
Sekitar Jam 10 Siang semua orang berkumpul di hotel untuk .menjamu tamu termasuk Oma dan Nenek Yang ikut menemani cucu cucunya.
" Tian ayo " kata Rey yang melihat Tian bengong.
" Ya kak sebentar " kata Tian Yang melihat Andrew Menjadi manajer di hotel itu. Lalu mengikuti Andrew yang sedang mengatur para pelayan. Setelah para pelayan bubar Tian pun mendekati Andrew.
" Andrew " kata Tian.
" Tian " kata Andrew kaget melihat Tian.
" Kenapa kau bekerja disini , Kenapa tak bekerja dikantor papi " kata Tian .
" Papi bangkrut .kami menjual rumah kami Dan papi sakit sekarang . perusahaan nya sudah di lelang . Hanya rumah mu lah tempah kami tinggal dan bertahan " kata Andrew.
" Apa maksudmu " kata Tian menatap Andrew.
" Papi mempertahan kan rumah yang kalian tempati. Untuk kami tinggal. Dan menyuruh kami menjual rumah mamah untuk modal usaha Kami tak punya apa apa lagi. Kami hanya meminjam rumahmu sementara kami bisa membeli rumah lagi
Karna sepeninggalan kalian Papi langsung hancur dan bangkrut " kata Andrew.
" Astaga lalu bagaimana papi sekarang " kata Tian.
" Beliau masih di rumah di rawat mamah Dan dia menyesal telah menyakiti kalian.. Maaf bila kami membuat mami dan kau diusir " kata Andrew tertunduk .
Tian terdiam melihat saudara tirinya itu . Sebenarnya Tian tak pernah menyimpan dendam..Ia hanya ingin hidup bebas Tampa tekanan Dan aturan dari sang papi
Tapi takdir berkata lain ..Kepergiannya menjadi kehancuran bagi papinya.
" Pulang lah , kami iklas kami tak akan mengambil hak mu karna masih ada tanah yang akan kami bangun rumah " kata Andrew.
" Aku sudah memaafkan papi . Juga mami .Sampaikan itu pada papi. Tapi aku belum bisa pulang sekarang " kata Tian Yang lalu pergi meninggalkan Andrew. . Karna ia ingin bicara lebih dulu pada sang mami . Apa ia boleh bertemu sang papi.
Andrew menatap punggung Tian Yang menghilang di kejauhan. Ada rasa lega di hatinya Karna Tian tak membencinya sama sekali Atas apa yang dilakukan sang papi yang dulu pilih kasih pada adik nya itu. Yang akhirnya menjadi karma di hari tua sang papi
Tian meneteskan air matanya mendengar cerita Andrew. Lalu cepat menghapusnya ketika Queen mendekatinya.
" Sayang tadi aku mencari mu " kata Queen .
" Oh ya maaf aku tadi kekamar kecil " kata Tian.
" Oh gitu , ayo sayang kita kumpul disana semua pada santai tuh " kata Queen yang lalu mengandeng suaminya itu. Tian pun lalu merangkul Queen . Yang membuat Tian bersyukur bahwa istrinya itu sangat perhatian padanya...Tian berjanji pada dirinya sendiri Tak akan ada wanita lain lagi selain Queen dalam hidupnya . Karna ia ingin membangun keluargga bahagia seperti sang mertua. Yang sukses dengan usaha dan juga anak anaknya .
Disisi lain ..Aina baru saja ingin keluar rumah Ketika sebuah mobil berhenti di depannya. Dan ketika sang pemilik mobil menurunkan kacanya ia pun kaget.
" Hai mau kemana ?" kata Azzam .
__ADS_1
" Kok kak Azzam ada disini " kata Aina kaget.
" Sengaja karna ingin ketemu " kata Azzam tersenyum
"' Hah..... jangan bercanda kak " kata Aina.
"' Aina...... ada siapa nak " kata Amel Yang lalu melongo melihat seorang pemuda tersenyum padanya. .
"' Sore tante saya Azzam , saya calon nya Aina " kata Azzam dengan pedenya.
"' Ih kak Azzam apaan sih " kata Aina kaget
"' Oh ya ayo nak suruh masuk calonnya . Masa ngobrol di luar sih " kata Amel mengingatkan Azzam yang mirip Bima.
" I....iya bun " kata Aina bingung . Karna ulah Azzam Aina tak tahu harus menjelaskan bagaimana pada sang bunda .
Azzam pun turun dari mobil dan lalu ikut masuk kedalam rumah .Lalu Amel menyuruh Aina untuk membuatkan Azzam minum.
" Jadi nak Azzam calonnya Aina ya " kata Amel . Tapi Aina ngak pernah cerita sama bunda. Emang Azzam sekarang kuliah dimana. " kata Amel penuh selidik.
Azzam tersenyum " Saya sudah kerja tante makanya sudah siap melamar Aina " kata Azzam to the point langsung tampa basa basi
" Ish.....ish..... kalo begitu kapan Azzam mau bawa orang tua nak Azzam kesini " kata Amel menatap Azzam . Yang ia pikir Azzam sedang bercanda.
Aina yang membawa minum untuk Azzam hanya diam Dan tertunduk malu ulah Azzam yang mengatakan Azzam calonnya
" Ok duduk lah disini sayang bunda ingin bertanya serius pada kalian berdua.Biar bunda ngak salah paham ." kata Amel
" Ya bun " kata Aina.
" Apa nak Azzam serius " kata Amel menatap Azzam lekat
" Iya bun Azzam serius nikah hari ini juga ngak masalah bun " kata Azzam
" Eh tunggu tunggu mau nikah hari ini gimana . Tante bingung deh Zam kami ini serius atau bercanda sih " kata Amel menatap Aina.
" Bun kak Azzam itu cuma bercanda bun biasa kak Azzam begitu " kata Aina malu
*******
Di sisi lain Damar dan Zia baru saja masuk Kamar setelah dari hotel
" Huh..... capek juga ya kak " kata Zi menghempaskan tubuhnya di atas ranjang
" Iya sayang capek banget, kakak jadi ngantuk nih " kata Damar
__ADS_1
" Ya sudah tidur aja yuk " kata Zia yang lalu memejamkan matanya dipeluk Damar.
Sedangkan Maira baru saja keluar dari kamar mandi . Ketika melihat suaminya itu rebahan diatas ranjang.
" Kak Maira capek banget nih pijitin dong " kata Maira Yang ikut berbaring di samping suaminya
" Pijit atas atau bawah " kata Kelvin .
" Dua duanya kak " kata maira memeluk suaminya.
" Tapi kakak ngantuk " kata Kelvin dengan sebelah tangan memijit tubuh sang istri
Dengan mata terpejam karna juga lelah .
Tampa sadar keduanya pun terlelap .
Dikamar Maya dan Ryan pun tidur Setelah seharian sibuk menemani besan .Dan besok mereka akan .pulang Maya yang sudah menyiapkan semuanya .
Di kamar Queen Tian baru saja melepas pakaian nya dan melemparnya ke keranjang..
" Astaga sayang apa kau tidak mandi " kata Queen Yang membawakan dua cangkir coklat panas lalu meletakkannya diatas meja
" Nanti saja " kata Tian yang memeluk dan mencium Queen.
" Hei apa kau tidak lelah sayang " kata Queen berbalik menatap suaminya itu.
" Tidak sayang aku kangen " kata Tian.
" Ish tiap hari ketemu kok masih kangen " kata Queen mengalungkan tangan nya di leher Tian lalu mengecup bibir Tian..
" Karna hanya ratu ku ini yang ada kepalaku Dan kau tujuan hidupku " kata Tian mengecup bibir Queen Lalu . Keduanya pun memadu kasih
Tian terbaring puas setelah pelepasan . Sedangkan Queen terlelap dalam pelukannya.
"' Aku sangat mencintai mu sayang .Dan aku ingin kau menjadi ibu bagi anak anak
ku. Tak akan aku biarkan orang lain menganggu kita " kata Tian mencium
pucuk rambut Queen berkali kali lalu mendekap nya erat ..Lalu ikut tertidur
bersama sang ratu hatinya..
Sedangkan Dikamar lain. Tan baru saja
menggauli Cia Karna sudah dua hari ini
__ADS_1
ia puasa tak melakukan apapun Karna Cia mengeluh lelah
"" I love you very much " kata Tan Memeluk istri kecilnya itu. Karna tak ada aktivitas lain Yang bisa ia lakukan selain mengerjai sang istri. Untuk melepaskan penat kepalanya yang memikirkan bisnis.