
Setelah anak anak pergi Mami Lily pun mendorong kursi sang Papi kekamar.
" Biar Ryan yang mengantar opa mi" kata Ryan Yang lalu mendorong kursi opanya.
" Baiklah, papi sama Ryan ya. Lily mau mandi dulu .Nanti baru nemuin papi lagi " kata Mami Lily.
" Ya sayang " kata Opa yang memang memanggil mami Lily dengan sebutan sayang dari kecil. Karna putri tunggalnya itu slalu perhatian. Dan tak pernah berubah.
" Ryan pun lalu membawa tuan Choi kekamarnya..Lalu Ryan mengedong kakeknya itu keatas ranjang. Dan menggeser sedikit kursi rodanya.
" Opa bisakah opa menjelaskan ruangan yang dimasuki cicit cicit opa " tanya Ryan yang tak pernah tahu ada kamar rahasia lain diruang tengah.
" Ruangan itu sudah lama tak terpakai sejak ayahmu meninggal dulu." kata tuan Choi.
" Apa ayah yang mempunyai kamar rahasia itu ?" tanya Ryan terkejut dan penasaran.
" Itu milik ayah opa dulu .Tapi ruangan itu dipakai ayahmu setelah ayah opa meninggal karna untuk melindungi cucunya yaitu mami mu Dan ia berjanji memberikan ruangan itu apabila Ibumu sudah menikah . Dan Lelaki yang menikahinya akan mendapatkan ruangan itu." kata opa.
" Ada apa disana ?" tanya Ryan menatap lekat tuan Choi.
" Entahlah. bila semua putra mu bisa menemukan itu pastinya ia tahu apa yang ada disana..Kau tanyakan mereka. Atau kau lihat sendiri " kata opa Yang juga menatap cucu satu satunya itu.
" Huh......baiklah besok aku akan melihatnya " kata Ryan yang penasaran dengan ruang rahasia itu. Peninggalan buyutnya. Yang memang tak pernah di masuki oleh siapapun.
" Apa opa ngak pernah sekali pun masuk kedalam sana ?" tanya Ryan.
" Tidak, karna memang itu sudah menjadi perjanjian buyut mu dengan ayahmu.Dan opa hanya mempunyai di ruang kerja. " kata tuan Choi.
" Baiklah Ryan akan melihatnya besok bersama Kim dan Chow.
" Jangan . Lebih baik kau bawa anak anakmu saja . Karna orang lain tak boleh masuk ketempat itu. Karna itu ruangan rahasia untuk keluarga " kata tuan Choi
" Baik lah opa, apa sekarang opa mau berganti pakaian " tanya Ryan.
" Iya ambilkan aku piyama " kata tuan Choi.
__ADS_1
Ryan pun mengambil kan piyama sang kakek. Lalu pergi kekamar mandi untuk mengambil ember kecil dan handuk kecil untuk menyeka sang kakek. Dan tuan Choi pun menurut tampa kata. Ketika Ryan menyekanya. dan menganti bajunya.
Biasanya paman aceng lah yang melakukan semua nya. Tapi karna beliau pulang jadi mami dan Ryan yang bergantian merawat sang kakek. Karna tuan Choi tidak mau dilayani pelayan perempuan. Kecuali untuk menyuapi makan.
Setelah selesai Ryan pun meletakan baju kotor di ember. Sambil berpikir untuk menanyakan apa yang anak anaknya lihat -didalam sana.
..........................
" Abang belum tidur " tanya Maya yang melihat suaminya itu diam. Ketika dari kamar anak anaknya.
" Apa mereka sudah tidur semua " tanya Ryan.
" Sudah bang , tadi Aska cerita ke May. Dia bilang mereka melihat banyak peti dan juga senjata di ruangan yang mereka masuki " kata Maya bercerita.
" Lalu ...." kata Ryan lagi
" Cuma itu bang ,Aska bilang ruangan sangat gelap tapi ada lampu yang masih bisa menyala " kata Maya bercerita.
" Besok abang akan melihatnya. Abang juga tidak tahu apa yang ada disana. Karna abang tidak tahu.sama sekali . Bila ada ruangan rahasia dibawah ruang tengah " kata Ryan.
" Dulu ruangan itu milik kakek buyut ku. Lalu ruangan itu diberikan pada Papi. Dan setelah itu tak ada siapapun yang pernah masuk kesana. Kecuali siapa yang lebih dulu menemukannya." kata Ryan.
" Trus sekarang ketika anak anak abang menemukannya mau diapakan " tanya Maya.
" Entah lah besok abang lihat dulu. Karna abang juga penasaran apa yang disimpan disana " kata Ryan. Yang memeluk istrinya ketika sudah berbaring disisinya.
Maya pun menyusup ke dada suaminya. Lalu memejamkan matanya. Begitu juga dengan Ryan. Yang memang lelah seharian ini. Dan besok mungkin ia datang kekantor agak siang Karna ingin melhat ruang rahasia yang di temukan anak anaknya.
....................................
Paginya Ryan langsung menemui Aska . Dan meminta Aska mengantar kan nya ke ruangan bawah tanah yang di temukan ketiga anak anaknya.
" Ini pintu Masuknya Pah" kata Tan menunjuk sebuah dinding yang bertanda bunga itu .
" Pintu buat masuk " tanya Ryan .Yang lalu meletakkan tangannya di dinding dan pintu pun bergeser sedikit.
__ADS_1
Lalu Ryan pun masuk dengan mengunakan senter ponselnya dan melangkah menuju sebuah ruangan. Tan dan Rey mengikuti dari belakang. Sedang kan Aska di depan.
Ryan cukup terkejut melihat ruangan itu yang penuh dengan senjata dan juga peti mas batangan. Juga patung perunggu. Yang berdiri sekitar 5 buah. Dan terlihat layaknya manusia.
Lalu Ryan pun menuju meja.Yang diatasnya ada peta.Yang membuat Ryan cukup terkejut melihat peta itu. Peta yang pernah menjadi incaran para pengusaha . Dan Ryan pernah mendengar semua itu Dan tak menyangka peta itu tersimpan tapi di ruangan yang gelap.
Lalu Ryan melihat peta itu dengan seksama. Melihat garis dan jalan pintas seluruh Taiwan.
" Pah emang papah lihat apa ":tanya Aska.
" Ini peta , yang ada dikota ini dan seluruh negara ini " kata Ryan menjelaskan.
" Lalu kenapa papah kaget " kata Rey yang ingin tahu. Ketika Ryan melihat peta itu dengan serius
" Oh ya pah , apa ruangan ini kedap suara." kata Aska seraya melihat wajah papahnya.
":Entah lah papah tidak tahu. "kata Ryan yang tertegun melihat emas batangan didepannya
Yang membuat Ryan lalu membuka peti itu.Yang lalu Ryan lihat dan pegang.
" Ya tuhan ini mas batangan murni " kata Ryan yang lalu meletakkannya lagi..Dan menutup kembali pintu peti Sedangkan anak anaknya .Hanya diam tak bersuara. Melihat apa pun uang Ryan lakukan. Lalu melihat patung patung yang berdiri mengelilingi ruangan. Yang membuat Ryan penasaran dan lalu memegang patung itu.
Keempatnya pun terkejut ke pintu ruangan lain terbuka dan memperlihatkan lebih banyak lagi peti peti emas dan uang.
" Ya ampun banyak sekali ":kata Ryan heran dan melihat emas emas itu utuh sampai begitu banyak. Yang menjadi miliknya dan anak anak Ryan.
Ryan pun berdecak kagum. dengan apa yang ia lihat. Dan kembali mendekati patung yang lain.Yang berdiri tegak tampa ekspresi .
"'Pah lihat " kaya Aska ada pintu lain lagi bergeser dan memperlihatkan ruangan lain.
" Luar biasa Kakek membuat ruangan rahasia yang begitu banyak yang tidak orang tahu apa isinya ." kata Ryan yang melihat isi peti .
Yang terlihat adalah kepingan uang emas dan perhiasan juga permata..
" Ya ampun harta karun nya banyak sekali pah " kata Tan yang melihat perhiasan emas.
__ADS_1