
Dokter Nisa r pun terdiam karna kaget . Lalu tersenyum
" Iya tuan nona Maya lagi hamil muda Tapi nona harus banyak bed rest karna di kehamilan ini nona Maya tidak boleh capek " kata dokter Nisa
" Huh...... ya aku bisa mengerti " kata Ryan yang memang Maya betah tiduran bahkan Ketika mereka memadu cinta
Maya tidur lebih dulu.
" Kalo begitu ini resepnya bu untuk vitamin nona Maya." kata dokter Nisa .
" Trimakasih dokter nanti biar Alex yang mengurus biaya nya .
" Baik tuan "' kata dokter Nisa . Yang lalu pamit dan diantar Ima dan Kim sampai teras .
Sedangkan bu Lastri menyelimuti Maya Yang tertidur pulas tampa terusik.
" Nak Ryan ibu tinggal ya " kata bu lastri yang pamit untuk keluar kamar.
" Ya bu trimakasih " kata Ryan yang lalu menutup pintu kamar dan menguncinya..Dan lalu kembali mendekati Maya . Yang sedang terlelap .
" Abang senang May hamil lagi..Abang akan menjaganya " kata Ryan mengusap perut Maya yang masih rata. Lalu melepas kemeja dan celana panjang nya .Dan ikut berbaring disebelah Maya sambil mencium kening nya.
" Abang mencintai mu May " kata Ryan yang lalu ikut menemani sang istri tidur
Ada rasa bahagia yang tak bisa Ryan uraikan ketika Maya hamil lagi . Karna ia sudah lama mengharapkan Maya hamil Sampai hari ini waktu yang ditunggu pun datang dan Ryan sangat bersyukur .
Karna Maya bisa memberi kan adik buat Queen . Entah itu wanita atau pria. Bagi Ryan tetap sama Mereka semua anak anak nya . Yang akan tetap jadi ahli warisnya.
" Sedang dirumah sakit Rara baru saja makan . Makanan yang dibawakan Neti dan Diaz Yamg mereka bawa spesial untuk Rara. Agar Rara senang .
" Makanannya sangat enak trimakasih Sudah membawakan nya untukku " kata Rara ketika mencicipinya.
Diaz yang melihatnya pun diam tak tega Melihat Rara yang semakin hari semakin lemah .Karna kondisinya itu Diaz menyuruh Neti untuk menemani Rara .
" Diaz apa kau sudah bertemu Evan " tanya Rara sambil menatap Diaz
" Belum dia masih diluar kota.. " kata Diaz
__ADS_1
" Bisakah kalian mengantar ku ke apartemen sepupuku sebentar Aku ingin bertemu dengannya " kata Rara.
" Ya baik lah , aku akan minta kan Izin untuk membawa mu keluar " kata Diaz .Yang berusaha bisa membuat Rara senang. Lalu Diaz pun pergi menemui dokter .Untuk meminta Izin Untuk membawa Rara pergi jalan jalan.
Sedangkan di apartemen Sinta .Dua orang wanita sedang membuat cake dan puding . Yang Sinta pelajari dari Maya yang ingin menyenangkan suaminya Dan Sinta tak bosan belajar memasak dari sang tante. juga dari Maya dan teman temannya
Lama kedua sibuk Setelah semuanya siap dan matang Sinta pun membersihkan dapur . Tiba tiba pintu apartemen diketuk dari luar yang membuat Sinta dan tantenya menatap pintu dan bertanya Siapa yang bertamu
" Sebentar ya tan Sinta lihat dulu " kata Sinta yang menuju pintu.. Dan lalu membuka nya
" Sinta " kata Rara lirih Melihat sepupunya itu yang terpaku melihat nya .
" Rara masuklah , tante ada......."
" Rara ......."' kata tante Mili mendekati Rara
" Ibu ....Rara pun langsung menangis dan lalu mendorong kursi rodanya dan memeluk ibunya. Lalu menangis tersedu sedu begitu juga dengan sang ibu yang tak tega melihat kondisi Rara yang terlipat pusat.
Diaz dan Neti juga Sinta berdiri mematung melihat pertemuan ibu dan anak itu. Yang membuat hati siapa pun tersentuh melihatnya. Apalagi Rara menangis sejadi jadinya. Yan bersimpuh dikaki sang ibu .,Yang sudah lama tak.ia temui. Yang membuat nya lupa diri.
Lama keduanya menumpahkan rasa rindu. sampai akhirnya Diaz menceritakan semua apa yang terjadi. Yang membuat Sinta dan sang tante pun ikut menangis.
" Ibu sudah memaafkan mu nak , ibu sayang padamu . Ibu juga minta maaf bila memanjakan mu dulu membuat mu lupa diri dan jadi begini. " lirih tante Mili. Yang juga merasa bersalah karna dulu terlalu memanjakan Rara sejak kecil.
" Bolehkah kami merawatnya " kata Sinta.
" Ya dan saya tetap akan membiayai semua nya .Sampai Rara bisa sembuh dan bisa bertahan hidup " kata Diaz.
" Trimakasih tuan Diaz " kata ibu lirih Dan memeluk Rara dengan rasa sayang.
Sore setelah Rara bangun Tante Mili dan Sinta pun ikut kerumah sakit untuk mengantar Rara..Dan tante nya pun menemani Rara dan menjaganya. sedang kan Diaz menghentikan perawat yang menjaga nya Sinta pun berjanji akan menemani Rara . Agar Neti dan Diaz bisa bulan madu menikmati penikahan mereka.
Yang membuat Neti terharu pada sikap Sinta yang baik padanya.
" Trimakasih mba , sudah mau menjaga mb Rara " kata Neti ketika mereka hendak pulang.
" Aku yang berterimakasih pada kalian sudah mau merawatnya. " kata Santi lirih mengingat dirinya juga baru berubah setelah bertemu Maya. Dan kini dia sudah bertaubat sebelum ia terlambat .juga mengintropeksi diri sebelum semuanya. hancur .Yang menyadarkan Sinta bahwa uang bukan segalanya. Ada karma yang menunggu untuk setiap dosa yang kita lakukan . Dan kadang itu tampa kita sadari.
__ADS_1
Diaz dan Neti pun pulang setelah Sinta dan tantenya . Berjanji merawat Rara. Dan menyuruh mereka untuk berbulan madu. Agar tantenya dan Sinta bisa bergantian menjaga Rara Sambil berobat jalan dan juga terapi. Dan Sinta juga bisa fokus merawat Rara Karna Evan masih di luar kota.
*******"
Sore menjelang magrib Maya baru terbangun dan kaget Melihat waktu yang berjalan cepat Yang membuatnya lalai dan lupa sholat . Lalu bergegas kekamar mandi dan berwudhu dan sholat.
" Sudah bangun " kata Ryan ketika melihat Maya melipat mukenanya
" Abang sudah pulang kok ngak bangunin May sampai lupa sholat " kata Maya.
" Maaf abang lupa dan ngak tega bangunin Istri abang yang terlihat lelah " kata Ryan
" Yah ..May jadi berhutang " kata Maya Manyun.
" Ngak pa pa nanti abang yang bayar " kata Ryan tersenyum dan mendekati Maya dan memeluknya
"' Mana bisa sholat orang lain dibayar. Harus dibayar sendiri bang dan di qodo sendiri " jawab Maya .
Cup.
" Ya sudah pelan pelan aja Allah juga pengertian kan sama May. Dia sayang sama umatnya .Sama yang berdosa besar aja diampuni Apalagi Maya ngak sengaja kan nanti abang yang nanggung kalo Allah marah sama May " kata Ryan
" Ih Abang " kata May yang manja dipelukan suaminya itu. Yang membuat Ryan tersenyum dan menciumi wajahnya . Entah mengapa akhir akhir ini Maya merasa dirinya berubah drastis. Dan merasa aneh sendiri
" Kenapa kok ngeliatin abang segitunya " kata Ryan
Maya hanya mengeleng dan lalu memeluk suami nya itu . Dan Ryan pun mengedong Maya keatas ranjang..
" Masih capek " kata Ryan yang mengusap rambut istrinya itu. Dan mengecup bibirnya.
" Bang apa abang merasa ngak akhir akhir ini May berubah , May sering tidur dan jadi pemalas " kata Maya.
" Ngak tuh nggak ada yang berubah. May tetap seperti dulu. Tetap cinta nya abang " kata Ryan yang tak permasalahan kelakuan Maya karna ia tahu istrinya itu berubah karna hamil
" Apa May hamil ya bang , kok aneh ya rasanya " kata Maya berpikir.
" Hahaha...... kalo pun Maya hamil tak masalah bagi abang " kata Ryan yang memeluk istrinya itu erat. dan memberikan ciuman tanpa henti karna rasa syukurnya.
__ADS_1
.