
Semua terdiam memang bila di pikir Tan seorang diri disana . Tak ada salahnya membawa Damar . Karna Rey ada Kelvin dan Ken. Sedangkan Aska ada Om Bima nya dan Azzam . Leon dan Leo Via juga ada Tian dan Queen yang bisa saling bantu. Sedangkan Tan benar benar sendiri.
Jadi wajar bila ia ingin ada Damar yang ikut dengan nya . Mengingat Damar juga bisa ilmu bela diri.
" Ya terserah kau saja Tan Kau bisa bicara padanya nanti .Setelah mereka melaksanakan syukuran sederhana beberapa hari lagi " kata Ken .
" Bagus lah nanti sehabis wisuda
Damar bisa pindah kesana .Dan Zi bisa menemani Cia selama kuliah disana " kata Tan.
" Kalo menurutku Kelvin yang cocok disana Karna Maira dekat dengan Cia " kata Rey terkekeh. Mengoda Tan
"' Kau cari perkara Rey Aku ngak mau Maira bisa mengajarkan Cia menjadi pemberontak " kata Tan yang tahu adik bungsu nya itu kadang berulah.
" Hei dia adikmu juga Tan " kata Kelvin tak terima istrinya disalahkan
" Hahaha......dia adikku ku juga Vin..Tapi kadang ia berulah karna terlalu polos Wajar kan dia paling kecil makanya dia cocok berteman dengan Cia " kata Rey
"' No ..dia bisa bikin kacau disana " kata Tan
" Huh.....aku juga ngak mau disana Tan
Karna tak baik untuk Maira. Kami disini saja lebih aman lagian juga ada papah dan papah yang bisa mengawasinya. di sana akan kasihan oma bila mengawasi dua bocah brutal " kata Kelvin manyun.
"' Aish ......kau ini gampang tersingung
siapa yang bilang dia brutal Dia cuma terlalu lugu dan polos juga bermulut ember bisa bisa kalo disana Semua aibku dibongkar nya " kata Tan
" Hahaha....Itu jelas Tan. Bahkan dia bisa mengintip Tan "' kata Rey tergelak
" Aish kalian ini kenapa tak bisa sabar menghadapinya " kata Kelvin
" Karna kami bukan suaminya Vin " kata Tan dan Rey tertawa. Sedangkan Ken hanya mengelengkan kepalanya.
Ken bersyukur istrinya pendiam . Dan juga tak banyak bicara pembawaan nya seperti Aisyah istri Rey .yang tak banyak bertanya dan menuntut. pembawaan nya juga tenang Yang membuat Ken merasa bersyukur istrinya lebih mirip bundanya .
__ADS_1
Yang slalu sabar menunggu nya pulang Bekerja .
********
Di sisi lain Damar baru saja minta izin pada sang papah bila ia ingin keluar negri melanjutkan S2 nya Dan membawa serta Zia .Sedang Zia tertidur dikamarnya.
" Apa kau yakin mar, kuliah diluar biaya hidup lebih tinggi Dan apa tabungan mu cukup Jangan bilang kau mau memakai uang istri mu " kata papah. Menatap Damar penuh tanda tanya
"' Tidak pah , ngak mungkin Damar memakai uang Zi. .Mau ditaruh dimana harga diri Damar bila memakai uang Zi
Damar mendapat tawaran Dan kalo nanti yang di amrik ngak dapat mungkin Damar Ke Taiwan saja " kata Damar.
Terserah Damar saja nak , Asal kalian baik baik saja. Papah dan mamah pasti akan mendukung kalian. Yang penting kau bisa menjaga diri dan juga menjaga istrimu" kata papah
Trimakasih pah " kata Damar yang cukup lega bisa berkonsultasi dengan papahnya.
Karna ia juga harus memikirkan tempat tinggal dan uang sewa apartemen bila nanti kuliah di negara orang.
********"
Tiga hari kemudian........
"Wow .......ini bukan sederhana tapi mewah mah " kata Reni yang datang bersama Yuda juga dan Eyang nya menghadiri akad Damar tampa Kayla..
"' Iya nih katanya sederhana tapi tamunya cukup banyak " kata papah yang langsung menyalami besannya lalu berkumpul di ruang tamu
Selesai akad peenikahan .tamu pun berdatangan. Yang membuat Kim merasa senang tamunya cukup banyak bahkan kerabat nya mereka juga hadir Padahal Kim hanya membuat undangan untuk 50 orang saja Tapi yang datang hampir 300 lebih dan untung nya Ima memesan porsi lebih
" Ya ampun ma aku pikir tamu nya sedikit eh nyatanya membludak " kata Vani
" Iya kak, Ima juga kaget " kata Ima
Sedang Damar senang melihat teman teman nya di arena juga datang semua
termasuk Roni dan Sinta tetangga Damar sahabat Zia.
__ADS_1
" Slamat ya Zi , sekarang bebas hambatan" kata Sinta berbisik.
"' Trimakasih ya sudah mau datang ,kamu dan Kak Roni kapan nyusul " kata Zi
" Habis lulus lah , kalo sekarang bisa dibacok mami gue Zi masa belum kelar kuliah sudah nikah. Kalo lho kan Kak Damar orang nya tangung jawab dan keluargga juga mapan " bisik Sinta pelan
" Ih kau ini biasa aja kali " kata Zia.
" Iya bukan biasa biasa juga " gelak Sinta .Yang juga membawa Aqila dan Rina teman mereka sekampus .
********
" Mah ini lebih dari sederhana tamunya banyak tuh " kata papah Damar yang juga kaget . Karna mereka tak membantu satu sen pun pada besan nya selain uang mahar Zia.
" Iya pah , Mah jadi ngak enak sama besan " kata mamah Damar yang hanya mengundang kerabat mereka saja.
" Mb .... ini kok meriah banget kata nya cuma sederhana Tapi tamunya ratusan Mana makanan nya enak enak " kata adik mamah Damar
" Mb ngak tahu Tin, mba kira cuma sederhana akad biasa . Dan mb malah ngak.ikut mendanai sama sekali sama mas mu .Makanya jadi ngak enak " bisik mamah Damar
" Hah......kok bisa mb astaga .....lah pie kok
Mantu ngak calling calling kita tak kira cuma akad biasa " kata tante Damar .
" Iya bule kita juga ngak tahu, Damar bilang nya cuma syukuran biasa Tapi pas kaya gini kan kita ngak nyangka sama sekali " kata Reni .
Papah Damar yang tak enak hati pun lalu mendekati Kim yang ngobrol dengan Alex
Yang membahas para tamu.
" Besan katanya cuma sederhana kenapa tamunya sangat banyak " Kata papah Damar .
" Wah pa Adi saya juga kurang mengerti Dan untung nya catering nya cukup Tadi nya saya cuma mengudang kerabat dan tetangga lingkungan sini Sekitar 50 orang saja Tapi ini lebih dari perkiraan " kata Kim yang juga ikut bingung .
" Hahahaha.......sudah Kim anggap rezeki
__ADS_1
Toh ngak kekurangan kan " kata Alex Yang tahu itu ulah Didi yang mengudang teman teman kantornya juga .
Bahkan semua bawahan Kim . Dan kerabat Kim dan keluargga Altaf juga Nur datang Semua nya memang rencana Vani dan Desi juga Maya .Yang membantu Ima diam diam Agar bisa reuni sekalian . Karna waktu acara Rey kemaren hanya petinggi petinggi saja yang bisa datang. Sekarang karyawan Lee group hadir semua sampai satpam dan cleaning servis juga. Masalah makanan Maya sudah menambah armadanya . Atas izin Ryan yang juga membawa penerima tamu dadakan dan menyediakan souvenir di bantu santri ustad Rahman abi Nur .Yang ingin Kim senang