Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 160. Lamaran Kim untuk Ima.


__ADS_3

Pagi ini Maya sudah rapi sebelum anak anaknya bangun.Maya baru saja menaruh putri bungsu ke dalam boks bayi. Ketika Ryan datang bersama Aska.


" Shut.......jangan berisik ade ade Aska pada bobo " kata Maya ketika Ryan hendak bicara.


" Ya ampun adik adik Aska lucu banget mah " kata Aska berbisik pelan.


" Iya sayang, makanya abang Aska harus jagain mereka nanti kalo sudah besar " kata Maya pelan .


Sedang Ryan menatap anak anaknya yang tertidur pulas.


" Abang sudah sarapan " tanya Maya.


" Sudah, sekarang sarapan lah biar abang yang jagain mereka sama Aska " kata Ryan


" Ya sudah jangan berisik ya " kata Maya.


" Iya mah aman Aska bakal jagain adik adik Aska apalagi si cantik " kata Aska yang melihat adik adiknya dengan senyuman sumringah.


Maya pun tersenyum melihat dua pria berbeda usia itu. Yang lalu duduk diatas ranjang. Sambil ngobrol pelan .Entah apa yang mereka bicara kan . Maya tak perduli Karna paling masalah bermain bola dan bermain antar pria.


Maya pun berjalan menuju ruang makan. Sudah dua hari ini ia merasa tubuhnya segar kembali dan merasa lebih ringan setelah melahirkan.Namun belum lagi ia sampai ke ruang tengah ia mendengan obrolan seseorang.


" Kakak sungguh sungguh ma, ingin melamar mu . Kakak serius . Tak ingin bermain main " kata Kim menatap Delima intens.


" Tapi kak, Ima bingung kak Maya dan tuan muda belum tahu. Ima ngak enak karna kak Kim harus mengawal mereka pergi kemana pun. Sedangkan ima punya emak yang tak bisa di tinggal " kata Ima bingung. Bukan ia tak mencintai Kim tapi ia merasa tak enak dengan suami Maya. Yang sepertinya orang berada .Dan Kim hanya pengawalnya pribadinya saja.Walau hatinya sangat mencintai pria itu.


" Emak bisa kita ajak tinggal bersama kita, aku yakin nona muda juga akan setuju bila emak ikut kita. " kata Kim


" Entahlah kak berikan Ima untuk berpikir ya kak " kata ima menunduk.


" Baik lah kakak akan tunggu keputusanmu " kata Kim membuang nafas.


Sedang Maya yang mendengarkan hanya diam .Lalu pergi meninggalkan ruangan itu dan menuju kedapur. Disana ibu dan bi Marni juga mak Sanah sedang mengobrol.


" May mau makan nak " kata bu Risma yang melihat putrinya itu.


" Iya bu, oh ya bu apa nanti ketika May dan bang Ryan pulang ibu mau ikut kekota sama emak " tanya Maya.


" Ibu pengennya ikut May, tapi ibu sudah lama tak pulang .Jadi ibu mau rehat dulu bersama emak pulang ke desa .Sambil melihat rumah yang lama kosong " kata bu Risma yang memang sudah hampir dua bulan lebih tak pulang.

__ADS_1


" Ya bu, May mengerti nanti biar pa Ali yang akan mengantar ibu dan emak pulang . Tapi paling tidak setelah Delima menikah " kata Maya.


" Hah.....menikah dengan siapa non, kan non ima katanya sudah putus" kata bi Marni


" Iya May, Ima ditinggal tunangannya nikah dengan perempuan lain" kata emak Sanah lirih.


" Tenang saja mak ngak usah khawatir ,Ima sudah punya calon lagi." kata Maya tersenyum.Yang membuat ketika wanita itu menatap Maya dengan penuh tanda tanya


"Siapa ?" kata ibu dan mak sanah berbarengan.


" Lihat aja besok " kata Maya tersenyum.


Lalu.Maya pun makan sambil ngobrol dengan para wanita paru baya itu . Dan memikirkan suatu rencana untuk perjodohan sepupunya itu. Yang menurutnya malu malu kucing.


.....................................


Di ruang tengah Ryan sedang bicara dengan Lim ketika Maya mengendong salah satu bayi nya yang rewel.


" Baiklah besok lusa kami akan pulang kesana. Nanti aku akan menyuruh Kim menyiapkan semuanya " kata Ryan. Yang lalu memutuskan obrolan setelah selesai.


" Siapa bang " tanya Maya. Sambil mengendong anaknya.


" Lim bilang mami dan opa akan ke jakarta. Jadi besok lusa kita siap siap akan pulang. Abang akan menyuruh Jhon menyiapkan semuanya bersama Kim." kata Ryan menatap istrinya itu lalu mendekatinya.


" Ia tapi juga mewarisi mata abang " kata Maya tersenyum. Lalu mencium pipi putrinya itu pelan.


Lalu Ryan pun ikut menciumnya . Lalu setelah itu ia juga mencium pipi Maya.Yang membuat Maya tersipu malu .


" Trimakasih sudah melahirkan anak anak abang May " kata Ryan yang menatap lekat istrinya.


" Maya juga bertrimakasih sama abang, sudah mau menerima May apa adanya bang " kata Maya yang mengingat dulu ia ditolong Ryan ketika bertemu.


" Tidak abang lah yang harus berkata begitu, karna bersyukur bisa bertemu denganmu " kata Ryan yang merangkul bahu istrinya itu.


" Trimakasih bang tetap lah jadi suami May dan ayah bagi anak anak May " kata Maya tersenyum.


" Iya abang janji , kau satu satunya ratu dihati abang dan untuk selamanya " kata Ryan yang mencium pucuk rambut Maya lalu juga mencium bayi cantik mungil di gendongan Maya.


Kim yang tak jauh berdiri bersama Alan hanya menatap iri dengan kehidupan bahagia tuannya itu.

__ADS_1


" Aku iri Kim , aku berharap suatu hari bisa bertemu dengan wanita yang seperti nona Maya " kata Alan.


" Ya mudahan saja aku juga berharap hal yang sama " kata Kim. Seraya tersenyum menoleh ketempat lain.


............................


Siang hari di dapur Ima bingung harus berkata apa pada ibunya. Pertemuannya dengan Kim baru beberapa bulan.Dan tak mungkin ia mengatakan pada emaknya Bahwa ia mencintai pria itu .Membuatnya sedikit pusing harus menjawab apa pada Kim.


" Ehem.....ehem " kata Maya ketika kedapur mengusik Ima yang sedang melamun.Sambil memasukan kerupuk kedalam toples.


" Kak May, bikin kaget aja " kata Ima kaget.


" Melamun nya belum selesai mikirin siapa "tanya Maya mengoda Ima.


" Apaan sih kak, orang Ima cuma lagi masukan kerupuk nih " kata Ima yang memang menata kerupuk di toples. Yang baru di goreng


Bersamaan dengan Kim dan Ryan dan Alan yang kedapur ingin makan siang .Karna ingin keluar sebentar bersama. Melihat sapi dan kambing yang sudah di sembelih pagi tadi untuk nanti malam.


" Bang kalo Ima menikah besok ngak masalah kan bang " kata Maya yang membuat Ima kaget.


" Kak...." kata Ima kaget


" Hah Ima mau nikah sama siapa?" tanya Ryan yang menarik kursi. Dan membuat Kim terkejut begitu juga Alan yang ingin duduk.


" Kim...." kata Maya .Yang membuat semua mata menuju kearah Kim. Begitu juga dengan Ima.


" Kau ingin menikah Kim ?" tanya Ryan menatap Kim.


" A.....anu tuan .......


" Kan dagingnya banyak bang, sekalian aqiqah sekalian syukuran Kim dan Ima .Jadi biar orang orang ngak curiga . toh sekalian mengudang orang sekampung di balai desa. sederhana tapi meriah. Jadi setelah menikah Kim bisa mengajak Ima pergi ikut kita. bantuan Nia dan juga mengawasi baby sister " kata Maya yang memotong omongan Kim.


Ryan lalu menatap Kim. Kim hanya menunduk. Sedangkan Ima juga diam dan ikut menundukkan kepalanya.


" Baiklah Lan, kita cari penghulu sekalian nanti Agar Kim bisa menikah besok. Apa kau ingin menikah juga Lan ?" tanya Ryan menatap Alan.


" Oh saya belum.punya pendamping tuan, Kim saja dulu " kata Alan yang bingung.Karna memang tidak tahu hubungan Kim dan Ima.


" Kim , bagaimana ? kau siap " kata Ryan. Karna tak mungkin istrinya itu bicara tampa alasan. Dan bukti yang kuat tentang hubungan Kim dan Ima.

__ADS_1


" Ima ......apa kau setuju ?" tanya Ryan menatap.Ima yang berdiri dengan kepala menunduk.


Lalu Ima mengangkat kepalanya menatap Maya. Yang tersenyum menatap Ima. Ima pun tak bisa berkata apa apa .Lalu menatap Ryan dan mengangguk kan kepala. Yang membuat Kim tersenyum.


__ADS_2