
Aska dan Bima terlihat senang ketika Maya membawakan pesanan mereka Apalagi Aska melihat Maya membawa es krim
Yang beraneka rasa membuatnya girang bukan kepalang.
" Ye ..... banyak om es krimnya, makasih ya mah " kata Aska yang langsung memeluk Maya.
" Sama sama sayang , tapi semua ngak dimakan sekarang. Buat besok besoknya lagi ya " Kata Maya pada Aska.
" Ok " Kata Aska.
" Kok cuma mamah yang dipeluk , papah kok ngak" kata Ryan yang menyusul Maya kedapur .Ketika Maya dapat ciuman dari Aska.
" Papah trimakasih "Kata Aska yang langsung mendatangi Ryan. Dan memeluk kaki nya . Lalu Ryan pun langsung menurunkan tubuh nya hingga sejajar dengan Aska Dan lalu Aska mencium pipi papahnya itu.
" Aska senang papah dan mamah belikan Aska. Banyak.......banget " kata Aska yang masih dipelukan Ryan.
" Iya tak ingat tetap makan nasi ya, es krimnya bisa buat besok agi . Ya kan mah " Kata Ryan pada Maya.
" Iya pah, tadi mamah udah bilang sama Aska jangan semuanya dimakan " kata Maya tersenyum.
Lalu Maya pun membagikan martabak
Juga buat para pelayan dan juga keamanan di teras depan. Ryan yang duduk menikmati martabak bersama Aska terlihat senang. ditambah semangkuk es krim dan juga Bima ikut bergabung bersama keduanya.
" May, bisa ibu bicara sebentar " Kata ibu yang tergopoh gopoh menghampiri Maya.
" Ada apa bu " kata Maya. Yang membuat semuanya kaget. Karna Ryan juga ada disitu.
" Ibu mau bicara sebentar boleh, nak Ryan Ibu pinjam sebentar Maya nya ya " kata ibu yang terlihat tak baik baik saja.
__ADS_1
Maya pun melihat kearah Ryan. Begitu juga Ryan. Lalu Ryan mengangguk karna sepertinya ada sesuatu yang terjadi tapi tak ingin ibu bicarakan secara terbuka.Yang membuat Ryan mengerti.
" Ya sudah bu, ayo kekamar. Bang Maya ke kamar sebentar ya " kata Maya.
" Ya " kata Ryan mengangguk menikmati martabak. Walau hatinya sedikit penasaran. Namun ia harus berusaha bersikap tenang.
Maya pun meninggalkan dapur lalu mengikuti ibu kekamarnya.Dan melangkah masuk kekamar Lalu ibu menutup kamar dan menguncinya.
" May, bisa ngak May tolong ibu., saudara sepupu ayahmu sedang sakit dikampung. Kasihan mereka nak. Tadi Delima telpon ibu Minta tolong ibunya sakit keras. Karna diusir bule mu May" kata ibu terlihat sedih.
" Kok bisa bule sakit bu, bukannya dia baik baik saja tinggal dirumah aki dan nini dikampung..Dan kenapa sampai di usir " kata Maya.
" Iya paman dan bule mu baru pulang dari sana. Dan tanah itu memang hak ayah mu dan paman mu. Jadi pamanmu menjualnya. dan mereka di usir sama bule mu. Padahal selama ini mereka yang mengurus dan menjaga rumah dan tanah disana . Tapi sekarang suami mak Sanah sudah tiada. Dan hanya Delima putrinya. yang mengurusnya " kata ibu bercerita.
" Dan Lagi Delima ditinggal calon suaminya , karna marah pada Delima. karna dia pikir rumah dan tanah disana milik emak Sanah. Padahal Delima sudah menjelaskannya baik baik.." kata ibu lagi
Maya yang mendengar semua itu hanya bisa menghela nafas. Merasa kasihan dengan cerita sang ibu.
" Ibu ingin menjemput mereka May, biar ikut kita di kampung. Biar tinggal dirumah kita nak ngak papa kan. Lagian rumah juga sudah direhab dan kamarmu sudah ibu perbesar dan dibelakang ada kamar dua buat tamu bisa di pakai mak Sanah dan Delima " kata ibu menjelaskan.
" Baiklah tapi ngak sekarang ya bu, Kan Bima belum baru beberapa hari disini. Biar pas pulang ngantar ibu dan Bima. Bisa sekalian bawa mereka. Jadi Maya harus minta izin pinjam pa Ali. Sekarang suruh Delima ngasih no rekening bank saja didesa. Maya akan kirimkan uang untuk berobat Mak sanah " Kata Maya . Yang merasa iba namun ia juga harus berpikir tenang . Mencari jalan yang terbaik.
" Trimakasih nak " kata ibu terharu karna Maya lah yang slama ini jadi tulang punggung keluargganya. Selama sang suami meninggal.
" Ibu ngak perlu bertrimakasih bu, selama Maya bisa membantu Maya akan usahakan. Dan juga mereka masih ada ikatan keluarga sama kita. Seharusnya paman bicara sama ibu dulu. Apa paman sudah membicarakan nya pada ibu " tanya Maya. Menatap wajah ibu nya lekat.
" Sudah lama pamanmu berniat menjualnya. Dia memang sudah cerita dan Uangnya sudah dimasukan ke rekening Bima dari pembagian penjualan. Harga tanah cuma 200 juta dan 90 juta sudah dikirim 10 juta itu untuk mengurus perjalanan dan segala sesuatu yang bersangkutan dan pajak yang ibu tidak tahu apa " kata ibu menjelaskan.
" Dan karna Bima anak laki laki paman mu mengirimkan hanya untuk Bima karna tak sempat menelpon mu " kata Ibu.
__ADS_1
" Ya sudah , tapi rumah tinggal kita tak kan di otak atik paman kan bu " kata Maya bertanya.
" Itu rumah milik ayah mu bersama ibu.Tak ada sangkut pautnya dengan pamanmu. Kalo yang disana memang warisan aki mu yang memang harus dibagi dua. " kata Ibu.
" Ya sudah sekarang ibu telp Delima biar Maya kirim sekarang uangnya " kata Maya.
" Iya nak " kata Ibu lalu menelpon seseorang di sebrang sana.
...............................
Sedang ditempat lain seorang gadis menangis terharu setelah mendengar ia dikirimi uang untuk berobat sang ibu.
" Ima, kenapa menangis nak " kata perempuan tua yang ada di rumah sakit yang terbaring lemah.
" Tadi Ima telpon uwa Risma bu, dan bilang Kak Maya sudah kirim uang buat kita. Alhamdulilah masih ada yang mau bantu kita bu " kata Ima lirih.
" Syukur lah nak , ibu tahu mereka masih punya hati ngak seperti bule mu itu .Yang tega mengusir kita. " kata perempuan tua itu yang tak Lain mak Sanah . Kerabat ayah Maya.
" Iya mak bule tega. padahal paman yang memberi uang malah bule rampas " kata Ima yang mengingat perbuatan kasar bule nya itu. Yang sempat di beri oleh sang paman pada mak sanah dan Ima . Tapi di ambil lagi ketika bulenya tahu.
" Sudah jangan sedih, toh uwa mu masih mau menolong kita. lalu uwa mu bilang apa lagi " tanya mak Sanah .
" Uwa bilang kita mau dijemput untuk tinggal bersama uwa mak, Apa mak mau. Katanya uwa tinggal sendiri. Maya sudah menikah dan ikut suaminya .Dan Bima tinggal di sekolah pesantren. Jadi sepulang dari rumah kak Maya. Sekalian jemput kita mak " kata Ima menjelaskan.
" Emak mau saja, lalu bagaimana dengan mu nak, apa Rudi benar benar mundur tak jadi menikahi mu " kata emak Sanah sedih.
" Mungkin bukan jodoh Ima bu, Ima iklas kok
mungkin dengan kepindahan kita itu jalan yang terbaik " kata Ima yang kecewa dengan calon suaminya itu. padahal ia sudah menunggunya selama 5 tahun. sampai Rudi lulus kuliah dan janji melamarnya. Malah Rudi memutuskan pertunangan mereka tampa alasan yang jelas.
__ADS_1
" Ya sudah lah , mungkin belum jodoh tebaik mu nak" kata emak lirih. karna Delima sudah berumah 23 tahun .Dan lulus sekolah perawat Namun karna merawat ibunya yang sakit ia mengalah untuk berhenti kerja dari 3 bulan yang lalu. Dan hanya bertahan hidup dengan sisa gaji dan pesangonnya.
Lalu apa yang akan terjadi selajutnya pada Delima.....