
Evan tidur gelisah di apartemennya. Karna memikir kan Maya yang pergi entah dibawa kemana .Yang membuat pikirannya kalut dan juga takut jika Maya benar benar bisa mengingat Dan melupakannya.. Maka ia akan hilang kesempatan bisa memiliki Maya.
" Aku akan melacaknya besok. aku harus tahu kemana Lee membawanya " kata Evan yang lalu memejamkan matanya.
Sedangkan dikamar villa Ryan masih memandangi wajah Maya yang terlelap Tak ada yang berubah dari wajah cantik Maya Yang membuat Ryan tersenyum. melihat wajah polos istrinya itu..
Ryan lalu mencium kening Maya. Kini ia ingin fokus merawat Maya agar bisa cepat sembuh dan kembali mengingat semuanya dan berkumpul lagi seperti dulu.
Ketika matanya sudah mengantuk Ryan pun membaca doa sebelum tidur Lalu memejam kan matanya agar bisa bangun pagi dan menemani Maya bermain dipinggir pantai.
*******
Maya mengerjapkan matanya ketika angin semilir terasa menebus kulitnya .Dan melihat Ryan sedang tersenyum sambil berpangku tangan.
" Ayo sholat dulu sayang setelah itu kita jalan jalan " kata Ryan .Yang lalu mendekati Maya .
" Kita dimana bang " kata Maya yang melihat kamar yang berbeda dari biasanya.
" Nanti juga tahu. Ayo kita sholat " kata Ryan
" Ya bang Maya wudhu dulu ya " kata . Maya yang beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Sedangkan Ryan mengelar sajadah dan menyiapkan mukena untuk Maya. Tak lama menunggu Maya sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang masih basah. Dan lalu memakai mukena nya.
" Ayo bang " kata Maya
" Ayo sayang " kata Ryan yang mengimami sholat. lalu keduanya pun sholat dengan khusuk. Setelah selesai Ryan lalu membuka jendela.
" Dingin bang " kata Maya. yang merasa udaranya semilir masuk kedalam kamar.
" Ini pasang jaket tebal dulu dan syalnya Lalu kita jalan jalan " kata Ryan memberi kan jaket tebal dan lalu mengalung kan syal nya dileher Maya.
Maya memakai jaketnya dan menggulung syalnya dilehernya akan bisa menutup lehernya yang merasa dingin Setelah itu Ryan lalu mengajak Maya keluar dari villa .
" Masyaallah " kata Maya yang melihat deburan ombak menghempas pantai.
" Abang apa kita dipantai , May tidak mimpi kan " kata Maya berteriak senang
__ADS_1
" Ngak kita memang sedang di villa pantai " kata Ryan .
" Wah bagus banget bang ayo jalan jalan " kata Maya yang menarik tangan Ryan menuju pinggir pantai. .
Terlihat awan merah dimana matahari akan naik. " Ayo bang lihat banyak anak kepitingnya " kata Maya yang senang sambil tertawa kecil berjalan tampa alas kaki diatas pasir putih.
Ryan sangat senang melihat Maya bisa tertawa riang lalu mengandeng tangan Maya berjalan menyusuri pantai.
" Ya allah bagus ya bang biar dingin tapi sejuk " kata Maya yang lalu melihat ombak yang berkejaran di tengah laut.
" Apa kau senang ?" tanya Ryan Sambil memeluk Maya .
" Sangat senang bang trimakasih abang sudah ngajak May kesini " kata Maya ..Yang memandang ombak yang menepi .
Entah mengapa semuanya terlihat indah di mata Maya dan ia merasa sedang mengumpul kan kepingan kepingan memori nya tentang pantai itu. Ya Maya mengingat sedikit demi sedikit..
Keduanya berdiri menatap laut . Ryan memeluk tubuh Maya dengan erat dan Maya menyandarkan kepalanya di dada bidang Ryan Sambil memegang erat tangan suaminya yang melingkar di perutnya.
" Ini sangat indah ya bang " kata Maya yang masih menatap ombak ombak yang pecah dan menepi. Membuat keduanya hanyut dengan keindahan alam semesta yang membuat Maya mengingat pertama kalinya ia bertemu Ryan dan jatuh cinta. Dan mereka menghabiskan waktu dengan duduk diwaktu senja.
Maya menarik nafas panjang . dan lalu tersenyum . Ketika ada keong kecil yang berlari dikejar kepiting kecil.
"' Hahaha........ mungkin ia ingin berteman tapi keongnya takut duluan " kata Ryan terkekeh melihat hewan hewan kecil itu bermain. tampa takut kehadiran manusia. yang melihatnya.
" Iya bang makanya mereka kejar kejaran " kata Maya ikut terkekeh. Melihat mahluk pantai yang masih senang bermain..
" Ayo kita lihat kesana " kata Ryan yang menunjuk jembatan kayu .
" Iya bang " kata Maya yang mengurai pelukan Ryan dan lalu mengandeng tangan Ryan. dan merangkulnya . dengan tersenyum.
Ryan pun tersenyum melihat kemanjaan istrinya itu yang sangat jarang ia dapatkan kecuali ketika mereka hanya berdua
Dari kejauhan Alan dan Kim meyaksikan kemesraan sepasang suami istri itu yang bergandeng tangan . berjalan menyusuri pantai menuju jembatan kayu.
" So sweet banget ya bang kalo Mumun belum melahirkan pasti tak ajak kesini bang " kata Alan .
" Iya aku juga ingin sekali mengajak Ima kesini " kata Kim tak mau kalah. Karna memang pemandangan nya cukup indah..Dan terasa sejuk di pagi hari..
__ADS_1
" Sepertinya tuan dan nona menikmati masa indahnya bang Aku jadi ikut baper nih " kata Alan .
" Hahaha...........aku tidak baper lan, tapi iri dengan kemesraan keduanya Walau sudah punya buntut empat tuan muda masih romantis saja " kata Kim.
" Iya ya bang , rasanya ingin pulang ingin peluk Mumun " kata Alan Yang merengek seperti anak kecil.
" Aish kau ini , baper kok di pelihara. .Sudah nikmati saja . Anggap saja itu kamu dan Mumun " kata Kim terkekeh
" iya bang tahu " kata Alan yang lalu meraup wajahnya yang diterpa angin dingin. Dan lalu merapatkan jaketnya.
" Dingin juga ya tapi aku masih betah disini lan , atau kita jalan jalan kesana lan " kata Kim menujuk Pohon kelapa yang menjorok kepantai .
" Boleh bang yuk........ " kata Alan yang lalu melangkah menuju pohon kelapa yang ada kursi batunya. Untuk tempat duduknya.
Keduanya pun lalu berjalan sesekali sambil .bercanda. Sedangkan Maya dan Ryan duduk diujung jembatan kayu sambil menggantung kan kaki nya
" Wah lihat bang ada kapal nelayan nya " kata Maya.
" Iya mereka pasti baru berlayar untuk menangkap ikan " kata Ryan.
" Wah Maya mau ikan bakar bang, kita kepasar yuk bang, pasar ikan yang disana itu Dekat perkampungan penduduk " kata Maya.
Ryan yang mendengarkan pun langsung terkejut karna Maya mengingat pasar itu.
" Apa May ingat ....apa May ingin memilih ikannya sendiri " kata Ryan memancing ingatan Maya
" Iya Maya ingat sedikit bang Di sana juga ada yang jualan udang dan kepiting " kata Maya
" Apa Maya mau kesana ayo sekarang mumpung pagi pasti masih banyak yang segar " kata Ryan.
" iya bang ajak bi Marni juga ya buat memilih " kata Maya.
" Ok.....ayo..... kita pulang" kata Ryan yang berdiri dari duduknya . Dan lalu menarik tangan Maya untuk berdiri.
Keduanya pun lalu meninggalkan jembatan Kayu untuk kembali ke villa . Ryan yang melihat Kim dan Alan yang duduk santai langsung memanggil. keduanya.
" Iya tuan .......kami datang ,!!!" teriak Alan .yang lalu berjalan menghampiri Ryan dan Maya bersama Kim.
__ADS_1
.