
Maya baru saja hendak mengambil minum. Karna haus merasakan lehernya seret. Tampa sengaja Maya menyenggol sebuah gelas.Yang langsung.......
Prank.......
" May.....jangan sentuh ." teriak Vani ketika melihat Maya ingin meraih pecahan gelas.
" Biar saya yang bersihkan nyonya " kata Mumun yang datang membawa sapu.
" Iya May mundur " kata Desi yang datang tergopoh gopoh ketika ketiganya baru saja selesai mandi.
" Gue haus Van, eh ngak sengaja nyenggol tuh gelas " kata Maya yang merasa kaget.
" Sudah ayo kedepan nanti biar diambil bi inah yuk " kata Vani.
" Iya nyonya biar nanti bibi yang antar kedepan" kata bi inah yang langsung mengambil nampan dan menaruh gelas juga teko untuk dibawa kedepan.
" Yang bersih ya mun takut kena den Aska pas kedapur " kata bi Inah.Memberitahu Mumun.
" Iya bi, ini biar Mumun langsung pel " kata Mumun. Yang menyapu bekas pecahan gelas .Agar tak melukai yang lain.
..................................
Sedangkan Kim duduk sambil memandangi fotonya . Mengingat waktu SMA foto lama yang ia simpan di dompet.
" Kalo suatu hari kakak cuti, kemana aku mencari mu Del, " kata Kim lirih mengingat gadis tetangganya yang dulu sangat baik dan juga lucu itu. Yang tak tahu kini ada dimana.
" Andai waktu itu aku tak terlambat pulang pasti kita masih bisa saling menghubungi " Kata Kim lagi sambil membuang nafas nya .
kasar. Lalu menutup dompetnya kembali dan memasukkannya kedalam celana.
" Mhem........sedang apa Kim " kata Alex menatap Kim.
" Ngak ada bang cuma menghitung receh " kata Kim santai.
" Oh ya sudah kelar menghitungnya ?" tanya Alex sambil tersenyum.
" Sudah bang, kok bang Alex disini " kata Kim bingung. Karna tak biasanya Alex mampir keruang bagian keamanan. bosnya itu.
" Bos lagi ngajak makan, maka nya abang kesini. ngak lapar tuh perut ?" tanya Alex.
" Lapar bang, tadi ku pikir masih meeting " Kata Kim.
Ya sudah ayo, abang juga lapar " kata Alex yang memang sudah lewat jam 12 30.
Keduanya pun lalu menuju ruangan Ryan. disana sudah ada Lim, Didi yang menunggu keduanya. Setelah Alex datang Ryan pun berdiri dan melangkah keluar ruangan untuk makan siang. Yang diikuti Kim, Alex dan Didi.dan juga Lim.
" Biar saya saja yang kesana Tuan , karna disini masih butuh tuan "' kata Lim.
" Tapi Lim kau harus kembali besok. Untuk mengecek yang di Dubai " kata Ryan datar. Sambil menuruni tangga menuju mobil.
__ADS_1
" Kenapa ngak saya saja tuan " kata Didi. karna Alex ngak mungkin bisa.
" Kita lihat nanti Di, kau harus tetap mengawasi Jimmy. Aku tak ingin kita kalah langkah. karna keuntungannya cukup besar. " kata Ryan.
" Baik tuan " kata Didi yang memang tahu bosnya itu. Menang menangani proyek besar.
Habis ini kita bertemu Jimmy dulu. Agar semuanya clear. Dan mereka tak macam macam " kata Ryan yang lalu masuk mobil dan duduk tenang di belakang. Ditemani Lim. Sedangkan Kim membawa mobil.
Didi satu mobil dengan Alex mengikuti mobil dari belakang . Lalu Kim pun membawa mobil .Menuju sebuah restoran mewah yang sudah dipesan . Untuk makan siang bersama.
...............................
Sedangkan ditempat lain Seorang pria tersenyum getir Karna tendernya kalah bersaing. Dan ia merasa kesal
" Aku ingin melenyapkan mu Lee " katanya kecewa sambil mengepalkan tangannya.
Lalu meraih ponselnya untuk menelpon seseorang.Anak buah kepercayaannya.
" Aku ingin kau membuatnya seolah olah terjadi kecelakaan" kata nya di ponsel.
" Baik bos " kata pria di sebrang sana.
Lalu langsung menutup ponselnya . Ketika pria di sebrang sana mengiyakan perkataanya
......................................
Disebuah rumah sakit Ima baru saja habis selesai sholat. Hati nya lega sudah bisa membayar pengobatan sang ibu .Dan masih ada uang sisa buat menebus obat. Karna Maya kakak sepupunya itu mengirimkan uang lebih.
Mengingat kepergian sang ayah yang tak meninggalkan apapun .Hingga mereka terlantar. Padahal dulu Ayahnya punya tanah banyak. Namun karna sang ibu sakit . ayahnya terpaksa menjual tanah Tapi entah mengapa uangnya tak sepadan. Itu menjadi pertayaan bagi Ima. Yang mengingat ayahnya meninggal mendadak tak sempat bicara apapun
Di tambah lagi calon suaminya membatalkan pernikahan mereka yang tinggal satu bulan lagi. Tampa memberi alasan yang jelas.Dan meninggalkannya begitu saja.
" Ya allah berikan kami petunjuk mu ya rabb. Mudahan hamba mu ini bisa menolong emak untuk berobat jalan " kata Ima .Yang lalu melangkah gontai menuju ruang rawat emaknya.
.....................................
Sedangkan setelah makan siang , Ryan langsung minta Kim mengantarnya pulang. Untuk persiapkan kepergiannya ke proyek bersama Didi.
" Oh ya Di , siapkan semuanya kita berangkat setelah Isya " kata Ryan setelah turun dari mobil.
" Baik tuan segera saya siapkan." kata Didi
Lalu Ryan pun melangkah masuk kedalam rumah .Menuju kamarnya .
" Nia ibu dimana ?" tanya Ryan yang melewati kamar Aska yang terbuka
" Sepertinya dikamar tuan " kata Nia. Yang sedang merapikan mainan Aska.
" Apa Aska tidur ?" tanya Ryan.
__ADS_1
" Iya tuan tapi di kamar tuan Bima " kata Nia.
" Ya sudah " kata Ryan .yang lalu pergi menuju pintu kamarnya.
Ceklek........Ryan melangkah masuk kekamarnya. Setelah itu ia pun kembali menutup pintu kamar.
Terlihat Maya sedang terlelap dengan wajah polos.nya Ryan hanya tersenyum melihat istrinya itu Yang sedang sibuk menikmati mimpi indahnya.
Namun tiba tiba........abang.....abang..... kata Maya mengigau.
" Abang jangan pergi " kata Maya pelan namun masih dengan mata terpejam.
" May, ini abang ....." kata Ryan yang cukup kaget mendengar istrinya itu mengigau memanggil dirinya.
Lalu menepuk nepuk pipi Maya pelan .Agar Maya bangun. Lalu Maya pun mengerjapkan matanya .Dan melihat suaminya itu duduk didekat ya.
" Ini abang ,abang disini " kata Ryan menatap lekat istrinya itu.
" Abang ........" kata Maya lirih lalu memeluk Ryan dengan menangis tersedu sedu.....
" Ada apa , apa kau bermimpi ....." kata Ryan pelan sambil mengusap rambut Maya .
" Iya bang Maya takut bang , ada orang yang mau membunuh abang " kata Maya lirih.
" Astagfirullah " kata Ryan beristighfar sambil memeluk istrinya itu.
" Itu hanya mimpi , kembang tidur tenanglah " Kata Ryan.Yang mencoba menenangkan Maya
" Tapi Maya melihatnya seperti nyata bang , mereka mau menabrak mobil abang " kata Maya menangis.
" Sudah jangan menangis abang baik baik saja. Kau percaya pada Allah kan. Tak ada yang bisa mengambil nyawa orang sebelum pemiliknya .yang mengambilnya " kata Ryan Lalu memeluk tubuh Maya. Dan mengusap bahunya..Memberikan pelukan hangat untuk sang istrinya.
Lama keduanya saling berpelukan. Lalu Ryan pun mencium istrinya dengan rasa sayang. Sampai Maya bisa sedikit tenang
" Abang pulang cepat hari ini " tanya Maya yang menatap lekat wajah suaminya itu.
" Iya nanti malam abang akan proyek. Besok pagi sudah pulang " kata Ryan.
" Ngak abang ngak boleh pergi., ngak boleh " Kata Maya yang lalu memeluk tubuh suaminya itu erat.
Deg.........
Ryan hanya memejamkan matanya untuk bisa berpikir sejenak.. Sambil memeluk tubuh istrinya itu yang memeluknya. erat.
" Dengar abang ngak kemana mana , abang disini bersama Maya " kata Ryan . Karna tau istrinya itu sensitif dan Ryan dapat merasakan kekhawatiran Maya. Dan ini bukan pertama kalinya Maya begitu.
" Abang jangan pergi " kata Maya.
" Iya abang ngak kemana mana, abang hanya sama Maya " kata Ryan. menenangkan istrinya itu.
__ADS_1
" Jadi pergi ngak ya .....???