
Maya baru saja keluar dari kamar mandi ketika kamarnya terlihat berantakan.
" Maaf nyonya tadi anak anak bermain disini " kata Weni baby sister Tan
" Ya sudah ngak pa pa wen, suruh Mumun membersihkan nya " kata Maya .Yang lalu mencari ketiga anaknya .
" Iya nyonya " kata Weni yang lalu berjalan kebelakang untuk mencari Mumun.
Sedangkan Maya mencari si kembar di kamar Aska. Benar saja ketiga nya sedang asyik bermain disana bersama sang abang . Sehingga membuat kamar Aska berantakan. Ulah sang adik. Namun Aska hanya bersikap biasa karna tahu adik adiknya itu memang masih kecil.
" Jangan main yang itu ya, nanti kesetrum " Kata Aska memberitahu adik adiknya.
" Ya ya ya " kata ketiganya yang mengekor kemana pun sang abang pergi.
Dan kedua baby sister nya pun ikut mengawasi anak anak itu. Nia yang kadang ikut mengawasi Queen. Mengikuti dua temannya. Karna Aska sudah mengerti dan tahu. Jadi kadang Nia hanya mengawasi saja. Sambil menjaga Queen .
Maya pun menuju keruang tengah. Disana Sudah ada Vani dan Desi menunggunya.
" Pada kemana tuh buntut " tanya Maya. Yang tak melihat anak anak kedua temannya.
" Kayanya main di taman tuh, biarin lah dari pada rewel " kata Vani.
" Paling juga lagi nyari Aska dan pasukannya" kata Desi santai sambil menikmati cemilan.
"'Heh bu jangan nyemil aja tuh badan sudah bengkak masih nyemil " kata Vani menyindir Desi.Yang lagi santai.
" Biarin, tuh Alex nerima ini. Dia bilang ngak masalah beb," kata Desi santai sambil mengunyah cemilan.
" Ya jelas Des, istrinya kalo pacar ngak mungkin.,Mau ninggalin kan ada buntut nya ngak jadi pergi karna butut nya cakep dan imut " kata Maya meledek.
" Iya lah, kan model gue langka " kata Desi dengan pedenya.
" Buset pede banget tuh si emaknya kelvin" kata Vani terkekeh.
" Iya lah , mending muji diri sendiri. Ketimbang stres . Jadi gue percaya diri aja. " kata Desi cuek.
" Dih gitu aja baper Des, orang kita cuma bercanda kok dimasukan hati" kata Maya meledek Desi.
" Alah . . lho juga senang kan May, menikmati penderitaan gue "'Kata Desi cemberut
__ADS_1
" Itu jelas, karna gue juga senang lihat lho menderita Des, bahkan bila perlu sampai merana hahaha.... " ledek Vani.
" Jahat lho Van, gue kan pengen makan banyak untuk menyusui ":kata Desi.
":Hahaha......bercanda dia Des, ngak usah di pikir kan nanti bisa bikin stres lho." kata Maya. ikut tertawa.
"Tahu gue Maya "'kata Desi jutek.
" Hadeh baper aja lho Des, kan biasa kita kaya gini lama ngak berantem " kata Vani terkekeh.
" Iya tapi bikin gue hilang mood Van " kata Desi cemberut.
" Ok deh maaf , besok mood nya ceria dan seru lagi " ledek Vani.
" Ck.......emang gue anak abg kudu happy fun gitu." kata Desi berdecak kesal
" Bukan abg Des tapi mak.enak power hahaha" ledek Vani.
" Sudah Van, tambah baper nanti Desi nya " kata Maya yang tahu temannya saling ledek
" Biasa May, dia pengen gue gigit " kata Desi kesal.
" Kalo Desi mah biasa May gigit gigitan sama Alex jadi lho jangan kaget. Kalo ngak gitu nanti bikin dia stres " kata Vani menyindir sambil tertawa.
" Serah deh ledek aja terus sampai puas " kata Desi merenggut
Hahaha............
Vani dan Maya pun tertawa. kadang ketiganya lama tak bertemu bisa bikin heboh dan kesal .Namun itulah seni berteman. Tapi besok nya akur lagi.Tak jarang bahkan membuat ketiganya jadi kangen .Karna lama tak perang mulut meledek satu sama lain.Tapi tetap selalu akur bila sudah kumpul lagi. Kini walaupun sudah jadi emak emak ketiganya tetap bersahabat. Seperti dulu sewaktu mereka masih kuliah dan kerja.
Hanya saja karna kesibukan mengurus anak dan suami. Membuat mereka tak ada waktu untuk kumpul. Paling hanya sekedar telponan. Itu pun jarang karna mempunyai anak anak balita.Yang harus diawasi dan di jaga setiap saat.
" Yuk rujakan dibelakang yuk, tadi bi Marni sudah menyiapkan semuanya. " kata Maya.
"Asyik ok bu bos, dari pada makan hati disini bikin stres di bully " kata Desi menyindir.
" Iya May mending makan rujak, jadi ngak baper hahaha ." jawab Vani tertawa karna sindiran Desi. Yang membuat ketiganya tersenyum.
Lalu mereka pun pergi kebelakang untuk menikmati rujak dan cemilan. Sedangkan anak anak mereka bermain di ruang bermain Aska. Karna Aska lah pemimpin anak anak balita itu.Sebab Aska yang paling tua.
__ADS_1
Maya ,Vani dan Desi pun mulai bisa berkumpul rutin lagi setelah bayi bayi mereka sudah bisa berjalan dan bermain. Karna pertumbuhan anak mereka memang harus dipantau.Apalagi ketika bermain. Tapi karna ada Nia yang mengawasi selama di rumah Maya ketiganya pun bisa bersantai dan bebas sebentar dari krucil krucil itu.
" Lama juga kita ngak ngumpul ya, bikin kangen " kata Desi.Sambil mengigit buah jambu.
" Iya Des, rasanya kita makin tua aja ya.ngak terasa nanti pas anak anak pada gede " kata Vani.
" Iya sekarang aja gue ngerasa tua , karna Aska sudah mulai bisa ngatur ngatur adik adiknya. Bahkan apalagi nanti kalo sudah sekolah .Mulai deh sepinya. Kadang gue pas sepi suka ngobrol sama Nia dan curhat " kata Maya.
" Mending May nah gue, kesepian pas Via sudah bobo. Palingan gue baca novel toon tuh kalo bete buat mengisi waktu.
" Nah kalo gue suka dengerin music May, sambil joget joget" kata Desi tertawa.
" Wah pas nanti kelvin bingung lihat mamahnya gimana ?" tanya Vani
" Ya gue ajak joget juga dari pada bikin stres mending happy fun dirumah. Bahkan gue kadang senam aerobik sendiri." kata Desi.
" Tapi kok ngak langsing langsing Des " kata Vani melirik Desi.
" Mana bisa langsung Van, orang dia jadi tong sampahnya kelvin " kata Maya .
" Iya kan eman eman kalo makanan enak dibuang emang lho engak May " tanya Desi.
" Gue mah jarang Des, karna mereka makan di suapi baby sister nya.Beda ketika waktu Aska sendiri .Jadi sisa .Aska gue yang makan " kata Maya.
" Gue juga cuma pas kadang kadang aja. Karna eman eman makanan dibuang buang kan " kata Vani
" Iyalah mubasir, Karna suami sudah kerja mati matian .Masa makanan kita buang buang . Masih banyak orang yang kekurangan diluar sana " kata Desi. Yang jadi ting sampah anaknya.
" Tapi ngomong ngomong May, lho masih nyumbang di panti kan.?" tanya Vani.
" Masih itu mah wajib Van .Buat berbagi cuma kadang gue suka nitip Nia atau bi Marni aja " kata Maya.
" Iya lah yang penting nyampe, lagi pula buat ladang pahala kita " kata Vani .
" Betul tuh , gue juga kadang lagi ngumpulin nih buat nyumbang. Tapi belum banyak " kata Desi.
" Yoi Des, kan beramal dikit dikit lama lama jadi bukit . Kalo Maya mah sudah banyak dia " Kata Vani .
" Ngak juga cuma gue rutin " kata Maya.Yang jarang menghitung . Namun yang pasti iklas dan rajin untuk perduli sesama. Karna Maya ingat bertapa butuhnya orang orang yang kekurangan ketika tak punya apa apa. Mengingat dulu ia pun begitu.Kekurangan waktu hidup susah. Namun May juga harus membaginya untuk adik dan ibunya.
__ADS_1