur. Sinta yang ingin bisa menjadi bagian dari keluargga itu Bersungguh sungguh menyiapkan semuanya . Ia juga cukup berhati hati dalam mengerjakannya.


" Ya ampun Sinta ini salah kenapa cabe nya di potong harusnya di ulek " kata mami Yang ingin memasak rendang dan Ayam goreng. Karna Sinta memang tak bisa memasak ia malah mengirisnya.


" Bagaimana kau bisa melayani suamimu kalo kau tak bisa memasak. Evan ingin mencari istri yang bisa mengurusnya Bukan cuma bisa menghabis kan uangnya dan Jangan hanya cuma bisa shoping. Kalo cuma itu keahlian mu itu tak menjamin rumah tanggamu langgeng " kata Mami ngedumel.


Deg.......


Sinta hanya diam Tak brani menjawab karna ia harus bisa menahan diri. Karna bagaimana pun Mami adalah orang tua Evan dan ia harus menghormatinya.


" Maaf mi, Sinta memang ngak terbiasa masak karna sibuk bekerja " kata Sinta yang tertunduk.


" Ya mi " kata Sinta lalu ia pun menganti semua dengan cabe yang baru.


Hampir 4 jam mereka memasak hasilnya lumayan. Sinta merasakan semua tubuhnya pegal pegal dan lelah. tapi ia berusaha tak mengeluh Karna ia ingin bisa diterima sang mami dan berusaha sebaik mungkin . walau belum sempurna.


" Yah lumayan , ini dapat nilai 6 kalo untuk rapot " kata mami ketika menyicipi hasil masakan Sinta.


" Maaf mi, Sinta juga baru belajar memasak maaf bila belum bisa menyenangkan mami " kata Sinta lirih Walau ia tahu pasti ia bukan menantu yang diharapkan.


Ya sudah kamu bisa istirahat dikamar Evan kalo sudah lelah " kata mami


" Iya mi trimakasih tapi Sinta mau pulang dulu . Dan istirahat di apartemen saja " kata Sinta. yang ingin belanja mumpung sore untuk persiapannya di apartemen


" Ya sudah hati hati " kata Mami.


" Lalu Sinta pun menyalami sang mami yang terlihat cemberut . Karna lelah menemani Sinta memasak. Bahkan hasilnya tak sempurna.


" Sinta pulang dulu ya mi " kata Sinta.


" Ya " kata mami singkat lalu langsung pergi meninggalkan Sinta .

__ADS_1


Sinta hanya terdiam lalu ia pun melangkah keluar dan berjalan menuju teras Lalu berjalan ke luar gerbang rumah mencari taxi. Tak lama ia menuggu taxi pun lewat.


" Pa bisa antar ke mall xxx ya " kata Sinta.


" Bisa mba silahkan masuk " kata sopir taxi


Sinta pun masuk kedalam taxi dan lalu duduk tenang .Mata nya sedikit berkaca kaca mengingat dirinya tak bisa jadi istri yang baik. Namun ia sudah jujur pada mami nya Evan akan berusaha sebaik mungkin kalo memang Evan bersedia menikahinya.


" Mba sudah sampai " kata sopir yang membuyarkan lamunan Sinta .


" Oh iya pa trimakasih ini uangnya pa " kata Sinta .


.


" Oh iya ini kembalian nya mba " kata sopir yang ingin memberikan uang kembalian.


" Buat bapa saja pa " kata Sinta yang lalu turun. dari taxi. Lalu masuk kedalam mall.


********"


Disisi lain Maya sudah selesai belanja lalu ia pun menuju kasir . Bersama bi Marni yang menemaninya belanja.


" Apa semuanya sudah lengkap bi ?" tanya Maya .


" Sudah non, semua komplit dan buah juga " kata bi Marni .


" Ya sudah kita langsung pulang ya bi " kata Maya. Yang lalu menunggu antrian .


Bi Marni dengar sabar menemani Maya Setelah selesai membayar . Keduanya pun mendorong troli di bantu Kim dan Alan yang mendorong troli yang berisi penuh belanjaan.


" Apa bibi mau membeli sesuatu mumpung disini " kata Maya .


" Tidak non, itu sudah cukup semuanya sudah lengkap kok non " kata bi Marni. yang berjalan disebelah Maya .


Namun tiba tiba sebuah gerobak barang ambruk ketika Maya dan bi Marni lewat.


" Nona awas ........!!" kata Seseorang yang yang lalu memeluk tubuh Maya dan


Brak.........brak..........


" Bi Marni ........ Nona " kata Kim Yang lalu .melempar semua barang yang menindih bi Marni . Dan tubuh Maya yang di peluk seseorang yang kepalanya terbentur. yang lalu langsung duduk


" Nona anda tidak apa apa " kata Kim panik.

__ADS_1


" Aku tidak apa apa dia menolongku " kata Maya yang melihat wanita yang menolong nya terluka.


__ADS_2