
Bima kembali berbaring disebelah Nur setelah Ali dan Alan pulang .Sambil mencium kening istrinya itu.
" Aby tahu kau tak bisa jauh dari aby .Karna kau takut keluargga mu menyakiti mu kan " bathin Bima yang bisa mengerti keadaan Nur. Mungkin harta bisa membuat orang jadi lupa keluargga. Namun sejatinya keluargga tetap lah yang utama.
Bima lalu mengusap perut Nur . Sambil mendoakan agar anaknya menjadi anak yang sholeh kelak. Karna sang ibu lah yang membuat karakter anak sejak dini..Dan Bima percaya Nur bisa menjadi ibu yang baik Dan juga penyayang yang mampu mendidik anak anak nya dengan baik .
" Eugh...... Bima " panggil abi yang terbangun
" Abi " kata Bima yang mendekati ayah mertuanya itu.
" Abi mau minum" kata Bima bertanya.
" Abi lapar apa ada makanan " kata abi melihat Bima.
" Ya abi Bima ambil kan ya " kata Bima yang bersyukur karna Tadi bang Ali dan Alan mengantar makanan untuk mereka .
Bima pun lalu membuka puding dan salad buatan Maya lalu membawanya mendekati abi nya.
" Abi mau salad atau puding ?" kata Bima.
" Yang mana saja " kata abi .
Lalu Bima pun menyuapi puding buat abi pelan pelan . Sebenar nya ada nasi dan lauk tapi karna pedas Bima tak tega memberikan nya. Karna abi belum boleh menguyah yang kasar. Dan hanya makan bubur dan buah.
Jam menunjuk kan angka 09 20 ketika abi merasa kenyang Makan puding dan sedikit salad . Yang membuat abi sedikit merasa lega karna perutnya terisi..
" Enak nak Bim, apa kalian membelinya " tanya abi .
" Ngak bi tadi kak Maya yang menyuruh mengantarkan nya buat Nur biar bisa makan . Ini buatan sendiri bi " kata Bima.
" Masyaallah jadi abi makan punya Nur .Nanti kalo nyari gimana padahal abi habiskan ?" kata abi khawatir .
" Hehehe...... ngak pa pa bi , Nur pasti ngak keberatan masih ada nasi dan juga sayur dimeja " kata Bima yang ngak tega membangun kan Nur untuk makan . Karna beberapa hari ini istrinya itu bergadang .
" Trimakasih nak kalian sudah mau menjaga abi " kata abi lirih Karna tahu pasti menantunya lah yang membawanya keruang vvip yang menurutnya cukup mahal .Dan juga menjaganya.
__ADS_1
" Abi ngak usah khawatir Bima dan Nur iklas kok bi" kata Nur Yang bangun dan duduk mendengar pembicaraan suami dan abi nya.
" Nur sudah bangun , cuci muka dulu sayang lalu makan Nur belum makan kan tadi " kata Bima bicara lembut
" iya bi tapi aby Bima juga belum kan ayo kita makan " kata Nur. Yang melihat banyak makanan diatas meja
Nur pun lalu beranjak kekamar mandi setelah itu Ia pun duduk mengambil rantang dan membukanya. Lalu mengisi nasi lauk dan sayur dan memberikan nya pada Bima
" Ayo makan by Nur juga lapar mau makan . Apa abi mau makan " kata Nur melihat abi nya yang mulai bisa duduk.
" Tadi Bima sudah menyuapi abi dengan puding dan salad Nur . Dan rasa nya sangat enak dan sudah abi habiskan tampa menyisakan buat Nur " kata abi
" Ngak pa pa bi, kan Nur sudah sering makan " kata Nur tersenyum lalu mengambil makanan dan ikut makan bersama Bima. Dan duduk disebelah Bima dekat ranjang abi nya.
Abi sudah mulai membaik sayang . Asal makannya dijaga " kata Bima
" Alhamdulilah " kata Nur sambil melirik abi nya yang duduk bersandar melihat kedua nya yang sedang asyik makan sambil menelan salivanya. Karna belum boleh makan makanan yang kasar.
" Abi pengen ya " goda Nur terkekeh. Yang membuat abi nya tersenyum.
Yang membuat Nur terkekeh pelan. Karna Bima dan dirinya mengoda sang ayah. Sedang asyiknya makan pintu kamar pun diketuk dari luar . Membuat Bima dan Nur saling pandang ..
" Siapa yang kesini malam malam.." kata Ustad rahman. Sedangkan Bima beranjak dari duduknya Lalu berjalan kearah pintu untuk membuka nya.
Ceklek
" Kak Salman ...." kata Bima kaget.
" Hei maaf menganggu . Kakak datang untuk melihat keadaan abi " kata Salman yang lalu melangkah masuk. Dan Bima kembali menutup pintu.
" Abi baik baik saja Nak karna Nur dan Bima menjaga abi dengan baik. " kata abi tersenyum .
" Alhamdulilah syukurlah , lho kok kalian baru makan " kata Salman kaget .Melihat Nur dan Bima sedang makan di jam malam.
" Baru bangun kak ,tadi sehabis isya kami tiduran dan baru sadar kelaparan bangun tidur " kata Bima.
__ADS_1
" Apa abi sudah bisa makan " tanya Salman. seraya menatap ayah nya.
" Sudah nak, malah semua puding Nur abi habiskan " kata abi tersenyum.
" Iya kak , sampai bersih tuh lihat tempatnya rupanya abi kelaparan " kata Nur terkekeh.
" Syukurlah ...kalo sudah mulai makan berarti abi sudah mau sehat dan pulih ya kan Bim." kata Salman
" Iya kak " kata Bima tersenyum.
Lalu Nur pun menyodorkan salad untuk Salman yang lalu memakan nya. Ia sengaja datang sendiri karna sudah malam. itu pun menunggu selesai pengajian .Karna Salman diberi tahukan Altaf abi nya naik kelas di kamar vvip yang dipindahkan adik iparnya. Biar nyaman.Dan sekarang ia melihat abi nya sudah berangsur pulih. Dan mendapat pelayanan khusus. Berkat adik iparnya itu.
" Enak man " tanya abi ketika Salman memakan salad pemberian Nur .
" Enak abi mau ?" kata Salman
" Tadi abi sudah makan itu sisa abi " kata Nur tersenyum.
" Hah....... tapi enak kok " kata Salman yang membuat abi terkekeh melihat Salman menghabiskannya.
Bima yang melihat mertuanya itu sudah bisa tersenyum Ikut senang Karna sudah bisa melupakan kepergian sang istri.
" Apa nenek masih dirumah kak " kata Nur bertanya sambil menatap sang kakak.
" Masih Nur , kamu ngak usah kesana dulu, biar kakak yang mengurus mereka tadi juga kekek baru datang . bersama paman " kata Salman yang takut adiknya itu jadi sasaran karna sang kakek ingin bertemu Bima. Tapi Salman mengatakan mereka akan pulang Setelah abi nya sehat.
" Kamu ngak usah kesana dulu temani abi disini saja. Kak Salman bilang kalian pulang besok karna ngak enak mereka ingin ......" kata Salman menggantung
" Minta bantuan aby kan " kata Nur yang mengerti sifat kakek dan neneknya itu.
" Iya tapi Kak Salman terpaksa berbohong bukan kenapa napa tapi takut mereka memaksakan kehendaknya pada Bima '" kata Salman
Bima hanya tersenyum. " ngak pa pa kalo Bima bisa bantu kak, tapi kalo ngak yah apa hendak dikata..Tanya kan saja Kakek butuh berapa biar Bima siap kan " kata Bima santai.
Yang membuat ustad Rahman dan Salman saling pandang. Padahal tiap bulan Bima juga mengirim uang untuk abi dan umi Nur tampa sepengetahuan Nur Dan itu hanya Salman yang tahu.
__ADS_1